MEMPENGARUHI
PENDAPAT UMUM
Muhammmad Fadli Al Fudhail
Dalam mempengaruhi pendapat publik, ada dua masalah yang harus
dihadapi. Pertama, kurangi bermusuhan dengan publik sasaran. kedu, mengajak
atau memberipersuasi agar publik sasaran yang pasi dapat aktif memberi pendapat
atau tanggapan.
A.
Mengubah
Sikap
Seseorang yang memiliki sikap atau pendapat cenderung untuk
mempertahankan sepanjang orang tersebut belum melihat manfaat pada
dirinya.Seorang petugas Humas jyang bijak dan ingin mengubah sikap dan pendapat
seseoranng, maka terlebih dahulu dia harus memeahami keadaan atau hal-hal yang
melatar belakangi kenapa seseorang melakukan demikian.
Dalam mempengaruhi pendapat seseorang, tentu saja bisa dilakukan
dengan berbagai cara, seperti mengajakmereka berfikir untuk menerima hal-hal
baru yang lebih menguntungkan pada yang ada sekarang. Caranya tentu saja bisa
digunakan dengan metode persuasi atau menciptakan suatu situasi yang mereka
rasakan manfaatnya.
Terjadinya sikap perubahan pada seseorang bisa terjadi karena sikap
atau pendapat yang ada sudah memberi kepuasan, atau ia mengubah sikap atau
pendapatnya karena aspirasinya meningkat. Sepanjang peristiwa itu ada
hubungannya dengan masyarakat sasaran. Dalam situasi seperti ini, sikapyang pasif
bisa berubah menjadi agresif, atau sebaliknya sikap yang positif menjadi
negatif.
Mengubah sikap atau pendapat seseorang, maka terdapat sejumlah
faktor dominan, antara kepentiangan, kepuasan, keselamatan, kebanggaan,
keselamatan, kasih sayanag dan sebagainya. Faktor ini perlu diketahui Untuk agar
dapat dijadiakan sebagai sasaran persuasi untuk mengubah sikap dan pendapat sesorang.
B.
Pemuka
Pendapat
Pemuka pendapat dapat di temui disemua lapisan masyarakat. Mereka
sangat kuat dalam mempengaruhi masyarakat tertentu, dimana ia menjadi tempat
meminta pandangan dan nasehat. Menjadi tugas utamab bagi seorang petugas humas
bagaiman mengetahui, mendekati dan menygajak para pemuka pendapat ini.
Seseorang dapat dikatakan pemuka pendapat kalau ia memiliki khusus
dalam bidang tertentu, atau kerena kedudukannya baik formal maupun informal
dalam masyarakat. Mereka memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang penting
dan terbuka pada media massa. Mereka memiliki pengalaman yang luas dan
mempunyai banyak hal diluar lingkungannya. Mereka rata-rata memiliki pendidikan
yang lebih tinggi dari pada anggota
masyarakatnya. Di daerah pedalaman para guru, pemuka agama, kepala-kepala kampung
di anggap sebagai pemuka pendapat.
Hal lain yang tak kalah pentiangnya adalah seorang petugas humas
sedapat mungkin bisa membedakan antara pemuka pendapat yang sesungguhnya denga
pemuka pendapat yang palsu. Pemuka pendapat yang sesungguhnya adalah mereka
yang memiliki kompetensi karena pengetahuannya, pengalamannya, kejujurannya dan
kesetiaannya yang tinggi pada masyarakat.
C.
Pendapat
Kelompok
Keanggotaan dalam suatu kelompok dapat mempengaruhi pendapat
seseorang atau publik melalui berbagai macam cara. Misalnya menyatukan pendapat
pendapat yang belum terbentuk, menguatkan pendapat yang lemah,
kebersamaa(anonimity), memupuk rasa solidaritas dan menumbuhkan kecintaan..
1.
Menyatukan
pendapat.
2.
Menguatkan
pendapat.
3.
Anonimity.
4.
Rasa
solidaritas.
Dalam
hubungan dengan rasa solidaritas ini, maka ada 5 hal yang dapat dijadikan
sebagai petunjuk dalam mempengaruhi pendapaat umum yaitu;
1.
Timbulnya
sikap berat sebelah.
2.
Timbulnya
emosi.
3.
Timbulnya
sikap menyerang dari pada bertahan.
4.
Timbulnya
rasa mengetahui terhadap suatu hal.
5.
Adanya
keuntungan yang bisa diperoleh dari suatu peristiwa, isu atau kejadiaan.
Selain apa yang telah disebutkan di atas, hal lain yang tidak kalah
pentingnya dalam mempengaruhi pendapat
umum ialah;
a.
Simpati.
b.
Kemuliaan.
c.
Penindasan.
d.
Rasionalisasi.
Komunikasi Persuasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui;
1.
Komunikasi
Satu Arah
Disini kegiatan komunikasi yang dirancang untuk mengubah sikap,
kepercayan dan tingkah laku individu atau kelompok melalui penyebaran informasi
atau penerangan. Kegiatan komunikasi satu arah biasanya berlangsung tanpa umpan
balik.
2.
Komunikasi
Dua Arah
Adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang
secara sadar mencoba mengubah sikap, kepercayaan atau tingkah laku pihak-pihak
yang terlibat dalam proses komunikasi. Komunikasi dua arah biasanya berlangsung
secara tatap muka dan umpan balik dilakukan secara spontanitas.
Earl Newsome seorang pakar humas Amerika Serikat mengemukakan 4
prinsip yaitu:
1.
Identifikasi.
2.
Contoh
Pelaksanaan.
3.
Kebiasaan
dan kepercayaan.
4.
Jelas.
D.
Propaganda
Adalah suatu kegiatan komunikasi yang erat kaitannya dengan
persuasi, Propaganda seringkali dihubungkan dengan penerangan atau penyiaran
idiologi, paham atau pendapat untuk mempengaruhi orang banyak.
Teknik-teknik Propaganda
1.
Pengulangan.
2.
Membesar-beasarkan
sesuatu.
3.
Identifikasi.
4.
Meminta
dukungan penguasa.
5.
Kepalsuan.
6.
Naluri
kelompok.
Teknik Penipuan Propaganda
1.
Memberi
julukan (name calling).
2.
gemerlap
(glittering generalities).
3.
Pengalihan
(treansfer).
4.
Pengakuan
(testemonials).
5.
Orang
biasa (plain folks).
6.
Pengikut
(bandwagon).
7.
Memakai
fakta (card stcking).
8.
Kecurigaan
yang penuh emosi (emotional stereatype).
9.
Retorika.
Adapun kegiatan yang erat hubungannya
dengan usah mempengaruhi pendapat umum
adalah perang urat saraf atau juga bisa disebut perang psikologi. Bahkan perang
urat saraf bisa di artiakan sebagai bentuk propaganda yang menggunakan
prinsip-prinsip psikologi untuk mempengaruhi, mengelirukan, dan membangkatkan
semangat untuk menjatuhkan lawan.









0 komentar:
Posting Komentar