PERIHAL MASYARAKAT
RELASI MEDIA DAN MASYARAKAT
Muhammmad Fadli Al Fudhail
Hubungan yang erat antara manusia secara
individu dengan masyarakat, merupakan hakikat dari manusia dan kemanusiaan itu
sendiri. Larry Ray mengatakan bahwa masyarakat adalah pokok kajian, atau subjek
utama dalam kajian sosiologi.
Bagi krech, crutchfield dan Ballachey salah
satu ciri dari masyarakat itu adalah kehidupan yang terorganisir, yang
didalamanya ada interaksi antar anggota dalam mewujudkan tujuan bersama.
Dilihat dari psikologi sosial, krech, crutchfield dan ballachey memandang bahwa
masyarakat masa kini, termasuk pada masyarakat industri modern.
A. Memaknai Ulang Konsep Masyarakat
Dalam mengawali tulisannya, brinkerhoff,
white, ortega, dan weitz bertutur bahwa setiap memulai penjelasan mengenai
masyarakat, kita senantiasa mengawalinya dengan mempelajari individu. Pola dan
perilaku individu itulah, yang kemudian menjadi titik berangkatnya analisis
sosiologi. Mulai dari melihat kasus per kasus dalam skala individual dan
kemudian mengacu pada skala yang lebih luas lagi, seperti group, keluarga,
lembaga dan negara, atau masyarakat
Brinkerhoff, white, ortega dan weitz yang
merujuk pada pandangan Mills mengatakan bahwa imajinasi sosiologi. Bila
diperhatikan dengan seksama, pandangan ini mengarahkan kita pada satu pemahaman
bahwa memahami individu, dan atau juga pandangan kita mengenai individu, mampu
memberikan rangsangan untuk memahami masyarakat. Dengan kata lain masyarakat
itu adalah individu.
Untuk selanjutnya, pandangan seperti ini
dianggapnya sebagai pendangan nominalis. Artinya, kelompok itu memandang bahwa
masyarakat itu hanya sebutan untuk kumpulan individu. Sebagaimana yang juga diyakini
Margareth Thacther pada saat dia mengatakan bahwa tidak ada masyarakat, yang
ada adalah perempuan dan laki, dan keluarga.
Bila melihat pemaknaan yang dilakukan
haviland, prins, walrath, mcbride, mengenai masyarakat kita bisa mencatat bahwa
masyarakat itu adalah
a. Sekelompok orang
b. Kelompok itu terorganisir
c. Ada saling ketergantungan antaranggota
masyarakat
d. Aspek pengikatnya sangat beragam, bisa karena
wilayah, bahasa, atau budaya, tetapi satu dengan yang lainnya tidak bisa
dipisahkan, dan tujuannya adalah
e. Untuk mewujudkan kepentingan bersama
Bagi ralp linton masyarakat adalah setiap
kelompok manusia yang hidup dan bekerja bersama dalam jangka waktu yang cukup
lama, sehingga mereka dapat mengorganisir diri dan sadar, bahwa mereka
merupakansuatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang jelas.
B. Perkembangan Masyarakat
Banyak pandangan mengenai arah atau bentuk
perkembangan masyarakat, atau perubahan sosial ini.ragam pandangan itu, menjadi
bagian dari kekayaan perpektif sosiologi dalam memahami perubahan sosial dan
perkembangan masyarakat dunia saat ini. Satu diantaranya yaitu
Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional atau bisa juga
masyarkat primitif. Menurut Adam Kuper kajian mengenai masyarakat primitif pada
mulanya banyak berkonsentrasi pada masalah hukum, khususnya pola perkawinan,
kekerabatan, keluarga, kepemilikan, dan kekuasaan (negara).
Pada masyarakat ini pola hidup, prilaku, pola
konsumsi serta alat dan teknologi masih sederhana. Kehidupan yang sederhana
dari masyarakat ini, ditunjukkan dalam bentuk pola hidup berburu dan meramu
(hunting and gathering). Kalangan antropologi menyebut masyarakat ini sebagai
masyarakat tribal. Primitif berasal dari kata primery artinya masyarakat
sederhana.
Bila buruan dan ramuan tumbuhan pada satu
tempat menipis, atau habis, maka dia kan melakukan perjalanan ke wilayah lain.
Masyarakat itu dikenal dengan masyarakat nomaden (berpindah-pindah). Pola komunikasi
yang berkembang masih merupakan bentuk dari komunikasi langsung dengan
memanfaatkan media komunikasi yang sangat sederhana. Suara dan gerak merupakan pola
komunikasi yang banyak digunakan.
Masyarakat agraris
Alvin toffler gelombang pertama ditandai
dengan adanya revolusi pertanian,
mengambil waktu ribuan tahun untuk menyesuaikan diri. Waktu nya antara (800 SM
– 1500 M),yang menunjukan perubahan besar dalam peradaban manusia dimana
manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian. Pola komunikasi yang
terjadi di era ini yaitu berkomunikasi secara langsung (face to face).
Masyarakat industri
Masyarakat industri (1790-1970). Getis dan
fellmann tahapan seperi ini disebutnya kegiatan ekonomi sekunder (secundary
activity). Cirinya adalah manufaktur, kontruksi, dan mengandalkan pada kekuatan
produksi. Sektor industri dan industrialisasi menjadi ciri utama dari
masyarakat sekunder ini. Dalam masyarakat industri, manusia berusaha untuk
menguasai alam, mengelola SDA (sumber daya alam). Pola komunikasi yang muncul,
yaitu memanfaatkan mesin dan alat komunikasi yang dikembangkan industri.
Masyarakat informatika
Awal abad 20, merupakan awal perubahan besar
dalam peradaban manusia. Alvin toffler menyebut, era ini sebagai gelombang
ketiga. Gelombang masyarakat informasi. Pada masa ini antara tahun 1970-2000,
masyarakat memadukan antara ciri-ciri gelombang 1 dan 2 di manamulai adanya
pemakaian energi, proses manufaktur beralih ke biofaktur, terjadi proses de
urbanisasi karena kemajuan teknologi transportdan teleomunikasi, dll. Internet
menjadi bagian penting dan utama dalam masyarakat informasi. kalangan
komunikasi menyebutnya, abad ini menjadikan dunia menjadi satu dan disebutnya
sebagai desa global atau desa elektronik.
C. Tipe Masyarakat Di Era Media
Hal pokok yang menjadi perhatian sosiologi
adalah pada tipologi masyarakat. Dilihat
dari keanggotaan, ada yang disebut kelompok dalam dan kelompok luar ( in group
dan out group ), dilihat dari kualitas keintiman, maka ada yang disebut
kelompok primer (dekat), dan kelompok sekunder (terikat karena teratur).
Kemudian ada juga dilihat dari aspek budaya, yaitu paguyuban (gemeinschaft) dan
patembayan (gesselschaft).
Kelompook sosial di era informatika dan
komunikasi ini, dan khususnya dengan adanya
komunikasi massa, terciptalah fakta yang baru, yang dibedakan dari
kerumusan atu masyarakat. Fakta sosial ini, biasa disebut public (khalayak atau
massa).
Kerumunan (crowd) adalah kelompok sosial yang
tidak teratur, dan tidak terikat. Berbeda dengan kerumunan (crowd), publik
tercipta karena adanya media massa. Masyarakat yang memanfaatkan jasa layanan
media massa, sepeti penonton TV, pembaca koran, jamaah yang hadir dalam sebuah
pertemuan terbuka, atau penikmat konser seni, adalah khalayah atau publik. Publik
adalah kelompok sosial yang tidak teratur dan tidak mengikat. Interaksi
terjadi, karena danya media khususnya media massa atau media komunikasi.
D. Relasi Masyarakat Dan Media
River janson dan peterson, menyatakan dengan tegas bahwa orang amerika sudah
meanggap bahwa media menjadi bagian dari kehidupan sehari-sehari, mereka akan
sulit membayangkan bila hhidup tanpa media, tanpa koran, tanpa majalah atau
tanpa film dan jenis-jenis media lainnya sebagainya.
Anthony giddens mengatakan bahwa kita hidup
dalam situasi interconnected yang
terhubungkan antara satu dengan yang
lainnya. Salah satu masalah besar dalam kehidupan manusia itu, adalah mengenai
relasi kekuasaan atau relasi
eksistensial, antara manusia atau masyarakat denggan media. Pokok bahasan
pentinnya yaitu:
1. Menjelaskan mengenai posisis media dalam diri
manusia,
2. Media dalam masyarakat
3. Posisi masyarakat dalam media
4. Posisi manusia dalam media
a. Media dalam
manusia
Hal yang mendasar dan original media,
khususnya media massa, adlaah alat komunikasi antarmanusia. Hambatan jarak,
ruang, dan waktu memberikan peluang nyata dan luas bagi media massa untuk mengambil peran sebagai alat
bantu manusia.
Dalam ruang aktivitas manusia, media memiliki
fungsi sebagai :
1. Ruang kerja
2. ruang ekspresi
3. ruang imjinasi
4. instrumen untuk meraih kepentingan
5. alat komunikasi.
b. Manusia dalam
media
Media memiliki kemampuan rekayasa. Oleh karena
itu pada seseorang membaca koran, dan / atau menyaksikan berita di media
elektronik, maka ada tiga tahapan realitas yang perlu dicermati.
·
Pertama realitas dalam pengertian apa yang terjadi dalam
kehidupan manusia sperti peristiwa banjir, peristiwa perang, peristiwa budaya,
atau lainnya. Hanya meraka yang melihat atau menjalani yang merasakan aslinya
realitas tersebut. Dalam kajian sosiologi atau antropologi hal itu dipahami
dalam konteks pendekatan etik atau emik.
·
Kedua ada realitas yang dikonstruksi media. Realitas ini
disebut realitas media, realitas media bukanlah realitas sesungguhnya.
Peristiwa yang terjadi dilapangan kemudian dikonstruksi oleh media melalui
gambar dan kata, dan dipublikasikan kepada masyarakat.
·
Terakhir, adalah reealitas yang tercitrakan dalam pikiran
si pembaca atau penonton. Seorang tokoh anatagonis di sinetron, kerap mendapat
cacian dari masyarakat, begitu pula sebaliknya para pemirsa merasa
tersanjung, kagum, dan mengidoilakan
artis yang memerankan tokoh protagonis.
E. Perubahan Sosial Kemasyarakatan
Media massa, bagi masyarakat memiliki
empat fungsi, yaitu:
1.
penjagaan sosial yaitu berfungsi untuk mendeskipsikan, menjelaskan atau
menafsirkan realitas.
2.
Pengaitan komponen masyarakat agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan
dalam fungsi ini media menjadi wahan diskusi atau forum bagi masyarakat
3.
Pengalihan warisan sosial,
4.
Sumber hiburan.
Seiring hal itu
kita menemukan ada beberapa karakter perubahan terjadi di masyarakat.
a.
Dari realitas ke hiperrealitas
Geroger Ritzer, mengatakan bahwa manusia saat
ini pada dasarnya sudahh berkomunikasi dengan bukan orang (nonpeoples), dalam
arti dua jenjang yaitu 1. Bukan orang yang dimaksud, karena sudah diwakili. 2.
Bukan orang asli, karena sudah dijawab oleh mesin. untuk contoh yang kedua,
bila kita mengirim email, kita akan
mendapatkan jawaban.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia
berinteraksi dengan bukan tempat (nonplaces), seperti mall, tempat shopping
atau bioskop dan tempat hiburan lainnya. Semua itu adalh tempat-tempat yang
bukan tempat rill, tetapi lebih merupakan tempat hasil dari manipulasi atau
rekayasa manusia. Manusia modern pun, berinteraksi dengan bukan orang
(nonpeoples), seperti yang ditunjukkan fenomena telemarketer. Pada kasus kedua
itu, manusia berinteraksi dengan mesin. Ketiga manusia berinteraksi dengan
bukan pelayanan (nonservice), karena yang ada adalah pelayanan oleh diri
sendiri atau oleh mesin.
b. Dari lokalitas
ke globalitas
Menurut kenichi ohmae, setidaknya ada empat
aspek yang mengalami globalisai, yaitu:
1. Informasi
2. Investasi
3. Individu
4. Industri
·
Pertama globalisasi industri. Dengan mudah setiap warga
dunia menemukan produk-prouk dari negara lain di dalam negerinya. Misalnya
industri komputer, otomoti dan atau elektronik banyak berdiri di negara-negara berkembang.
·
Kedua, globalisasi investasi. Mengglobalnya industri
diikuti oleh mengglobalnya pendanaan. Donatur asing masuk ke berbagai negara
yang membutuhkan. Bukan saja karena alasan adanya relokasi industri, tetapi
juga terkait dengan kerja sama internasional antarnegara. Pada sebuah negara
bisa jadi, beredar mata uang asing secara terbuka. Itulah yang disebut
globalisasi investasi.
·
Ketiga globalisasi individu. Seseorang bisa belanja (shopping) ke berbagai negara di dunia. Pada
sisi lain, globalisasi pun bisa diartikan pekerja. Pekerja pada perusahaan yang
ada disamping rumah kita, bisa berasal dari berbagai daerah di dunia. Itulah
yang disebut globalisasi individu.
·
Terakhir adalah globalisasi informasi. Media khususnya
teknologi informasi memiliki peran nyata lahirnya gejala globalisasi informasi
dari berbagai belahan bumi, dengan ragam informasi yang beragam.
c. Kritik terhadap
globalisasi : dari persialitas ke glokalitas
Globalisasi hadir bukan tanpa kritik.
Globalisasi terus berjalan, dan kian mengukuhkan kehadiran dalam kehidupan
manusia di abad informasi dan teknologi ini. Kendati demikian, kehadiran
gelombang ketiga, yang ditandai dengan adanya kekuatan informasi dan teknologi,
bukan berati tanpa kritik.









0 komentar:
Posting Komentar