Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

RESUME PUBLIC RELATIONS XV


PERIHAL MASYARAKAT
RELASI MEDIA DAN MASYARAKAT
Muhammmad Fadli Al Fudhail

Hubungan yang erat antara manusia secara individu dengan masyarakat, merupakan hakikat dari manusia dan kemanusiaan itu sendiri. Larry Ray mengatakan bahwa masyarakat adalah pokok kajian, atau subjek utama dalam kajian sosiologi.
Bagi krech, crutchfield dan Ballachey salah satu ciri dari masyarakat itu adalah kehidupan yang terorganisir, yang didalamanya ada interaksi antar anggota dalam mewujudkan tujuan bersama. Dilihat dari psikologi sosial, krech, crutchfield dan ballachey memandang bahwa masyarakat masa kini, termasuk pada masyarakat industri modern.
A.    Memaknai Ulang Konsep Masyarakat
Dalam mengawali tulisannya, brinkerhoff, white, ortega, dan weitz bertutur bahwa setiap memulai penjelasan mengenai masyarakat, kita senantiasa mengawalinya dengan mempelajari individu. Pola dan perilaku individu itulah, yang kemudian menjadi titik berangkatnya analisis sosiologi. Mulai dari melihat kasus per kasus dalam skala individual dan kemudian mengacu pada skala yang lebih luas lagi, seperti group, keluarga, lembaga dan negara, atau masyarakat
Brinkerhoff, white, ortega dan weitz yang merujuk pada pandangan Mills mengatakan bahwa imajinasi sosiologi. Bila diperhatikan dengan seksama, pandangan ini mengarahkan kita pada satu pemahaman bahwa memahami individu, dan atau juga pandangan kita mengenai individu, mampu memberikan rangsangan untuk memahami masyarakat. Dengan kata lain masyarakat itu adalah individu.
Untuk selanjutnya, pandangan seperti ini dianggapnya sebagai pendangan nominalis. Artinya, kelompok itu memandang bahwa masyarakat itu hanya sebutan untuk kumpulan individu. Sebagaimana yang juga diyakini Margareth Thacther pada saat dia mengatakan bahwa tidak ada masyarakat, yang ada adalah perempuan dan laki, dan keluarga.
Bila melihat pemaknaan yang dilakukan haviland, prins, walrath, mcbride, mengenai masyarakat kita bisa mencatat bahwa masyarakat itu adalah
a.       Sekelompok orang
b.      Kelompok itu terorganisir
c.       Ada saling ketergantungan antaranggota masyarakat
d.      Aspek pengikatnya sangat beragam, bisa karena wilayah, bahasa, atau budaya, tetapi satu dengan yang lainnya tidak bisa dipisahkan, dan tujuannya adalah
e.       Untuk mewujudkan kepentingan bersama
Bagi ralp linton masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja bersama dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga mereka dapat mengorganisir diri dan sadar, bahwa mereka merupakansuatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang jelas.
B.     Perkembangan Masyarakat
Banyak pandangan mengenai arah atau bentuk perkembangan masyarakat, atau perubahan sosial ini.ragam pandangan itu, menjadi bagian dari kekayaan perpektif sosiologi dalam memahami perubahan sosial dan perkembangan masyarakat dunia saat ini. Satu diantaranya yaitu
Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional atau bisa juga masyarkat primitif. Menurut Adam Kuper kajian mengenai masyarakat primitif pada mulanya banyak berkonsentrasi pada masalah hukum, khususnya pola perkawinan, kekerabatan, keluarga, kepemilikan, dan kekuasaan (negara).
Pada masyarakat ini pola hidup, prilaku, pola konsumsi serta alat dan teknologi masih sederhana. Kehidupan yang sederhana dari masyarakat ini, ditunjukkan dalam bentuk pola hidup berburu dan meramu (hunting and gathering). Kalangan antropologi menyebut masyarakat ini sebagai masyarakat tribal. Primitif berasal dari kata primery artinya masyarakat sederhana.
Bila buruan dan ramuan tumbuhan pada satu tempat menipis, atau habis, maka dia kan melakukan perjalanan ke wilayah lain. Masyarakat itu dikenal dengan masyarakat nomaden (berpindah-pindah). Pola komunikasi yang berkembang masih merupakan bentuk dari komunikasi langsung dengan memanfaatkan media komunikasi yang sangat sederhana. Suara dan gerak merupakan pola komunikasi yang banyak digunakan.
Masyarakat agraris
Alvin toffler gelombang pertama ditandai dengan adanya  revolusi pertanian, mengambil waktu ribuan tahun untuk menyesuaikan diri. Waktu nya antara (800 SM – 1500 M),yang menunjukan perubahan besar dalam peradaban manusia dimana manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian. Pola komunikasi yang terjadi di era ini yaitu berkomunikasi secara langsung (face to face).
Masyarakat industri
Masyarakat industri (1790-1970). Getis dan fellmann tahapan seperi ini disebutnya kegiatan ekonomi sekunder (secundary activity). Cirinya adalah manufaktur, kontruksi, dan mengandalkan pada kekuatan produksi. Sektor industri dan industrialisasi menjadi ciri utama dari masyarakat sekunder ini. Dalam masyarakat industri, manusia berusaha untuk menguasai alam, mengelola SDA (sumber daya alam). Pola komunikasi yang muncul, yaitu memanfaatkan mesin dan alat komunikasi yang dikembangkan industri.
Masyarakat informatika
Awal abad 20, merupakan awal perubahan besar dalam peradaban manusia. Alvin toffler menyebut, era ini sebagai gelombang ketiga. Gelombang masyarakat informasi. Pada masa ini antara tahun 1970-2000, masyarakat memadukan antara ciri-ciri gelombang 1 dan 2 di manamulai adanya pemakaian energi, proses manufaktur beralih ke biofaktur, terjadi proses de urbanisasi karena kemajuan teknologi transportdan teleomunikasi, dll. Internet menjadi bagian penting dan utama dalam masyarakat informasi. kalangan komunikasi menyebutnya, abad ini menjadikan dunia menjadi satu dan disebutnya sebagai desa global atau desa elektronik.
C.     Tipe Masyarakat Di Era Media
Hal pokok yang menjadi perhatian sosiologi adalah  pada tipologi masyarakat. Dilihat dari keanggotaan, ada yang disebut kelompok dalam dan kelompok luar ( in group dan out group ), dilihat dari kualitas keintiman, maka ada yang disebut kelompok primer (dekat), dan kelompok sekunder (terikat karena teratur). Kemudian ada juga dilihat dari aspek budaya, yaitu paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesselschaft).
Kelompook sosial di era informatika dan komunikasi ini, dan khususnya dengan adanya  komunikasi massa, terciptalah fakta yang baru, yang dibedakan dari kerumusan atu masyarakat. Fakta sosial ini, biasa disebut public (khalayak atau massa).
Kerumunan (crowd) adalah kelompok sosial yang tidak teratur, dan tidak terikat. Berbeda dengan kerumunan (crowd), publik tercipta karena adanya media massa. Masyarakat yang memanfaatkan jasa layanan media massa, sepeti penonton TV, pembaca koran, jamaah yang hadir dalam sebuah pertemuan terbuka, atau penikmat konser seni, adalah khalayah atau publik. Publik adalah kelompok sosial yang tidak teratur dan tidak mengikat. Interaksi terjadi, karena danya media khususnya media massa atau media komunikasi.
D.    Relasi Masyarakat Dan Media
River janson dan peterson, menyatakan  dengan tegas bahwa orang amerika sudah meanggap bahwa media menjadi bagian dari kehidupan sehari-sehari, mereka akan sulit membayangkan bila hhidup tanpa media, tanpa koran, tanpa majalah atau tanpa film dan jenis-jenis media lainnya sebagainya.
Anthony giddens mengatakan bahwa kita hidup dalam  situasi interconnected yang terhubungkan antara  satu dengan yang lainnya. Salah satu masalah besar dalam kehidupan manusia itu, adalah mengenai relasi  kekuasaan atau relasi eksistensial, antara manusia atau masyarakat denggan media. Pokok bahasan pentinnya yaitu:
1.      Menjelaskan mengenai posisis media dalam diri manusia,
2.      Media dalam masyarakat
3.      Posisi masyarakat dalam media
4.      Posisi manusia dalam media

a.      Media dalam manusia
Hal yang mendasar dan original media, khususnya media massa, adlaah alat komunikasi antarmanusia. Hambatan jarak, ruang, dan waktu memberikan peluang nyata dan luas bagi media  massa untuk mengambil peran sebagai alat bantu manusia.
Dalam ruang aktivitas manusia, media memiliki fungsi sebagai :
1.      Ruang kerja
2.      ruang ekspresi
3.      ruang imjinasi
4.      instrumen untuk meraih kepentingan
5.      alat komunikasi.

b.      Manusia dalam media
Media memiliki kemampuan rekayasa. Oleh karena itu pada seseorang membaca koran, dan / atau menyaksikan berita di media elektronik, maka ada tiga tahapan realitas yang perlu dicermati.
·         Pertama realitas dalam pengertian apa yang terjadi dalam kehidupan manusia sperti peristiwa banjir, peristiwa perang, peristiwa budaya, atau lainnya. Hanya meraka yang melihat atau menjalani yang merasakan aslinya realitas tersebut. Dalam kajian sosiologi atau antropologi hal itu dipahami dalam konteks pendekatan etik atau emik.
·         Kedua ada realitas yang dikonstruksi media. Realitas ini disebut realitas media, realitas media bukanlah realitas sesungguhnya. Peristiwa yang terjadi dilapangan kemudian dikonstruksi oleh media melalui gambar dan kata, dan dipublikasikan kepada masyarakat.
·         Terakhir, adalah reealitas yang tercitrakan dalam pikiran si pembaca atau penonton. Seorang tokoh anatagonis di sinetron, kerap mendapat cacian dari masyarakat, begitu pula sebaliknya para pemirsa merasa tersanjung,  kagum, dan mengidoilakan artis yang memerankan tokoh protagonis.

E.     Perubahan Sosial  Kemasyarakatan
            Media massa, bagi masyarakat memiliki empat fungsi, yaitu:
1.      penjagaan sosial yaitu berfungsi untuk mendeskipsikan, menjelaskan atau menafsirkan realitas.
2.      Pengaitan komponen masyarakat agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dalam fungsi ini media menjadi wahan diskusi atau forum bagi masyarakat
3.      Pengalihan warisan sosial,
4.      Sumber hiburan.
Seiring hal itu kita menemukan ada beberapa karakter perubahan terjadi di masyarakat.
a.      Dari realitas ke hiperrealitas
Geroger Ritzer, mengatakan bahwa manusia saat ini pada dasarnya sudahh berkomunikasi dengan bukan orang (nonpeoples), dalam arti dua jenjang yaitu 1. Bukan orang yang dimaksud, karena sudah diwakili. 2. Bukan orang asli, karena sudah dijawab oleh mesin. untuk contoh yang kedua, bila  kita mengirim email, kita akan mendapatkan jawaban.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia berinteraksi dengan bukan tempat (nonplaces), seperti mall, tempat shopping atau bioskop dan tempat hiburan lainnya. Semua itu adalh tempat-tempat yang bukan tempat rill, tetapi lebih merupakan tempat hasil dari manipulasi atau rekayasa manusia. Manusia modern pun, berinteraksi dengan bukan orang (nonpeoples), seperti yang ditunjukkan fenomena telemarketer. Pada kasus kedua itu, manusia berinteraksi dengan mesin. Ketiga manusia berinteraksi dengan bukan pelayanan (nonservice), karena yang ada adalah pelayanan oleh diri sendiri atau oleh mesin.
b.      Dari lokalitas ke globalitas
Menurut kenichi ohmae, setidaknya ada empat aspek yang mengalami globalisai, yaitu:
1.      Informasi
2.      Investasi
3.      Individu
4.      Industri
·         Pertama globalisasi industri. Dengan mudah setiap warga dunia menemukan produk-prouk dari negara lain di dalam negerinya. Misalnya industri komputer, otomoti dan atau elektronik banyak berdiri  di negara-negara berkembang.
·         Kedua, globalisasi investasi. Mengglobalnya industri diikuti oleh mengglobalnya pendanaan. Donatur asing masuk ke berbagai negara yang membutuhkan. Bukan saja karena alasan adanya relokasi industri, tetapi juga terkait dengan kerja sama internasional antarnegara. Pada sebuah negara bisa jadi, beredar mata uang asing secara terbuka. Itulah yang disebut globalisasi investasi.
·         Ketiga globalisasi individu. Seseorang bisa belanja  (shopping) ke berbagai negara di dunia. Pada sisi lain, globalisasi pun bisa diartikan pekerja. Pekerja pada perusahaan yang ada disamping rumah kita, bisa berasal dari berbagai daerah di dunia. Itulah yang disebut globalisasi individu.
·         Terakhir adalah globalisasi informasi. Media khususnya teknologi informasi memiliki peran nyata lahirnya gejala globalisasi informasi dari berbagai belahan bumi, dengan ragam informasi yang beragam.

c.       Kritik terhadap globalisasi : dari persialitas ke glokalitas
Globalisasi hadir bukan tanpa kritik. Globalisasi terus berjalan, dan kian mengukuhkan kehadiran dalam kehidupan manusia di abad informasi dan teknologi ini. Kendati demikian, kehadiran gelombang ketiga, yang ditandai dengan adanya kekuatan informasi dan teknologi, bukan berati tanpa kritik.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar