Khayal Senja Tanpa Kata
Seorang wanita cantik dengan air muka
muram duduk pada sebuah bangku yang terletak dihalaman sebuah rumah bercat
hijau yang asri ditumbuhi bunga berwarna warni nan bersih tak terlihat satu
buah sampah atau satu helai daun pun yang jatuh disekitarnya. Kakinya
terayun-ayun diantara angin sore menjelang senja yang berhembus pelan, warna
keemasan mempertegas garis cakrawala, membias diantara jajaran pohon rambutan
dan mangga yang berbaris disamping rumah. Tapi dia, seperti tak peduli, dengan
sebuah buku yang terbuka dan tertulis sebuah kata yang ditulisnya beberapa saat
yang lalu dan polpen ditangan. tetap duduk mematung dengan fikiran yang entah
kemana. Bibirnya terkatup rapat. Diam tanpa suara. Kepalanya menunduk menatap
tanah dibawah kakinya, seperti menjelajahi misteri yag menyelimuti kehidupan
dibawah sana. Kebisuan mencengkram disekitarnya, cukup lama sampai seseorang
disampingnya bergumam lirih :
“besok kita jalan-jalan yuk?”
Dengan seketika wanita itu menoleh, dengan pandangan
bertanya-tanya sejak kapan juna ad disampingnya? Namun dengan Seketika dia
tersenyum dengan rasa gembira dengan ucapan juna tersebut telah mengalahkan
pertanyaan kecil dalam benak lesty dan dia menjawab, “kemana?”
“Ketaman safari seperti keinginanmu selama ini
gimana?” ucapanya dengan senyum yang khas yang menjadi alasan kenapa lesty
menyukai pria ini. Lalu dengan pipi yang besemu merah dia kembali bertanya
”kamu sungguh-sungguh ?”
“Iya lesty cantiek...aku sungguh-sungguh” ucapnya
kemudian.
“Oke !!! aku tunggu ya besok, jangan lupa lho,hehe”
ujar lesty sambil nyengir menegaskan.
“Iyaaaa....” kata pria itu meyakinkan lesty sambil mencubit hidung lesty dengan gemas.
“Iyaaaa....” kata pria itu meyakinkan lesty sambil mencubit hidung lesty dengan gemas.
Ketika
memasuki arena taman rekreasi, lesty melihat
sekelilingnya dengan senang. Dia tidak pernah ke taman rekreasi sebelumnya.
Karena setiap kali mau pergi, penyakitnya paru-paru ayahnya selalu kambuh. Dan
akhirnya dia malah merawat ayahnya di rumah.
Tetapi
ketika dilihatnya atraksi bermain di taman rekreasi itu, lesty langsung
mendesah, dia tidak mungkin main atraksi-atraksi yang ada di sana. Karna semua
mainan itu dinaiki oleh anak-anak. Melihat wajah lesty, juna langsung mengajak lesty
untuk naik komidi putar, awalnya lesty menolak karena yang naik kebanyakan anak
kecil, tetapi karena juna memaksa, akhirnya lesty naik juga bahkan sampai dua
kali. Disana mereka berfoto-foto, makan gulali, dan menaiki beberapa permainan yang
bisa lesty
naiki.
Akhirnya
merekapun pulang. Di dalam mobil mereka bercanda‑canda
sampai akhirnya dada juna terasa
sesak. lesty
pun
panik. Dan tiba-tiba ada sebuah truk
dengan kencang melaju kearah mereka, tanpa bisa dihindari lampu mobil itu
menyorot keduanya, dan tiba-iba....
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” BRAAAAAKKKKKKKKSSSSSS........
“Brakkkkkkk”
“Aduuuuuuhhh” tiba-tiba lesty terjatuh dari atas bangku, buku dan polpennya pun berserakan ditanah. Lesty baru saja tersadar dari lamunannya ketika posisinya sekarang tidak lagi duduk diatas bangku,dan menyadari ternyata semua kejadian yang dirasakannya tadi hanyalah hayalannya saja. Ternyata juna itu cuma laki-laki dalam hayalannya saja, lesty tidak mempunyai teman ataupun kekasih bernama juna. Itu hanyalah tokoh utama dari novel yang dikarangnya saat itu.
“Aduuuuuuhhh” tiba-tiba lesty terjatuh dari atas bangku, buku dan polpennya pun berserakan ditanah. Lesty baru saja tersadar dari lamunannya ketika posisinya sekarang tidak lagi duduk diatas bangku,dan menyadari ternyata semua kejadian yang dirasakannya tadi hanyalah hayalannya saja. Ternyata juna itu cuma laki-laki dalam hayalannya saja, lesty tidak mempunyai teman ataupun kekasih bernama juna. Itu hanyalah tokoh utama dari novel yang dikarangnya saat itu.
Menyadari itu lesty kemudian tertawa dan memunguti
barang-barangnya yang berjatuhan kemudian bergegas masuk kedalam rumah. Karna
gelapnya malam sudah mulai mengelilingi beranda rumahnya.









0 komentar:
Posting Komentar