MASALAH-MASALAH
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
Muhammad Fadli Al Fudhail
1. Paradigma Komunikasi Pembangunan
Pada bagian terdahulu telah dikemukakan adanya
beragam paradigm dan kritik-kritik yang disampaikan. Terkait dengan hal
tersebut, Bessette (2000) mengemukakan tiga paradigm komunikasi pembangunan
sebagai berikut:
a.
intervensi asing
meskipun teori difusi disebut sebagai mengacu
kepentingan asing atau pihak luar ( utamanya kepentingan kapitalis
barat).tetapi dalam praktek, banyak kepentingan barat yang justrumenerapkan dan
mengembangkan paradigm baru demi kelancaran/keamanan terpenting mereka.
Sebaliknya, banyak perilaku pembangunan yang berpihakkepada masyarakat, tetapi
masih tetap mempraktekan komunikasi dengan teori difusi.
b.
pembangunan partisipatif
istilah ini sebagai paradigm baru dalam teori
pembangunan, memang banyak diakui sebagai yang lebih baik. Tetapi untuk
mempraktekannya, banyak pelaku pembangunan yang susah atau belum siap untuk
melakukan komunikasi pembangunan yang partisipatif.
c.
pembangunan berbasis pemberdayaan
seperti halnya dalam penerapan komunikasi
pembangunan yang partisipatif, paradigm pembangunan berbasis pemberdayaan juga
seringkali masih jarang diterapkan.
2. Hambatan dan Gangguan
·
Kemajuan
tegnologi dan globalisasi informasi
Kemajuan
teknollogi, selain bernilai positif bagi praktek komunikasi pembangunan,
utamanya terkait dengan kemudahan, kecepatan dan biyaya yang sangat murah, juga
berdampak pada banyaknya informasi yang tidak selalu sejalan dan bahkan menjadi
pesaing ide-ide atau informasi pembangunan.
·
Demokratisasi
vs individualisme
Kondisi
seperti ini, merupakan gangguan/hambatan komunikasi pembangunan yang
mensyaratkan pentingnya partisipasi masyarakat.
·
Hambatan
sosial-psikologi
Komunikasi
pembangunan, seperti halnya praktek komunikasi pada umumnya, juga menghadapi
hambatan /gangguan atau barrier, baik yang berupa:
-
Noise
(gaung), pada saluran elektronika dan ,multi media
-
Hambatan
sisial-pisikologi pada komunikasi antar-pribadi
-
Karakteristik
masing-masing individu yang berkomunikasi
3. Mitis-Mitos Komunikasi Pembangunan
Sehubungan
dengan pelaksanaan komunikasi pembangunan, Gonzales (1986) mengungkapkan adanya
209 mitos yang berkembang didalam setiap pelaksanaan komunikasi
pembangunan.adapun yang dimaksud dengan mitos
disini adalah, nilai-nilai atau kebiasaan umum yang diyakini sebagai
sesuatu yang benar dan harus diikuti oleh semua pihak yang terkait. Keduapuluh
macam mitos tersebut di keempat unsur-unsur yang mendukung komunikasi pembangunan, dampak atau
pengaruh, serta komponen alternative untuk meningkatkan efektifitas komunikasi
pembangunan, yaitu:
a.
lima mitos yang terdapat didalam sumber
b.
tiga mitos yang dijumpai dalam pesan
c.
tiga mitos terdapat dalam saluran
d.
enam mitos yang terdapat dalam penerimaan
e.
dua mitos yang dijumpai didalam komponen dampak, dan
f.
satu mitos yang dijumpai dalam komponen alternative pelaksanaan pembangunan
a. Mitos-mitos yang terkandung dalam unsure
sumber
Pengalaman
menunjukan bahwa dikalangan sumber (fasilitator) sering berkembang semacam
“kepercayaan” atau mitos yang dianut untuk mensukseskan komunikasi pembangunan,
yang meliputi:
ü Yang baru adalah yang lebih baik
ü Pendidikan sama baiknya dengan
pengalaman
ü Hanya ilmuan yang dapat melakukan
penelitian
ü Tidak boleh menolak atau berkata “tidak”
ü Peniruan atau penjiplakan kasus
keberhasilan
b. Mitos-mitos yang terkandung dalam unsure
pesan komunikasi pembangunan
Beberapa mitos
yang sering muncul dalam pesan-pesan komunikasi pembangunan adalah:
ü Informasi cukup untuk merangsang pembangunan
ü Isi pesan, sama dengan pengaruh yang
diharapkan
ü Yang ditonjolkan, sama dengan
pengaruhnya
c. Mitos-mitosyang terkandung dalam unsure
saluran komunikasi pembangunan
Dalam pemilihan
dan penggunaan saluran komunikasi pembangunan juga sering dijumpai beberapa
mitos yang terdiri atas:
ü Media yang lenih “besar”adalah lebih
baik
ü Kampanye untuk umum, adalah media massa
ü Bagaimanapun, ada media yang terbaik
untuk semua keperluan
d. Mitos-mitos yang terkandung dalam unsure
penerima manfaat komunikasi pembanguanan
Mitos-mitos yang
sering dijumpai dalam unsure penerima manfaat atau pengguna/pemakai pesan
komunikasi pembangunan adalah sebagai berikut:
ü Pengambilan keputusan adalah secara
individual
ü Masyarakat umum sebagai penerima manfaat
ü Penerap yang paling awal, adalah panutan
yang paling baik
ü Setiap individu menanggung kesalahannya
sendiri
ü Setiap anggota masyarakat harus
mengalami sosialisasi kearah modernisasi
ü Tidak perlu mendengarkan kata menerima
manfaat
e. Mitos-mitos dalam komponen dampak
komunikasi pembangunan
Telaah terhadap
dampak komunikasi pembangunan menghasilkan dua mitos yang sering dijumpai
ü Kesejahtraan pendidikan, sikap, dan
perilaku masyarakat tak mungkin dapat dihilangkan
ü Penyeragaman perlakuan terhadap penerima
manfaat dalam proses pembangunan
f. Mitos-mitos yang terkandung dalam
alternative komunikasi pembangunan
Satu-satunya
mitos yang dijumpai dalam telaahan alternative komunikasi pembangunan adalah:
“tingkatan pengetahuan dan kurangi pengamatan”.
4. Kesalah-pahaman dalam komunikasi antar
antar manusia
Snyder
(1974) dan Taolan (1991) mengemukakan bahwa, banyak kalangan akademik
menyatakan bahwa komunikasi adalah “sesuatu yang mudah”hal ini tidak
mengherankan karena mereka tidak sadar bahwa bnyak komunikasi yang dilakukan
oleh masyarakat pada umumnya sebenarnya tidak efektif.Ini semua terjadi, karena
banyak dijumpai ”mis-konsepsi” dalam komunikasi antar manusia
Ø Makna ada dalam kata-kata
Ø Komunikasi adalah proses verbal
Dalam
kehidupansehari-hari, seringkali komunikasi hanya dilakukan secara verbal (melalui
kata-kata yang diucapkan). Tetapi sesungguhnya, komunikasi dapat dilakukan
secara verbal dan non-verbal (seperti intonasi suara, bahasa tubuh, menggunakan
kode/simbol-simbol,dll).
Ø Berkata-kata, sama dengan berkomunikasi
Ø Komunikasi akan menyelesaikan semua
masalah
Ø Komunikasi adalah sesuai yang baik
Ø Semakin banyak berkomunikasi, semakin
lebih baik
Ø Komunikasi antar manusiadapat dihentikan
Ø Komunikasi antar manusia adalahkemampuan
alam
Ø Komunikasi antar manusia sama dengan
komunikasi yang akrab
Ø Kompetensi komunikasi sama dengan
keefektifan komunikasi









0 komentar:
Posting Komentar