PERANAN DAN BANTUAN MASS MEDIA DALAM
PEMBANGUNAN NASIONAL
Muhammad Fadli Al Fudhail
Dalam artikel ini Wilbur Schramm menguraikan secara tepat, peranan mass
dalam pembangunan nasional. Ada tugas atau peranan yang dapat dilakukan mass
media dalam pembangunan nasional, ada yang tidak. Peranan utama yang dapat
dilakukan mass media dalam pembangunan adalah membantu memperkenalkan perubahan
sosial. Mass media dapat dimanfaatkan untuk merangsang. Proses pengambilan
keputusan, memperkenalkan usaha modernisasi, serta menyampaikan pada masyarakat
program pembangunan nasional.
Menurut Schramm mass media tidak dapat berperan secara langsung,
melainkan harus didukung oleh komunikasi antara pribadi supaya pesan - pesan
yang disampaikannya dapat diterima dengan baik. Schramm juga menunjukkan lebih
jauh keterbatasan yang ada pada mass media dalam menjalankan peranannya bagi
kepentingan pembangunan nasional.
Timbulnya
Perubahan Sosial
Peningkatan jumlah radio, surat kabar dan film secara kualitatif,
ternyata tidak selalu diikuti oleh meningkatnya perubahan sosial. Sekalipun
pesan - pesan pembangunan diperbanyak melalui saluran - saluran komunikasi
tersebut, ternyata hal ini tidak cukup merangsang perubahan. Selain itu
menggabungkan siaran radio dengan kegiatan - kegiatan kelompok pendengar dalam
forum pembangunan pedesaan terbukti sangat membantu dalam merangsang proses
perubahan.
Peranan mass media dalam pembangunan nasional adalah sebagai agen pembaru
( agent of social change ). Letak peranannya adalah dalam hal membantu
mempercepat proses peralihan masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat
modern. Khususnya peralihan dari kebiasaan yang menghambat pembangunan ke arah
sikap baru yang tanggap terhadap pembaharuan demi pembangunan. Jenis perubahan
yang diinginkan oleh sebagian besar bangsa - bangsa adalah perubahan yang lebih
cepat daripada perubahan sejarah, lebih lunak daripada proses perubahan yang
dipaksakan. Pembangunan diharapkan terlaksana secara sukarela dimana setiap
individu. Pertama, penduduk harus disadarkan akan arti penting suatu perubahan
yang tak mungkin terwujud dengan mengandalkan kebiasaan dan sikap sekarang.
Kedua, perubahan itu harus ditunjang dengan sikap - sikap yang dekat sekali
dengan usaha pemenuhan kebutuhan.
Kaitan Budaya
Organisasi sosial adalah suatu kesatuan masyarakat yang berhubungan satu
sama lain, perubahan dari suatu bagan akan menimbulkan perubahan di bagian
lain, suatu perubahan pada setiap aspek dari sikapnya. Oleh sebab itu,
berbicara soal perubahan sosial, kita harus berbicara mengenai perubahan apa
yang dibawa bagi seluruh masyarakat. Tentang itu Margaret Mead ( ahli budaya )
mengatakan : "sebagian besar waktu maupun tenaga mereka tersita untuk
upacara - upacara, kebiasaan magis serta kebiasaan agama lainnya...". Pada
masyarakat tradisional biasanya pertanian merupakan totalitas mereka, namun
agama dan pertanian juga tidak dapat dipisahkan.
Hubungan
Antarkelompok
Alasan lain yang membuat perubahan sosial demikian kompleksnya adalah
keharusan untuk memperhitungkan hubungan antarkelompok. Norma - norma yang
dipegang oleh masyarakat terutama yang menyangkut kepercayaan pada agama,
khususnya fatalisme dan ketidakmampuan manusia menguasai alam, anggapan tabu
membunuh makhluk hidup sekalipun ini merugikan kesehatan dan tanaman, disamping
keenganan bekerjakeras serta kebiasaan berhutang demi kepentingan upacara
perkawinan maupun pemberian hadiah - hadiah, merupakan hambatan pembangunan.
Kurt Lewin
telah melakukan percobaan dalam rangka usaha membujuk masyarakat melakukan
perubahan - perubahan yang sebelumnya ditolak oleh mereka ( 1940 ).
Modernisasi
Tenaga - Tenaga Kerja
Perubahan sosial menuntut dalam tingkat tertentu adanya keahlian -
keahlian khusus yang harus dididik. Bagi masyarakat negara - negara sedang
berkembang yang sedang membangun teknologinya, sulit sekali untuk mendapatkan
keahlian yang dituntut pembangunan dengan segera. Apabila radio disebarluaskan
di desa - desa, terjadi kelangkaan ahli - ahli teknik yang mampu mereparasi
radio tersebut.
Implikasi
Bagi Mass Media
Mass media tidak kurang berperan apabila digunakan tanpa pengetahuan yang
cukup mengenai budaya setempat dimana pembaharuan akan dilakukan. Efisiensi
pembangunan media bagi pembangunan sosial ekonomi menuntut sifat
"lokal" bagi acara siaran - siarannya. Tugas komunikasi dalam
perubahan sosial dan dalam rangka pembangunan nasional terdiri atas 3 bagian.
Pertama,
menyampaikan informasi pada masyarakat mengenai pembangunan nasional, perhatian
harus dipusatkan pada kebutuhan akan perubahan.
Kedua,
memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif dalam
proses pengambilan keputusan.
Ketiga,
tenaga - tenaga kerja yang dibutuhkan harus dididik.
Apabila tuga
komunikasi berjalan sesuai dengan fungsi pengambilan keputusan dan fungsi
mendidik maka usaha komunikasi akan berhasil baik.
Hal - Hal
Yang Dapat Dilakukan Media
Orang - orang hidup dalam suatu masyarakat dimana media telah berperan
sebagai bagian dari kehidupan mereka, sering melupakan bahwa banyak pelajaran
yang mereka peroleh lewat media. Tatkala surat kabar mulai dikenal, media ini
berperan sebagai sumber berita utama bagi peristiwa - peristiwa dunia. Seluruh
generasi manusia membentuk pendapat mereka tentang masalah - masalah dunia
sebagai hasil dari apa yang mereka pelajari selain melalui surat kabar juga
melalui media, film, televisi dan majalah - majalah.
Mass Media
Dapat Memperluas Cakrawala Pemikiran
Banyak orang yang hidup dalam masyarakat tradisional menganggap seolah -
olah media memiliki kekuatan gaib pada waktu mereka pertama kali mengenal
media. Media memiliki kekuatan gaib karena kemampuannya membuat seseorang
melihat dan mengetahui tempat - tempat yang belum pernah dikunjunginya serta
mengenal orang - orang yang belum pernah ditemuinya. Sekalipun pengaruh gaib
media mulai berkurang, namun media tetap mampu membantu masyarakat negara
berkembang mengenal kehidupan masyarakat lain sehingga mereka memperoleh
pandangan baru dalam hidupnya.
Mass Media
Dapat Memusatkan Perhatian
Masyarakat tradisional yang bergerak kearah modernisasi juga mulai
menggantungkan pengetahuannya pada mass media. Akibatnya, pemikiran - pemikiran
tentang apa yang penting, berbahaya, apa yang menarik dan sebagainya, umumnya
berasal dari media.
Melalui media, seorang pemuka masyarakat akan mampu menyebarluaskan
gagasan - gagasan mereka tentang pembangunan pada setiap masyarakat sehingga
masyarakat memperoleh kesempatan untuk memikirkan serta mendiskusikan gagasan -
gagasan tersebut.
Mass Media
Mampu menumbuhkan Aspirasi
Media mampu menumbuhkan aspirasi sebagaimana dinyatakan oleh Daniel
Lerner ketika radio Cairo menjangkau desa - desa terpencil, " melalui
aspirasi - aspirasi pribadi yang ditumbuhkan, hampir seluruh ide dapat
diwujudkan karena didukung masyarakat. Disuatu desa Mesir, Lerner menyatakan,
pada saat pemerintah mengenalkan radio pada masyarakat, tidak ada yang berubah,
kecuali tuntutan - tuntutan mereka.
Media Mampu
Menciptakan suasana Membangun
Kita dapat menyimpulkan bahwa melalui peranan media menyebarluaskan
informasi pada masyarakat negara berkembang ia dapat memperluas cakrawala
pemikiran serta membangun empati, memusatkan perhatian pada persoalan -
persoalan serta tujuan - tujuan pembangunan, menumbuhkan aspirasi pribadi serta
bangsa, semuanya ini dapat dilaksanakan sendiri oleh media.
Mass Media
Mampu Mengembangkan Diaolog Tentang Hal - Hal Yang Berhubungan Dengan Masalah -
Masalah Politik
Apabila suatu negara mulai membangun, sangat mutlak untuk meluaskan arena
diskusi politik. Masyarakat biasa juga membutuhkan pengetahuan tentang politik
nasional, sehingga mereka mampu membentuk pendapatnya dan pada saat yang tepat
bertindak sesuai dengan pendapat mereka.
Mass Media
Mampu Mengenalkan Norma - Norma Sosial
Media memberitahukan hal - hal yang serius yang harus diketahui
masyarakat. Apabila norma - norma sosial baru tidak diketahui umum sebagaimana
halnya di negara - negara sedang berkembang, maka sebagian tugas media adalah
memperluas serta mengenalkan norma - norma tersebut.
Mass Media
Mampu Menumbuhkan Selera
Kekuatan utama media terletak pada kemampuan mereka mempercepat proses
keintiman antara pelaku dalam media dengan masyarakat, sehingga berpengaruh
dalam pembentukan selera.
Mass Media
Mampu Merubah Sikap yang Lemah menjadi Sikap yang Lebih Kuat
Perubahan dilakukan dengan merubah pengaruh pemuka masyarakat sehingga
perubahan akan melibatkan seluruh kebiasaan - kebiasaan serta kepercayaan -
kepercayaan, maka dituntutlah anggota masyarakat. Dalam keadaan semacam ini
media hanya berperang secara tidak langsung.
Mass Media
Sebagai Pendidik
Banyak hal yang membuktikan peranan media baik didalam maupun diluar
kelas sebagai alat pendidikan. Di tempat dimana sekolah dan guru langka
jumlahnya, media membuktikan kemampuannya memikul sebagian besar tugas
pendidikan, terutana dibidang pendidikan orang - orang dewasa serta
pemberantasan buta huruf.
Selain itu
media sangat membantu latihan - latihan teknik dan industri serta latihan -
latihan guru. Tidak ada kesangsian mengenai potensi media sebagai pendidik.
Buku - buku teks, radio, film telah membuktikan hal tersebut.
Situasi Media
di Dunia Berdasarkan Generasinya
Media
generasi pertama
Peta, tulisan - tulisan ini, gambar - gambar, pameran, model - model,
kapur tulis dan sebagainya merupakan media pendidikan generasi pertama. Karena
tidak membutuhkan mesin - mesin. Ataupun listrik dalam penggunaannya.
Media
generasi kedua
Buku - buku teks tercetak, buku - buku kerja dan sebagainya yang
penerbitannya banyak bergantung pada mesin cetak, sehingga mampu
mengkomunikasikan secara mudah dan murah apa yang ditulis atau digambar
pengarangnya merupakan media generasi kedua.
Media
generasi ketiga
Fotografi, slider, film, rekaman, radio, televisi yang bergantung pada
pemanfaatan mesin - mesin dalam proses komunikasinya melalui penglihatan dan
pendengaran, atau penglihatan saja dan pendengaran saja, merupakan media
generasi ketiga.
Media
generasi keempat
Laboratorium bahasa, penggunaan. Komputer yang proses komunikasinya
bergantung pada komunikasi antara manusia dan mesin merupakan media generasi
keempat. Laboratorium bahasa yang memungkinkan seorang pelajar mempelajari
bahasa secara mudah dan dengan keahlian, mulai juga digunakan di negara -
negara berkembang. Penggunaan komputer bagi tujuan - tujuan pendidikan telah
banyak dilakukan oleh negara - negara industri.
Syed Rahim
Pendekatan -
Pendekatan Komunikasi Dalam Pembangunan Desa
Syed Rahim menekankan pentingnya dalam peranan komunikasi dalam membantu
pembangunan desa. Menurut Rahim, dikenal 2 arah arus komunikasi dalam
pembangunan desa, yakni pertama arus komunikasi dari atas ( vertikal ) yang
bersumber pada perencanaan pembangunan maupun pejabat daerah. Komunikasi
diantara sesama anggota masyarakat ( horizontal ). Masalahnya adalah, cara
komunikasi mana yang paling efektif bagi pembangunan desa.
Menurut Rahim, berdasarkan pengamatannya terhadap beberapa pendekatan
dalam komunikasi pembangunan, masyarakat maupun pendekatan melalui penyuluhan
adalah cara komunikasi yang paling efektif.
A. Pendekatan
Penyuluhan dan Pembangunan Masyarakat ( The extension and Community Development
Approach )
Pendekatan ini berdasar pada pemikiran - pemikiran yang diambil alih dari
Barat. Pendekatan komunikasi dalam pembangunan masyarakat dapat bercermin pada
program yang dilakukan di India. Pendekatan India berdasarkan pada anggapan
bahwa tingkat buta huruf maupun kemiskinan masyarakat yang tinggi di daerah
pedesaan merupakan tantangan bagi usaha - usaha menggali sumber - sumber
pembangunan.
B. Pendekatan
Ideologis dan Mobilisasi Massa
Dalam setiap tahap arus informasi vertikal, proses komunikasi horizontal
digiatkan melalui forum - forum kritik dan perjuangan. Forum ini merupakan
forum komunikasi antarpribadi yang diikuti oleh kelompok - kelompok kecil dan
berlangsung sangat intensif.
C. Pendekatan
Melalui Mass Media Pendidikan
Dalam pendekatan ini, mass media memegang peranan penting dalam
menyampaikan pesan - pesan tersebut disampaikan melalui sumber informasi yang
terpusat dan dikendalikan oleh suatu organisasi non politis, sedangkan
pelaksana - pelaksananya adalah para profesional.
Pengaruh
Pendekatan - Pendekatan Komunikasi
Untuk mengetahui pengaruh pendekatan - pendekatan komunikasi terhadap
pembangunan desa dibutuhkan penelitian yang mendalam. Arus komunikasi
antarpribadi yang didukung oleh peranan mass media, serta keberhasilan dalam
menerapkan teknologi baru dan pemanfaatan sumber - sumber daya setempat,
menyebabkan pembangunan berhasil baik.
Beberapa
Implikasi Penelitian ( Some Research Implication )
1. Tampaknya
beberapa faktor politik dan kelembagaan sangat memengaruhi pola dan efektivitas
strategi komunikasi dalam pembangunan desa.
2. Diperlukan
konsepsi dan pengertian yang tegas mengenai fungsi - fungsi komunikasi
pembangunan serta corak - coraknya.
3. Negara -
negara sedangkan berkembang membutuhkan juga inovasi - inovasi dalam sistem
komunikasi antar pribadi dan cara - cara mengkaitkan mass media dengan saluran
tersebut.
4. Perlu
diadakan studi perbandingan yang khusus mengenai berbagai pendekatan
komunikasi, sehingga dapat dicarikan patokan - patoka tertentu dalam rangka
usaha mencari sistem komunikasi tepat guna bagi kepentingan pembangunan
masyarakat desa tertentu.
Bryant E.
Kearl
Komunikasi
Untuk Pembangunan Pertanian
Salah satu aspek dalam pembangunan pertanian pedesaan adalah kebutuhan
untuk meningkatkan produksi pangan bagi kepentingan penduduk yang jumlahnya
senantiasa meningkat.
Dalam tulisan ini Professor Bryant
Kearl mengungkapkan bagaimana cara – cara yang dilakukan komunikasi dalam
merubah strategi pembangunan pertanian.
The Difusion
Model
Model difusi merupakan pandangan yang pertama kali diterima secara luas
tentang bagaimana pembangunan pertanian dilakukan dan bagaimana dapat
dikembangkan. Pengertian – pengertian ini memungkinkan timbulnya pertanyaan
yang menyangkut ciri – ciri masing – masing golongan.
Model difusi sangat menekankan pada proses komunikasi, baik yang
menyangkut informasi yang dibutuhkan untuk menilai dan menerapkan inovasi
maupun pesan – pesan yang direncanakan untuk meningkatkan kesiapan petani
menghadapi setiap perubahan.
Keterbatasan lain dari model difusi klasik adalah peranannya yang kecil
dalam menerima umpan balik. Misalnya, seorang petani menolak pembaharuan karena
pesannya tidak cukup jelas dan meyakinkan, atau kerena petani itu “tidak
progresif”. Umpan balik ditujukan untuk melakukan modifikasi umpan balik yang
timbul akibatnya dilancarkan pesan – pesan komunikasi.
Keterbatasan terakhir tetapi yang terutama dari model difusi dapat
dilihat pada keterikatannya pada mass media. Hal ini dapat dilepaskan dari sejarah
pertumbuhannya.
“The Package
Programs Model”
The package program model ini telah
banyak digunakan dalam berbagai bentuknya di negara – negara sedang berkembang.
Salah satu kelebihan dari “package” adalah bahwa pendekatan itu sendiri
merupakan alat komunikasi untuk menarik perhatian para birokrat, usahawan,
ilmiawan, dan pihak – pihak yang membutuhkan kerjasamanya.
The Induced
Innovation Model
Analisa ini berguna untuk
menerangkan mengapa petani – petani yang berpenghasilan rendah dan buruh – buruh
yang tidak mempunyai tanah tidak selalu dilayani dengan baik oleh perubahan –
perubahan yang disebabkan oleh pasar, teknologi maupun lembaga – lembaga. Sebab
ada negara yang persentase penduduk pedesaannya kecil sekali terlibat dalam
ekonomi pasar, sedangkan negara – negara yang paling maju dalam pembangunan
adalah negara – negara di mana persentase ini paling besar.
Menuju Model
– Model Komunikasi Yang Lebih Baik
Paling tidak, pembangunan mulai
dilihat sebagai suatu proses pemecahan masalah yang lestari dimana kebutuhan –
kebutuhan mereka yang menghadapi masalah itu disampaikan dan dikomunikasikan
pada ahli – ahli yang menguasai sumber – sumber pengetahuan atau penelitian
untuk disumbangkan.
Akhirnya, media komunikasi yang tangguh dan bersifat mandiri serta
mempunyai sifat lokal seperti surat kabar desa, publikasi desa, stasiun
pemancar radio lokal, dan sebagainya. Jika masyarakat percaya bahwa pesan –
pesan yang mengalir dari atas kebawah, tenaga dan dana yang ada hartus
digunakan untuk menyebarluaskan keterampilan – keterampilan komunikasi, sumber
– sumber, dana pengendalian.
Fakta – fakta menunjukkan bahwa fungsi – fungsi komunikasi yang penting,
terutama dalam pembangunan pertanian, tidak dapat dilaksanakan oleh media
nasional atau regional semata – mata.
Daniel Lerner
Teknologi,
Komunikasi dan Pembangunan
Dalam tulisan ini Lerner salah
seorang yang terkenal dalam bidang komunikasi menggambarkan betapa cepatnya
kemajuan teknologi dalam mempengaruhi pembangunan di dunia. Ia menegaskan bahwa
pemanfaatan komunikasi modern telah mempercepat proses sejarah dan proses
mobilisasi mass di berbagai negara.
Dengan perkembangan satelit
komunikasi dalam sepuluh tahun terakhir ini, menurut Lerner, hal ini
menyebabkan lebih mudah dan lebih cepat dirangsangnya pembangunan desa sehigga
tingkat kehidupan masyarakat desa dapat dinaikkan.
Pola – Pola
Pembangunan : Timur Barat
Sebagian besar dari percepatan
sejarah yang terjadi baik di Timur maupun di Barat dimulai dan didorong oleh
teknologi baru. Teknologi komunikasi memainkan peranan utama dapat dianggap
sebagai sektor nomor satu seperti yang dikatakan Rostow tabel I menunjukkan
percepatan sejarah yang terjadi dengan berperannya teknologi komunikasi selama
lima abad terakhir ini.
Dalam konteks ini urbanisasi di
negara – negara berkembang tak dapat diharapkan memainkan peranan yang
mendorong modernisasi seperti yang yang telah terjadi di Barat.
Proses
Modernisasi di Negara – Negara Berkembang Berlangsung dalam 3 Tahap
Kita semua sependapat bahwa pola
perkembangan tidaklah seragam di negara – negara sedang berkembang. Kenyataan
menunjukkan bahwa variasi – variasi kekhususan budaya mutlak penting bagi kita
untuk dapat memahami sepenuhnya proses perkembangan tersebut. Namun ada pola –
pola yang sama dalam proses – proses perkembangan di negara – negara sedang
berkembang selama seperempat abad ini. Pola – pola ini terwujud dalam 3 tahap :
1. Harapan – harapan yang meningkat, 2. Kekecewaan – kekecewaan yang meningkat,
dan 3. Pengambilan kekuasaan oleh Angkatan Bersenjata.
Tahap I :
harapan – harapan yang meningkat ( Rising expectation )
Istilah
revolusi harapan – harapan meningkat sudah tidak asing lagi bagi kita. Pada
awal dekade pembangunan, sekitar tahun lima puluhan, harapan – harapan
meningkat, dianggap sebagai hal yang baik di mana – mana setidak – tidaknya
oleh para pemikir, perencana dan aktivis pembangunan Barat. Mereka percaya bila
harapan – harapan orang semakin meningkat, maka usaha – usaha merekapun
meningkat pula. Hal ini merupakan kesimpulan dari pengalaman Barat, dimana
meningkatnya usaha dan pembangunan – pembangunan serta meningkatnya
produktivitas.
Tahap II :
kekecewaan – Kekecewaan yang meningkat ( rising frustation )
Karena prestasi – prestasi mereka
terutama dalam pengembangan ekonomi sangat jauh dari apa yang mereka harapkan,
banyak penduduk di negara – negara sedang berkembang kehilangan harapan dan
masuk ke tahap kedua, yaitu mengalami kekecewaan yang meningkat, hal ini
disebabkan karena penduduk tidak memperoleh apa yang mereka inginkan, yaitu apa
yang telah didengungkan – dengungkan oleh pemimpin kharismatik mereka sendiri
melalui strategi komunikasi yang salah.
Tahap III :
pengambilalihan Kekuasaan oleh Angkatan Bersenjata ( Military takeover )
Reaksi terhadap kekecewaan, yaitu
agresi, merupakan penghalang serius bagi pembangunan di negara – negara sedang
berkembang di akhir – akhir ini. Agresi tidak saja memboroskan sumber kekayaan
yang langka, namun seringkali juga menghancurkan mereka. Reaksi agresif
terhadap kekecewaan tersebut telah mengubah tuntutan dalam bidang ekonomi
menjadi tuntutan – tuntutan politis yang tidak sesuai dengan kemampuan bangsa
sedang berkembang. Apa yang biasanya diinginkan orang haruslah dihasilkan oleh
sektor – sektor ekonomi dalam masyarakat.
Dalam sejarah
negara – negara yang sedang berkembang akhir – akhir ini, agregasi – agregasi (
pengelompokan – pengelompokan ) politis semacam itu sering dibentuk dan
dipimpin oleh suatu koalisi inovasi kaum Cendikiawan ( termasuk wartawan dan mahasiswa ), kader –
kader partai, dan buruh – buruh industri di kota – kota ( termasuk penganggur
). Dalam proses ini, komunikasi telah memainkan suatu peranan penting, suatu
peranan yang pasti akan bertambah penting dalam bertahun – tahun mendatang.
Teknologi
Komunikaasi dan Perubahan Sosial Mendatang
Wilbur Schramm mengatakan bahwa 10
tahun yang akan datang ini akan merupakan Dekade Satelit. Satelit – satelit
komunikasi dirancang untuk menghasilkan efek ganda terhadap penybaran media
massa, telekomunikasi , dan transmisi data ( misalnya : sistem managemen dengan
data yang diolah komputer ). Karena itu bermanfaat juga kiranya meninjau
kembali dengan singkat kedudukan satelit komunikasi sekarang ini
memperhitungkan kemajuan mereka dalam 10 tahun mendatang dan sebelum kita
meramalkan pengaruh mereka terhadap perubahan sosial di dunia ini.
Kedudukan
Satelit Masa Kini : Suatu Tinjauan Singkat
Selama 10 tahun terakhir ini Amerika
Serikat telah membuat kemajuan – kemajuan besar dalam mengembangkan dan
mempergunakan satelit – satelit komunikasi stasioner. Satelit – sateliit ini di
tempatkan di ketinggian 22.300 mil di atas khatulistiwa. Kedudukan ini
memungkinkan satelit – satelit tersebut mempertahankan tingkat kecepatan
orbitnya sehingga mereka dapat terus – menerus menghu8bungi daerah yang sama di
permukaan bumi – karena itulah satelit – satelit ini dinamakan satelit –
satelit stasioner.
Prospek –
prospek bagi Masa Depan : Suatu Tinjauan Singkat
Disamping satelit – satelit ini
terdapatlah teknologi komunikasi spi-noff yang setiap tahunnya semakin bertambah
jumlahnya meningkat mutunya. Sementara semua negara maju sibuk mengadakan
pembaharuan di bidang elektronik, Jepang mungkin telah muncul sebagai produsen perlengkapan
komunikasi yang sangat menonjol dalam 10 tahun terakhir ini.
Hal ini menunjukkan bahwa
perkembangan – perkembangan masa depan tidaklah terbatas pada bidang pendidikan
semata – mata, meskipun pendidikan
memang penting.
Harapan –
Harapan Masa Mendatang
Perkiraan kemasa depan semacam ini
sangat dibutuhkan oleh negara – negara sedang berkembang agar dapat diimbangi
percepatan sejarah maupun mobilisasi masssa yang melanda negara – negara
tersebut. Strategi padat karya ( labor intensive strategy ) yang diperkenalkan
oleh Prof. Harry Oshima merupakan contoh yang tepat bagi kebijaksanaan yang
didasarkan pada perkiraan kedepan. Strategi ini akan mengurangi arus urbanisasi
dan pengangguran di daerah pedesaan, dengan demikian diharapkan dapat
meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.









0 komentar:
Posting Komentar