Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN T15



PERANAN DAN BANTUAN MASS MEDIA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL
Muhammad Fadli Al Fudhail

Dalam artikel ini Wilbur Schramm menguraikan secara tepat, peranan mass dalam pembangunan nasional. Ada tugas atau peranan yang dapat dilakukan mass media dalam pembangunan nasional, ada yang tidak. Peranan utama yang dapat dilakukan mass media dalam pembangunan adalah membantu memperkenalkan perubahan sosial. Mass media dapat dimanfaatkan untuk merangsang. Proses pengambilan keputusan, memperkenalkan usaha modernisasi, serta menyampaikan pada masyarakat program pembangunan nasional.
Menurut Schramm mass media tidak dapat berperan secara langsung, melainkan harus didukung oleh komunikasi antara pribadi supaya pesan - pesan yang disampaikannya dapat diterima dengan baik. Schramm juga menunjukkan lebih jauh keterbatasan yang ada pada mass media dalam menjalankan peranannya bagi kepentingan pembangunan nasional.

Timbulnya Perubahan Sosial
Peningkatan jumlah radio, surat kabar dan film secara kualitatif, ternyata tidak selalu diikuti oleh meningkatnya perubahan sosial. Sekalipun pesan - pesan pembangunan diperbanyak melalui saluran - saluran komunikasi tersebut, ternyata hal ini tidak cukup merangsang perubahan. Selain itu menggabungkan siaran radio dengan kegiatan - kegiatan kelompok pendengar dalam forum pembangunan pedesaan terbukti sangat membantu dalam merangsang proses perubahan.
Peranan mass media dalam pembangunan nasional adalah sebagai agen pembaru ( agent of social change ). Letak peranannya adalah dalam hal membantu mempercepat proses peralihan masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat modern. Khususnya peralihan dari kebiasaan yang menghambat pembangunan ke arah sikap baru yang tanggap terhadap pembaharuan demi pembangunan. Jenis perubahan yang diinginkan oleh sebagian besar bangsa - bangsa adalah perubahan yang lebih cepat daripada perubahan sejarah, lebih lunak daripada proses perubahan yang dipaksakan. Pembangunan diharapkan terlaksana secara sukarela dimana setiap individu. Pertama, penduduk harus disadarkan akan arti penting suatu perubahan yang tak mungkin terwujud dengan mengandalkan kebiasaan dan sikap sekarang. Kedua, perubahan itu harus ditunjang dengan sikap - sikap yang dekat sekali dengan usaha pemenuhan kebutuhan.

Kaitan Budaya
Organisasi sosial adalah suatu kesatuan masyarakat yang berhubungan satu sama lain, perubahan dari suatu bagan akan menimbulkan perubahan di bagian lain, suatu perubahan pada setiap aspek dari sikapnya. Oleh sebab itu, berbicara soal perubahan sosial, kita harus berbicara mengenai perubahan apa yang dibawa bagi seluruh masyarakat. Tentang itu Margaret Mead ( ahli budaya ) mengatakan : "sebagian besar waktu maupun tenaga mereka tersita untuk upacara - upacara, kebiasaan magis serta kebiasaan agama lainnya...". Pada masyarakat tradisional biasanya pertanian merupakan totalitas mereka, namun agama dan pertanian juga tidak dapat dipisahkan.

Hubungan Antarkelompok
Alasan lain yang membuat perubahan sosial demikian kompleksnya adalah keharusan untuk memperhitungkan hubungan antarkelompok. Norma - norma yang dipegang oleh masyarakat terutama yang menyangkut kepercayaan pada agama, khususnya fatalisme dan ketidakmampuan manusia menguasai alam, anggapan tabu membunuh makhluk hidup sekalipun ini merugikan kesehatan dan tanaman, disamping keenganan bekerjakeras serta kebiasaan berhutang demi kepentingan upacara perkawinan maupun pemberian hadiah - hadiah, merupakan hambatan pembangunan.
Kurt Lewin telah melakukan percobaan dalam rangka usaha membujuk masyarakat melakukan perubahan - perubahan yang sebelumnya ditolak oleh mereka ( 1940 ).

Modernisasi Tenaga - Tenaga Kerja
Perubahan sosial menuntut dalam tingkat tertentu adanya keahlian - keahlian khusus yang harus dididik. Bagi masyarakat negara - negara sedang berkembang yang sedang membangun teknologinya, sulit sekali untuk mendapatkan keahlian yang dituntut pembangunan dengan segera. Apabila radio disebarluaskan di desa - desa, terjadi kelangkaan ahli - ahli teknik yang mampu mereparasi radio tersebut.

Implikasi Bagi Mass Media
Mass media tidak kurang berperan apabila digunakan tanpa pengetahuan yang cukup mengenai budaya setempat dimana pembaharuan akan dilakukan. Efisiensi pembangunan media bagi pembangunan sosial ekonomi menuntut sifat "lokal" bagi acara siaran - siarannya. Tugas komunikasi dalam perubahan sosial dan dalam rangka pembangunan nasional terdiri atas 3 bagian.
Pertama, menyampaikan informasi pada masyarakat mengenai pembangunan nasional, perhatian harus dipusatkan pada kebutuhan akan perubahan.
Kedua, memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif dalam proses pengambilan keputusan.
Ketiga, tenaga - tenaga kerja yang dibutuhkan harus dididik.
Apabila tuga komunikasi berjalan sesuai dengan fungsi pengambilan keputusan dan fungsi mendidik maka usaha komunikasi akan berhasil baik.

Hal - Hal Yang Dapat Dilakukan Media
Orang - orang hidup dalam suatu masyarakat dimana media telah berperan sebagai bagian dari kehidupan mereka, sering melupakan bahwa banyak pelajaran yang mereka peroleh lewat media. Tatkala surat kabar mulai dikenal, media ini berperan sebagai sumber berita utama bagi peristiwa - peristiwa dunia. Seluruh generasi manusia membentuk pendapat mereka tentang masalah - masalah dunia sebagai hasil dari apa yang mereka pelajari selain melalui surat kabar juga melalui media, film, televisi dan majalah - majalah.

Mass Media Dapat Memperluas Cakrawala Pemikiran
Banyak orang yang hidup dalam masyarakat tradisional menganggap seolah - olah media memiliki kekuatan gaib pada waktu mereka pertama kali mengenal media. Media memiliki kekuatan gaib karena kemampuannya membuat seseorang melihat dan mengetahui tempat - tempat yang belum pernah dikunjunginya serta mengenal orang - orang yang belum pernah ditemuinya. Sekalipun pengaruh gaib media mulai berkurang, namun media tetap mampu membantu masyarakat negara berkembang mengenal kehidupan masyarakat lain sehingga mereka memperoleh pandangan baru dalam hidupnya.

Mass Media Dapat Memusatkan Perhatian
Masyarakat tradisional yang bergerak kearah modernisasi juga mulai menggantungkan pengetahuannya pada mass media. Akibatnya, pemikiran - pemikiran tentang apa yang penting, berbahaya, apa yang menarik dan sebagainya, umumnya berasal dari media.
Melalui media, seorang pemuka masyarakat akan mampu menyebarluaskan gagasan - gagasan mereka tentang pembangunan pada setiap masyarakat sehingga masyarakat memperoleh kesempatan untuk memikirkan serta mendiskusikan gagasan - gagasan tersebut.

Mass Media Mampu menumbuhkan Aspirasi
Media mampu menumbuhkan aspirasi sebagaimana dinyatakan oleh Daniel Lerner ketika radio Cairo menjangkau desa - desa terpencil, " melalui aspirasi - aspirasi pribadi yang ditumbuhkan, hampir seluruh ide dapat diwujudkan karena didukung masyarakat. Disuatu desa Mesir, Lerner menyatakan, pada saat pemerintah mengenalkan radio pada masyarakat, tidak ada yang berubah, kecuali tuntutan - tuntutan mereka.

Media Mampu Menciptakan suasana Membangun
Kita dapat menyimpulkan bahwa melalui peranan media menyebarluaskan informasi pada masyarakat negara berkembang ia dapat memperluas cakrawala pemikiran serta membangun empati, memusatkan perhatian pada persoalan - persoalan serta tujuan - tujuan pembangunan, menumbuhkan aspirasi pribadi serta bangsa, semuanya ini dapat dilaksanakan sendiri oleh media.

Mass Media Mampu Mengembangkan Diaolog Tentang Hal - Hal Yang Berhubungan Dengan Masalah - Masalah Politik
Apabila suatu negara mulai membangun, sangat mutlak untuk meluaskan arena diskusi politik. Masyarakat biasa juga membutuhkan pengetahuan tentang politik nasional, sehingga mereka mampu membentuk pendapatnya dan pada saat yang tepat bertindak sesuai dengan pendapat mereka.

Mass Media Mampu Mengenalkan Norma - Norma Sosial
Media memberitahukan hal - hal yang serius yang harus diketahui masyarakat. Apabila norma - norma sosial baru tidak diketahui umum sebagaimana halnya di negara - negara sedang berkembang, maka sebagian tugas media adalah memperluas serta mengenalkan norma - norma tersebut.

Mass Media Mampu Menumbuhkan Selera
Kekuatan utama media terletak pada kemampuan mereka mempercepat proses keintiman antara pelaku dalam media dengan masyarakat, sehingga berpengaruh dalam pembentukan selera.

Mass Media Mampu Merubah Sikap yang Lemah menjadi Sikap yang Lebih Kuat
Perubahan dilakukan dengan merubah pengaruh pemuka masyarakat sehingga perubahan akan melibatkan seluruh kebiasaan - kebiasaan serta kepercayaan - kepercayaan, maka dituntutlah anggota masyarakat. Dalam keadaan semacam ini media hanya berperang secara tidak langsung.

Mass Media Sebagai Pendidik
Banyak hal yang membuktikan peranan media baik didalam maupun diluar kelas sebagai alat pendidikan. Di tempat dimana sekolah dan guru langka jumlahnya, media membuktikan kemampuannya memikul sebagian besar tugas pendidikan, terutana dibidang pendidikan orang - orang dewasa serta pemberantasan buta huruf.
Selain itu media sangat membantu latihan - latihan teknik dan industri serta latihan - latihan guru. Tidak ada kesangsian mengenai potensi media sebagai pendidik. Buku - buku teks, radio, film telah membuktikan hal tersebut.

Situasi Media di Dunia Berdasarkan Generasinya

Media generasi pertama
Peta, tulisan - tulisan ini, gambar - gambar, pameran, model - model, kapur tulis dan sebagainya merupakan media pendidikan generasi pertama. Karena tidak membutuhkan mesin - mesin. Ataupun listrik dalam penggunaannya.
Media generasi kedua
Buku - buku teks tercetak, buku - buku kerja dan sebagainya yang penerbitannya banyak bergantung pada mesin cetak, sehingga mampu mengkomunikasikan secara mudah dan murah apa yang ditulis atau digambar pengarangnya merupakan media generasi kedua.
Media generasi ketiga
Fotografi, slider, film, rekaman, radio, televisi yang bergantung pada pemanfaatan mesin - mesin dalam proses komunikasinya melalui penglihatan dan pendengaran, atau penglihatan saja dan pendengaran saja, merupakan media generasi ketiga.
Media generasi keempat
Laboratorium bahasa, penggunaan. Komputer yang proses komunikasinya bergantung pada komunikasi antara manusia dan mesin merupakan media generasi keempat. Laboratorium bahasa yang memungkinkan seorang pelajar mempelajari bahasa secara mudah dan dengan keahlian, mulai juga digunakan di negara - negara berkembang. Penggunaan komputer bagi tujuan - tujuan pendidikan telah banyak dilakukan oleh negara - negara industri.

Syed Rahim
Pendekatan - Pendekatan Komunikasi Dalam Pembangunan Desa
Syed Rahim menekankan pentingnya dalam peranan komunikasi dalam membantu pembangunan desa. Menurut Rahim, dikenal 2 arah arus komunikasi dalam pembangunan desa, yakni pertama arus komunikasi dari atas ( vertikal ) yang bersumber pada perencanaan pembangunan maupun pejabat daerah. Komunikasi diantara sesama anggota masyarakat ( horizontal ). Masalahnya adalah, cara komunikasi mana yang paling efektif bagi pembangunan desa.
Menurut Rahim, berdasarkan pengamatannya terhadap beberapa pendekatan dalam komunikasi pembangunan, masyarakat maupun pendekatan melalui penyuluhan adalah cara komunikasi yang paling efektif.

A. Pendekatan Penyuluhan dan Pembangunan Masyarakat ( The extension and Community Development Approach )
Pendekatan ini berdasar pada pemikiran - pemikiran yang diambil alih dari Barat. Pendekatan komunikasi dalam pembangunan masyarakat dapat bercermin pada program yang dilakukan di India. Pendekatan India berdasarkan pada anggapan bahwa tingkat buta huruf maupun kemiskinan masyarakat yang tinggi di daerah pedesaan merupakan tantangan bagi usaha - usaha menggali sumber - sumber pembangunan.

B. Pendekatan Ideologis dan Mobilisasi Massa
Dalam setiap tahap arus informasi vertikal, proses komunikasi horizontal digiatkan melalui forum - forum kritik dan perjuangan. Forum ini merupakan forum komunikasi antarpribadi yang diikuti oleh kelompok - kelompok kecil dan berlangsung sangat intensif.

C. Pendekatan Melalui Mass Media Pendidikan
Dalam pendekatan ini, mass media memegang peranan penting dalam menyampaikan pesan - pesan tersebut disampaikan melalui sumber informasi yang terpusat dan dikendalikan oleh suatu organisasi non politis, sedangkan pelaksana - pelaksananya adalah para profesional.

Pengaruh Pendekatan - Pendekatan Komunikasi
Untuk mengetahui pengaruh pendekatan - pendekatan komunikasi terhadap pembangunan desa dibutuhkan penelitian yang mendalam. Arus komunikasi antarpribadi yang didukung oleh peranan mass media, serta keberhasilan dalam menerapkan teknologi baru dan pemanfaatan sumber - sumber daya setempat, menyebabkan pembangunan berhasil baik.

Beberapa Implikasi Penelitian ( Some Research Implication )
1. Tampaknya beberapa faktor politik dan kelembagaan sangat memengaruhi pola dan efektivitas strategi komunikasi dalam pembangunan desa.
2. Diperlukan konsepsi dan pengertian yang tegas mengenai fungsi - fungsi komunikasi pembangunan serta corak - coraknya.
3. Negara - negara sedangkan berkembang membutuhkan juga inovasi - inovasi dalam sistem komunikasi antar pribadi dan cara - cara mengkaitkan mass media dengan saluran tersebut.
4. Perlu diadakan studi perbandingan yang khusus mengenai berbagai pendekatan komunikasi, sehingga dapat dicarikan patokan - patoka tertentu dalam rangka usaha mencari sistem komunikasi tepat guna bagi kepentingan pembangunan masyarakat desa tertentu.


Bryant E. Kearl
Komunikasi Untuk Pembangunan Pertanian
Salah satu aspek dalam pembangunan pertanian pedesaan adalah kebutuhan untuk meningkatkan produksi pangan bagi kepentingan penduduk yang jumlahnya senantiasa meningkat.
            Dalam tulisan ini Professor Bryant Kearl mengungkapkan bagaimana cara – cara yang dilakukan komunikasi dalam merubah strategi pembangunan pertanian.

The Difusion Model
Model difusi merupakan pandangan yang pertama kali diterima secara luas tentang bagaimana pembangunan pertanian dilakukan dan bagaimana dapat dikembangkan. Pengertian – pengertian ini memungkinkan timbulnya pertanyaan yang menyangkut ciri – ciri masing – masing golongan.
Model difusi sangat menekankan pada proses komunikasi, baik yang menyangkut informasi yang dibutuhkan untuk menilai dan menerapkan inovasi maupun pesan – pesan yang direncanakan untuk meningkatkan kesiapan petani menghadapi setiap perubahan.
Keterbatasan lain dari model difusi klasik adalah peranannya yang kecil dalam menerima umpan balik. Misalnya, seorang petani menolak pembaharuan karena pesannya tidak cukup jelas dan meyakinkan, atau kerena petani itu “tidak progresif”. Umpan balik ditujukan untuk melakukan modifikasi umpan balik yang timbul akibatnya dilancarkan pesan – pesan komunikasi.
Keterbatasan terakhir tetapi yang terutama dari model difusi dapat dilihat pada keterikatannya pada mass media. Hal ini dapat dilepaskan dari sejarah pertumbuhannya.

“The Package Programs Model”
            The package program model ini telah banyak digunakan dalam berbagai bentuknya di negara – negara sedang berkembang. Salah satu kelebihan dari “package” adalah bahwa pendekatan itu sendiri merupakan alat komunikasi untuk menarik perhatian para birokrat, usahawan, ilmiawan, dan pihak – pihak yang membutuhkan kerjasamanya.

The Induced Innovation Model
            Analisa ini berguna untuk menerangkan mengapa petani – petani yang berpenghasilan rendah dan buruh – buruh yang tidak mempunyai tanah tidak selalu dilayani dengan baik oleh perubahan – perubahan yang disebabkan oleh pasar, teknologi maupun lembaga – lembaga. Sebab ada negara yang persentase penduduk pedesaannya kecil sekali terlibat dalam ekonomi pasar, sedangkan negara – negara yang paling maju dalam pembangunan adalah negara – negara di mana persentase ini paling besar.

Menuju Model – Model Komunikasi Yang Lebih Baik
            Paling tidak, pembangunan mulai dilihat sebagai suatu proses pemecahan masalah yang lestari dimana kebutuhan – kebutuhan mereka yang menghadapi masalah itu disampaikan dan dikomunikasikan pada ahli – ahli yang menguasai sumber – sumber pengetahuan atau penelitian untuk disumbangkan.
Akhirnya, media komunikasi yang tangguh dan bersifat mandiri serta mempunyai sifat lokal seperti surat kabar desa, publikasi desa, stasiun pemancar radio lokal, dan sebagainya. Jika masyarakat percaya bahwa pesan – pesan yang mengalir dari atas kebawah, tenaga dan dana yang ada hartus digunakan untuk menyebarluaskan keterampilan – keterampilan komunikasi, sumber – sumber, dana pengendalian.
Fakta – fakta menunjukkan bahwa fungsi – fungsi komunikasi yang penting, terutama dalam pembangunan pertanian, tidak dapat dilaksanakan oleh media nasional atau regional semata – mata.

Daniel Lerner
Teknologi, Komunikasi dan Pembangunan
            Dalam tulisan ini Lerner salah seorang yang terkenal dalam bidang komunikasi menggambarkan betapa cepatnya kemajuan teknologi dalam mempengaruhi pembangunan di dunia. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan komunikasi modern telah mempercepat proses sejarah dan proses mobilisasi mass di berbagai negara.
            Dengan perkembangan satelit komunikasi dalam sepuluh tahun terakhir ini, menurut Lerner, hal ini menyebabkan lebih mudah dan lebih cepat dirangsangnya pembangunan desa sehigga tingkat kehidupan masyarakat desa dapat dinaikkan.
Pola – Pola Pembangunan : Timur Barat
            Sebagian besar dari percepatan sejarah yang terjadi baik di Timur maupun di Barat dimulai dan didorong oleh teknologi baru. Teknologi komunikasi memainkan peranan utama dapat dianggap sebagai sektor nomor satu seperti yang dikatakan Rostow tabel I menunjukkan percepatan sejarah yang terjadi dengan berperannya teknologi komunikasi selama lima abad terakhir ini.
            Dalam konteks ini urbanisasi di negara – negara berkembang tak dapat diharapkan memainkan peranan yang mendorong modernisasi seperti yang yang telah terjadi di Barat.

Proses Modernisasi di Negara – Negara Berkembang Berlangsung dalam 3 Tahap
            Kita semua sependapat bahwa pola perkembangan tidaklah seragam di negara – negara sedang berkembang. Kenyataan menunjukkan bahwa variasi – variasi kekhususan budaya mutlak penting bagi kita untuk dapat memahami sepenuhnya proses perkembangan tersebut. Namun ada pola – pola yang sama dalam proses – proses perkembangan di negara – negara sedang berkembang selama seperempat abad ini. Pola – pola ini terwujud dalam 3 tahap : 1. Harapan – harapan yang meningkat, 2. Kekecewaan – kekecewaan yang meningkat, dan 3. Pengambilan kekuasaan oleh Angkatan Bersenjata.
Tahap I : harapan – harapan yang meningkat ( Rising expectation )
Istilah revolusi harapan – harapan meningkat sudah tidak asing lagi bagi kita. Pada awal dekade pembangunan, sekitar tahun lima puluhan, harapan – harapan meningkat, dianggap sebagai hal yang baik di mana – mana setidak – tidaknya oleh para pemikir, perencana dan aktivis pembangunan Barat. Mereka percaya bila harapan – harapan orang semakin meningkat, maka usaha – usaha merekapun meningkat pula. Hal ini merupakan kesimpulan dari pengalaman Barat, dimana meningkatnya usaha dan pembangunan – pembangunan serta meningkatnya produktivitas.
Tahap II : kekecewaan – Kekecewaan yang meningkat ( rising frustation )
            Karena prestasi – prestasi mereka terutama dalam pengembangan ekonomi sangat jauh dari apa yang mereka harapkan, banyak penduduk di negara – negara sedang berkembang kehilangan harapan dan masuk ke tahap kedua, yaitu mengalami kekecewaan yang meningkat, hal ini disebabkan karena penduduk tidak memperoleh apa yang mereka inginkan, yaitu apa yang telah didengungkan – dengungkan oleh pemimpin kharismatik mereka sendiri melalui strategi komunikasi yang salah.
Tahap III : pengambilalihan Kekuasaan oleh Angkatan Bersenjata ( Military takeover )
            Reaksi terhadap kekecewaan, yaitu agresi, merupakan penghalang serius bagi pembangunan di negara – negara sedang berkembang di akhir – akhir ini. Agresi tidak saja memboroskan sumber kekayaan yang langka, namun seringkali juga menghancurkan mereka. Reaksi agresif terhadap kekecewaan tersebut telah mengubah tuntutan dalam bidang ekonomi menjadi tuntutan – tuntutan politis yang tidak sesuai dengan kemampuan bangsa sedang berkembang. Apa yang biasanya diinginkan orang haruslah dihasilkan oleh sektor – sektor ekonomi dalam masyarakat.
Dalam sejarah negara – negara yang sedang berkembang akhir – akhir ini, agregasi – agregasi ( pengelompokan – pengelompokan ) politis semacam itu sering dibentuk dan dipimpin oleh suatu koalisi inovasi kaum Cendikiawan (  termasuk wartawan dan mahasiswa ), kader – kader partai, dan buruh – buruh industri di kota – kota ( termasuk penganggur ). Dalam proses ini, komunikasi telah memainkan suatu peranan penting, suatu peranan yang pasti akan bertambah penting dalam bertahun – tahun mendatang.

Teknologi Komunikaasi dan Perubahan Sosial Mendatang
            Wilbur Schramm mengatakan bahwa 10 tahun yang akan datang ini akan merupakan Dekade Satelit. Satelit – satelit komunikasi dirancang untuk menghasilkan efek ganda terhadap penybaran media massa, telekomunikasi , dan transmisi data ( misalnya : sistem managemen dengan data yang diolah komputer ). Karena itu bermanfaat juga kiranya meninjau kembali dengan singkat kedudukan satelit komunikasi sekarang ini memperhitungkan kemajuan mereka dalam 10 tahun mendatang dan sebelum kita meramalkan pengaruh mereka terhadap perubahan sosial di dunia ini.

Kedudukan Satelit Masa Kini : Suatu Tinjauan Singkat
            Selama 10 tahun terakhir ini Amerika Serikat telah membuat kemajuan – kemajuan besar dalam mengembangkan dan mempergunakan satelit – satelit komunikasi stasioner. Satelit – sateliit ini di tempatkan di ketinggian 22.300 mil di atas khatulistiwa. Kedudukan ini memungkinkan satelit – satelit tersebut mempertahankan tingkat kecepatan orbitnya sehingga mereka dapat terus – menerus menghu8bungi daerah yang sama di permukaan bumi – karena itulah satelit – satelit ini dinamakan satelit – satelit stasioner.

Prospek – prospek bagi Masa Depan : Suatu Tinjauan Singkat
            Disamping satelit – satelit ini terdapatlah teknologi komunikasi spi-noff yang setiap tahunnya semakin bertambah jumlahnya meningkat mutunya. Sementara semua negara maju sibuk mengadakan pembaharuan di bidang elektronik, Jepang mungkin telah muncul sebagai produsen perlengkapan komunikasi yang sangat menonjol dalam 10 tahun terakhir ini.
            Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan – perkembangan masa depan tidaklah terbatas pada bidang pendidikan semata – mata, meskipun pendidikan  memang penting.

Harapan – Harapan Masa Mendatang
            Perkiraan kemasa depan semacam ini sangat dibutuhkan oleh negara – negara sedang berkembang agar dapat diimbangi percepatan sejarah maupun mobilisasi masssa yang melanda negara – negara tersebut. Strategi padat karya ( labor intensive strategy ) yang diperkenalkan oleh Prof. Harry Oshima merupakan contoh yang tepat bagi kebijaksanaan yang didasarkan pada perkiraan kedepan. Strategi ini akan mengurangi arus urbanisasi dan pengangguran di daerah pedesaan, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar