Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

RESUME PUBLIC RELATIONS V


PROSES DAN FUNGSI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Muhammad Fadli Al Fudhail


A.      Pengantar
Persoalan komunikasi yang paling menjadi perhatian adalah bagaimana komunikasi yang dilakukan bisa efektif terhadap orang lain di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Kemampuan komunikasi adalah pengalaman manusia (human experience) yang membedakannya dengan makhluk lain.
Pendapat lainnya juga, “komunikasi adalah pertukaran informasi dari pengirim kepada penerima agar informasi dapat dipahami”. Fraser Seitel menjelaskan bahwasanya secara mendasar  komunikasi adalah pertukaran informasi (exchanging information) mengenai ide, agar dapat dipahami oleh orang lain.

B.       Fungsi dan Tujuan Komunikasi
Harold Koontz menjelaskan, keberadaan komunikasi dalam organisasi atau perusahaan adalah sebagai aktivitas yang terorganisir (organized activity is unified). Fungsi komunikasi dalam perusahaan atau organisasi adalah merubah perilaku (behavior is modified), yang diakibatkan oleh penyampaian informasi yang produktif, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Secara internal tujuan komunikasi dalam organisasi atau perusahaan adalah penting, karena bertujuan:
1.      Menetapkan dan menyampaikan tujuan perusahaan
2.      Mengembangkan perencanaan agar mereka berprestasi
3.      Mengorganisir manusia dan sumber daya dengan secara efisien dan efektif
4.      Menyeleksi, mengembangkan, serta menilai anggota organisasi
5.      Memimpin, mengarahkan, memotivasi, dan menciptakan iklim yang mendukung
6.      Mengawasi pelaksanaan
Harold Koontz menjelaskan hubungan antara proses manajemen (The management process) yaitu: planning, organizing, staffing, leading, dan controlling. Dengan tujuan dan fungsi komunikasi (The purpose and function of communication) yaitu: customers, suppliers, stockholders, governments, community, dan others.
Dari beberapa poin tersebut Harold Koontz menjelaskan komunikasi bukan saja memudahkan fungsi managerial, tetapi juga menghubungkan perusahaan dengan lingkungan eksternalnya.
Fungsi komunikasi dalam organisasi, dapat dikelompokkan kepada dua: 1) fungsi umum dan, 2) fungsi berdasarkan tingkatan organisasi (organizational hierarchy).
Secara umum fungsi komunikasi dalam organisasi, yaitu:
1.      Produksi dan Regulasi (Production and Regulation)
2.      Inovasi (Innovation)
3.      Sosialisasi dan Pelestarian (Socialization and Maintenance)
Pada tingkatan organisasi (organisasi level), dikelompokkan kepada 3 tingkatan, yaitu:
1.      Tingkatan Manajer-Subordinasi, yang meliputi:
1)      Pengarahan pelaksanaan tugas (job instructions)
2)      Perancangan pesan komunikasi/informasi untuk menghasilkan pemahaman dalam pelaksanaan tugas (job rationale)
3)      Memberikan informasi tentang pelaksanaan prosedur organisasi (organizational procedures and practices)
4)      Memberikan umpan balik (feedback) tentang pelaksanaan tugas
5)      Pengarahan tentang misi yang akan dicapai (A sense of mission indoctrination of goals)
2.      Tingkatan Subordinasi, yang meliputi:
1)      Mendukung pengembangan sosio-emosional (socio-emotional) di antara kelompok
2)      Mengkoordinasikan proses bekerja di antara kelompok
3)      Menyebarkan tempat-tempat pengawasan di dalam organisasi

3.      Tingkatan Subordinasi-Manajer, yang meliputi:
1)      Berkomunikasi mengenaidiri, penampilan dan masalah
2)      Berkomunikasi tentang masalah yang dihadapi bersama
3)      Mengetahui keputusan yang seharusnya, dan bagaimana memperolehnya.

C.       Proses Komunikasi
Harold Koontz menjelaskan, terdapat lima faktor atau kondisi yang mempengaruhi proses komunikasi dalam organisasi, yaitu:
1.      Pengiriman pesan (The Sender of message)
2.      Penggunaan saluran komunikasi untuk mengirim pesan (Use of a chanel to transmit the message)
3.      Penerimaan pesan (Receiver of the message)
4.      Gangguan dan umpan balik (Noise and feedback in communication)
5.      Situasi dan faktor pengorganisasian pesan dalam berkomunikasi (Situasional and Organizational factors in communication)

D.      Proses Komunikasi Di Dalam Organisasi
Michele Tolela Myers dan Gail E.Myers dalam buku mereka “By Communication-An Introduction Or-ganizational Approach” menjelaskan mengenai arus informasi dalam organisasi dikelompokkan kepada:
1.      Arus informasi ke bawah (downward communication)
2.      Arus informasi ke atas (upward communication)
3.      Arus informasi mendatar (horizontal communication)
4.      Arus informasi diagonal (diagonal communication)

E.       Jenis Komunikasi
Helen Harding menjelaskan, jenis komunikasi dalam organisasi secara praktis dapat dikelompokkan pada empat hal:
1.      Komunikasi Tulisan (Written Communication)
2.      Komunikasi Lisan (Oral/Aural Communication)
3.      Komunikasi Visual (Visual/Physical Communication)
4.      Telekomunikasi (Telecommnucation/Technological)

F.        Hambatan Komunikasi
Ada beberapa yang menjadi hambatan dalam berkomunikasi:
1.      Ucapan yang tidak bersahabat (unfamiliar accents)
2.      Bahasa tubuh (body langguage)
3.      Latarbelakang pendidikan dan budaya (educational and cultural backgrounds)
Berdasarkan uraian yanga ada, selanjutnya hambatan komunikasi lainnya, adalah:
1.      Kurangnya informasi atau pengetahuan publik.
2.      Tidak dapat memilih dan menjelaskan prioritas.
3.      Tidak menyimak (bukan hanya mendengar, tetapi juga meresapkannya dalam kesadaran diri serta me;ibatkan diri dalam proses komunikasi tersebut).
4.      Tidak memahami sepenuhnya dan tidak mengajukan pertanyaan.
5.      Dalam mengambil keputusan, terlalu menaruh prasangka (hanya berpikir berdasarkan apa yang baik bagi dirinya).
6.      Tidak memahami kebutuhan orang lain.
7.      Tidak memikirkannya dalam-dalam, terlalu cepat menarik kesimpulan.
8.      Kehilangan kesabaran, membiarkan diskusi berubah menjadi ajang debat kusir.
9.      Waktu yang singkat (tidak cukup waktu untuk mempertimbangkan dan memahami cara berpikir orang lain).
10.  Suasana hati yang buruk.

G.      Efektivitas Komunikasi
Wilbur Schramm pada tahun 1971 menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses timbal balik tentang pertukaran lambang/isyarat untuk menginformasikan, menginstruksikan, atau membujuk, agar memperoleh pengertian yang sama anta komunikator dan kontek sosial.
Melalui penjelasan Schramm tersebut, dengan demikian untuk menciptakan komunikasi yang efektif di dalam organisasi atau perusahaan, maka soerang PR harus juga memahami kaitan antara lingkingan sosial (social environment), konteks hubungan (contexts of relationship), dan kerangka referensi (frame of reference) antara seorang PR (encoder) dengan publik (decoder).


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar