PERENCANAAN
PROGRAM KEHUMASAN
Muhammmad Fadli Al Fudhail
Perencanaan harus dilakukan apabila ingin membuat program hubungan
masyarakat, sebab humas mengandung perencanaan komunikasi baik kedalam maupun
ke luar. Meskipun sebenarnya perencanaan program kehumasan adalah tanggung
jawab kepala Biro Humas, tetapi tidak berarti pihak lain tidak bisa memberi ide
untuk kepentingan organisasi. Sebab dengan memberi kesempatan kepada semua
pihak untuk memberi sumbang saran.
Asas Perencanaan
Humas memiliki beberapa tipe perencanaan, diantaranya adalah :
1.
Rencana
jangka panjang yang mungkin menjadi tujuan tetap
2.
Rencana
jangka pendek yang bertujuan menyelesaikan masalah dalam waktu relatif singkat.
3.
Kombinasi
antara rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk menyesuaikan suatu tujuan
tertentu.
Perencanaan humas adalah suatu proses yang berkesinambungan. Ia
senantiasa memerlukan tinjauan agar tindakan yang diambil sesuai dengan aturan
yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan perlu di evaluasi agar dapat
dilakukan perbaikan bila keadaan menghendaki.
Tahap – tahap perencanaan
Frank Jefkins dalam bukunya masing – masing Planned press and
Public Relations dan Marketing and Public Relations Media Planning mengemukakan
suatu model tahapan perencanaan humas yang mencakup penilaian terhadap
situasi,menetapkan tujuan,menetapkan publik yang akan dilayani,penilaian media
dan teknik penggunaannya,anggaran dan evaluasi terhadap hasil – hasil yang
telah dicapai.
Mengenai penjelasan masing – masing tahap dapat diuraikan sebagai
berikut :
1.
Penilaian Situasi
Tanpa mengindahkan model perencanaan humas yang lain, seorang
petugas humas yang profesional terlebih dahulu harus melakukan penilaian
situasi, baik tehadap lingkungan dimana ia berada maupun terhadap lingkungan
yang akan menjadi sasarannya.
Penilaian situasi meliputi kegiatan :
a.
Mengumpulkan
informasi
b.
Menganalisis
masalah
c.
Menentukan
faktor penyebab dan
d.
Mengkaji
kasus yang sama
Melalui informasi – informasi yang berhasil dikumpulkan itu,
barulah seorang petugas humas dapat mengetahui bagaimana pandangan orang
tehadap organisasi.
2.
Menetapkan tujuan
Ada empat faktor yang menyebabkan perlunya tujuan ditetapkan :
a.
Untuk
menetapkan sasaran yang hendak dicapai.
b.
Untuk
mengetahui jangka waktu dan besarnya dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan
tersebut.
c.
Untuk
menentukan prioritas.
d.
Untuk
menyesuaikan sumber daya yang tersedia dengan tujuan yang hendak dicapai.
Seorang petugas humas perlu memahami bahwa setiap usaha yang
dilakukan harus memiliki tujuan yang jelas. Berikut ini beberapa tujuan humas
yang bergerak di bidang pemasaran sebagai berikut :
· Menjalankan kebijaksanaan dan asas perusahaan serta perubahannya.
· Mengatasi kesalahpahaman konsumen.
· Memberi penjelasan secara terus – menerus kepada masyarakat
mengenai kemajuan – kemajuan yang telah dicapai perusahaan.
· Menciptakan kesatuan pengertian mengenai produk yang baru
diluncurkan.
· Memberikan informasi tentang situasi keuangan dan prospek
pengembangan perusahaan sebelum pengeluaran saham.
· Mengatasi prasangka buruk masyarakat terhadap perusahaan dan
produknya.
· Menerima karyawan yang memiliki keterampilan sesuai yang dibutuhkan
perusahaan.
· Mengembangkan relasi dengan perwakilan atau distributor.
· Memelihara hubungan dengan para konsumen.
· Menjadi sponsor dalam berbagai kegiatan sosial.
· Memperkenalkan orang – orang penting yang duduk dalam dewan
komisaris perusahaan untuk memberi kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.
· Ikut serta dalam gerakan pelestarian alam dan lingkungan hidup.
· Memperkenalkan usaha – usaha perusahaan serta memelihara
hubungannya dengan masyarakat sekitar.
· Menciptakan dan memelihara hubungan yang baik antara perusahaan
dengan lembaga – lembaga lainnya seperti partai politik, lembaga konsumen, kelompok
penekan (pressure groups) dan lain sebagainya.
· Membina hubungan dengan dunia industri.
Bagi organisasi sosial maka tujuan yang akan ditetapkan sebaiknya berdasar pada :
a.
Meningkatkan
jumlah anggota.
b.
Meningkatkan
daya mampu organisasi.
c.
Meningkatkan
pemberitaan pers terhadap organisasi
d.
Meningkatkan
jumlah donatur.
e.
Meningkatkan
partisipasi anggota.
f.
Meningkatkan
citra organisasi.
g.
Meningkatkan
bulletin organisasi.
h.
Mengusahakan
bantuan keuangan kepada pihak luar.
i.
Mengadakan
kegiatan pengumpulan dana.
j.
Meningkatkan
hubungan dengan kelompok – kelompok besar.
k.
Meningkatkan
hubungan yang baik dengan kelompok – kelompok masyarakat.
l.
Mengadakan
kegiatan seminar, bengkel kerja dan latihan – latihan keterampilan.
m.
Menciptakan
komunikasi dua arah antara organisasi dengan publiknya.
n.
Mengadakan
penelitian pendapat umum terhadap organisasi.
o.
Menumbuhkan
semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap organisasi di kalangan
karyawan.
Harus diakui bahwa tujuan humas memang kadang – kadang sulit
ditetapkan. Tetapi hal itu harus dilakukan, sebab tanpa tujuan organisasi yang
digerakan ibaratnya sebuah kereta yang berlari tak tahu mau kemana, kecuali
menghabiskan waktu dan tenaga. Karena itu,setiap program humas yang dilakukan
perlu memiliki tujuan yang jelas.
3.
Menetapkan Publik Sasaran yang akan dilayani
Di antara semua tipe publik tidak ada satu pun yang memiliki
kesamaan atau homogenius, terutama bagi suatu bangsa yang terdiri dari berbagai
macam etnik (multi – etinik) seperti Indonesia,Malaysia,dan Filipina. Karena
itu, menetapkan publik sasaran yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
bukanlah pekerjaan mudah.
Beberapa bentuk publik yang menjadi sasaran organisasi, di
antaranya masyarakat setempat (community),karyawan,produser,distributor,pemakai(consumen)
dalam dan luar negeri, masyarakat perbankan dan tokoh – tokoh masyarakat.
Setiap bentuk publik ini dapat dirinci ke dalam beberapa kelompok
kecil.Misalnya pendidikan ada 3 macam publik,yakni pengajar,petugas
administrasi dan mahasiswa. Publik juga dapat ditentukan menurut isu atau
masalah yang dihadapi. Ada publik yang pro dan ada pula publik yang menantang.
Dalam perencanaan program kehumasan, petugas humas perlu
mengidentifikasi publik mana yang perlu dan yang tidak perlu dihubungi? publik
mana yang akan memberikan dukungan dan yang akan menantang program organisasi.
Bagaimana cara dekati publik yang menantang? Adakah publik ini mempunyai
pengaruh di tingkat internasional,nasional dan daerah?Adakah tersedia biaya dan
sumber daya manusia yang terampil serta bahan – bahan lainnya yang perlu
diadakan untuk mncapai tujuan yang ingin dicapai.
4.
Pemilihan Media Komunikasi dan Teknik Pengguanaannya
Pemilihan media dan teknik penggunaannya hanya dapat dilakukan
setelah petugas menetapkan tujuan dan publik sasaran yang ingin dicapai.
Petugas humas perlu mengetahui berapa banyak media yang tersedia. Ia juga harus
memikirkan jenis pesan yang sesuai dengan tipe media yang dipilih. Sebab ada
media yang efektif dengan biaya yang murah untuk mencapai publik tertentu,
tetapi ada juga yang dapat digunakan secara kombinasi dengan media lain untuk
tujuan.
Dalam pemilihan media komunikasi,seorang petugas humas sebelum
membuat keputusan ada baiknya ia dihadapkan pada sejumlah pertanyaan. Misalnya
untuk menyampaikan informasi apakah dilakukan secara lisan atau tertulis,
ataukah kedua – keduanya. Frank Jefkins
dalam bukunya Marketing and PR Media Planning (1974) mengemukakan
suatu cara untuk menilai media dan teknik penggunaannya berdasarkan kelebihan
dan kelemahan media serta biaya yang tepat.
Petugas humas bisa memberi nilai 5 atau -5 masing – masing kepada
faktor kekuatan atau kelemahan seperti berikut :
Sangat baik (+3)
Cukup Baik (+2)
Baik (+1)
Biasa saja (-1)
Kurang baik (-2)
Sangat jelek (-3)
Pemberian nilai pada kategori – kategori ini tergantung kepada
sistem pemberian nilai yang digunakan. Umumnya program kegiatan humas ialah
berusaha mempengaruhi pendapat umum. Ini dapat dilakukan dengan ide – ide
informasi yang ditujukan kepada publik. Dalam proses penyampaian ide, maka cara
yang perlu dilakukan seorang petugas humas ialah menarik ide – ide dasar yang
ingin disampaikan itu kepada publik.
Pemilihan waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu informasi,
merupakan hal penting yang perlu mendapat perhatian bagi petugas humas.
Ada dua tingkatan waktu yang perlu dipikirkan.
a.
Waktu
yang tepat untuk suatu program.
b.
Urutan
program.
Petugas humas harus dapat memikirkan urutan program dan menentukan
mana yang harus didahulukan, kemudian diusul dengan inti program dan diakhiri
dengan penutupan. Suatu urutan (sequence) yang sering digunakan dalam
menentukan urutan program :
a.
Menyatakan
permasalahan.
b.
Kemungkinan
penyelesaian masalah.
c.
Evaluasi
kemungkinan penyelesaian yang bisa ditempuh.
d.
Alternatif
lain yang bisa digunakan dalam penyelesaian masalah.
e.
Menjelaskan
mengapa hal itu dinilai yang terbaik.
5.
Anggaran
Setiap perencanaan program humas harus disertai dengan anggaran.
Jika program yang akan dilakukan berskala internasional atau nasional, maka
anggaran yang diperlukan juga harus besar. Sebaiknya kalau program itu berskala
daerah maka anggarannya juga setaraf dengan kebutuhannya.
Sebuah rencana anggaran yang diajukan harus disertai rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan. Biasanya pengurus organisasi tidak mau
mengesahkan proposal anggaran itu terlalu global dan kurang terinci. Mereka
berhak mengetahui berapa besar anggaran yang harus dialokasikan untuk program –
program kehumasan. Pengeluaran dan policy keuangan mesti diketahui dan diikuti
perkembangannya oleh pengurus. Artinya mata anggaran humas harus dinyatakan
“Rencan kegiatan yang akan dilaksanakan dan biaya yang dibutuhkan untuk itu.
6.
Evaluasi Keputusan
Penilaian atau evaluasi tidaklah sama pada semua program. Berikut
ini disajikan sebuah contoh bagaimana cara melakukan evaluasi terhadap suatu
kegiatan humas di bidang perdagangan :
a.
Banyaknya
pertanyaan (feedback) yang diterima.
b.
Banyaknya
wartawan yang meliputi kegiatan humas.
c.
Perubahan
image terhadap organisasi yang ditemukan melalui penelitian.
d.
Perubahan
sikap distributor yang dilaporkan oleh petugas dinas luar perusahaan.
e.
Hasil
yang diperoleh dari pengaruh iklan.
f.
Pengetahuan
konsumen terhadap hasil produksi perusahaan.
g.
Jumlah
berita yang muncul di surat kabar tentang kegiatan perusahaan.
h.
Minat
publik terhadap produksi perusahaan melalui penelitian.
i.
Pandangan
para pemerhati dan kritik – kritik yang dilakukan terhadap perusahaan.
j.
Umpan
balik dari konsumen tentang layanan yang diberikan oleh karyawan.
k.
Banyaknya
peminat yang mau bekerja di perusahaan.
l.
Pandangan
konsumen terhadap produk sejenis yang dikeluarkan oleh perusahaan lain.
m.
Masalah
yang dihadapi oleh karyawan seperti gaji, tunjangan dan semacamnya.
n.
Jumlah
karyawan yang diangkat, dipromosikan dan dihentikan.
o.
Apakah
nilai bursa perusahaan sama dengan perusahaan lain.
p.
Banyaknya
permintaan untuk ceramah dan konsultasi.
q.
Banyaknya
hadiah yang dikeluarkan maupun yang diterima dari lembaga lain,
r.
Banyaknya
permintaan brosur atau penerbitan yang dibuat oleh organisasi.
s.
Banyaknya
kartu ucapan selamat maupun surat kaleng yang diterima oleh organisasi.
t.
Banyaknya
saran yang diterima lewat kotak saran.









0 komentar:
Posting Komentar