Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN T17


PEMBANGUNAN BERWAWASAN MODAL MANUSIA
Muhammad Fadli Al Fudhail

1.      Teori Klasik Adam SmithAdam Smith (1729 - 1790) merupakan tokoh utama dari aliran ekonomi yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik. Smith menganggap bahwa manusia sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran bangsa-bangsa.
2.      Teori Klasik J.B SayKontribusi Jean Baptise Say (1767 -1832) terhadap aliran klasik adalah pandangannya yang mengatakan bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri(supply creates its own demand).Pendapat Say ini disebut dengan hukum Say ( Say`s Law).
3.      Teori MalthusThomas Robert Malthus (1766 - 1834 ) dianggap sebagai pemikir klasik dalam bukunya "Principle of population".
4.      Teori KeynesMenurut Keynes (1883-1946) mengatakan bahwa tidak ada mekanisme penyesuaian otomatis yang menjamin perekonomian akanmencapai keseimbangan (equilibrium)pada tingkat penggunaan kerja penuh.karena kaum klasik percaya bahwa dalam keseimbangan sumber daya, termasuk tenaga kerja akan digunakan secara penuh(full employed).
5.      Teori Harrod – DomarTeori Harrod - Domar (1946) dikenalsebagai teori petumbuhan. menurutteori ini investasi tidak hanya menciptakan permintaan, tetapi juga memperbesar kapasitas produksi. kapasitas produksi yang membesar membutuhkan permintaan yang lebih besar agar produksi tidak menurun.
6.      Teori Coale – HooverCoale - Hoover berpendapat bahwa perubahan penduduk baru terasa pada penduduk sebagai input proses produksi setelah kurun waktu tiga puluh tahun. dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, akan kerja akan menjadi lebih besar setelah tiga puluh tahun, hal ini akan mendorong dihasilkannya jumlah output yang lebih besar.
7.      Teori Ester BoserupMenurut Ester BOserup (1965) menyimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk justru menyebabkan dipakainya sistem pertanian yang lebih intensif disuatu masyarakat primitif dan meningkatnya output disektor pertanian. dalam hal ini pertumbuhan penduduk justru mendorong diterapkannya suatu inovasi (teknologi) baru.
8.      Teori Rasional ExpectationMenurut teori ini, perubahan permintaan, apakah akan melalui ekspansi moneter atau rangsangan fiskal hanya akan meningkatkan output nyata atau employment, bila masyarakat tidak menduga adanya kenaikan itu. artinya masyarakat akan belajar dari pengalaman- pengalaman tentang perubahan permintaan yang tidak diduga, akhirnya permintaan akan kembali seperti semula. Output nyata dan emplpyment kembali ketitik keseimbangan semula.Akhir kata semoga teori ini dapat bermanfaat bagi teman - teman yang akan menulis skripsi, karya ilmiah atau tesis tentang Sumber Daya Manusia.

A.    Beberapa Teori Dan Konsep Ketenagakerjaan
a.       Teori ketenagakerjaan.
Ada dua teori penting perlu dikemukakan dalam kaitannya dengan masalah ketenagakerjaan. Pertama adlah teori lewis (1959) yang mengemukakan bahwa kelebihan pekerja merupakan kesempatan dan bukan suatu masalah. Kelebihan pekerja satu sektor akan memberikan andil terhadap pertumbuhan output dan penyediaan pekerja di sektor lain.
Dengan demikian menurut lewis, adanya kelebihan penawaran pekerja tidak memberikan masalah pada pembangunan ekonomi. Sebaiknya pekerja justru merupakan modal untuk mengakumulasi pendapatan, dengan asumsi bahwa perpindahan pekerja dari sektor subsisten ke sektor kapalitas modern berjalan lancar dan perpindahan tersebut tidak akan pernah menjadi “terlalu banyak”.
Teori kedua adalah teori fei-ranis (1961) ada tiga tahap pembangunan dalam kondisi kelebihan buruh. Pertama, dimana para pengangguran semu (yang tidak menambah out put pertanian) dialihkan ke sektor industri dengan upah institusional yang sama. Kedua, tahap dimana pekerja pertanian menambah out put tetapi memproduksi lebih kecil dari upah  institusinal ynag mereka peroleh, dialihkan pula ke sektor industri. Ketiga, tahap ditandai awal pertumbuhan swasembada pada saat buruh pertanian menghasilkan out put lebih besar dari pada perolehan upah institusional.
b.      Konsep ketenagakerjaan.
Beberapa pengertian yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, yaitu:
1.      Tenaga kerja (manpower)
Adalah penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka  mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut
2.      Angkatan kerja (labor force)
3.      Tingkat partisipasi angkatan kerja 9labor face participation rate)
4.      Tingkat pengangguran (unemployment rate)
5.      Pengangguran terbuka (openn unempoyment)
6.      Setengah menganggur (underemployment)
7.      Setengah menganggur yang kentara (visible underemployment)
8.      Setengah menganggur yang tidak kentara (invisible underemployment)
9.       Pengangguran tidak kentara (disguised unemployment)
10.  Pengangguran friksional
11.  Pengangguran struktural

B.     Paradigma ekonomi dan pendidikan
a.       Paradigma siap kerja.
Pendapat pertama menyatakan bahwa lulusan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi dituntut harus siap pakai/siap kerja. Oleh karena itu proses pendidikan harus selalu mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja. Harus ada kesesuaian antara output pendidikan dengan pasar kerja.
b.      Paradigma siap tahu
Pendapat kedua menyatakan bahwa lulusan pendidikan khususnya pendidikan tinggi pada dasarnya tidak harus siap pakai/kerja dalam arti harus mengusai segala keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja melainkan lebih pada kedewasaan berpikir.
c.       Paradigma ganda
Sebenarnya terhadap kedua pendapat tersebut dapat diambil jalan tengah, yaitu mengarahkan lulusan pendidikan yang matang berpikir sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan pasar kerja yang ada.
C.     Pembangunan daya saing sumber daya manusia
Menururt poter dalam alisjabana (2003) konsep daya saing didefenisikan sebagai berikuut:
1.      Daya saing mencakup aspek yang lebih luas dari sekedar produktivitas atau efesiensi pada level mikro. Pelaku ekonomi bukan saja perusahaan akan tetapi juga rumah tangga, pemerintah dan lain lain
2.      Hasil akhir dari meningkatnya daya saing atau perekonomian tak lain adalah meningkatnya kesejahteraan penduduk dalam perekonomian tersebut.
3.      Kata kunci konsep daya saing adalah kompetisi dengan peran keterbukaan terhadap kompetisi dan peran keterbukaan dan para kompetitor menjadi sangat relevan.
Selanjutnya poter mengindetifikasikan indikator utama yang dapat menentukan daya saing sebagai berikut, yaitu: 1. Perekonomian nasional, 2. Keterbukaan, sistem keuangan, infrastruktur  dan sumber daya alam, ilmu pengetahuan, sumber daya manusia, institusi, governance dan kebijakan pemerintah, manajemen dan ekonomi makro.
Dalam peningkatan daya saing diperlukan pembelajaran organisasi yang terfokus pembelajaran individual, karena individual adalah fihak yang dapat berfikir dan berbuat. Organisasi belajar hanya didapatkan melalui individu sumber daya  manusia yang belajar. Walupun belum atau tidak menjamin terwujudnya pembelajaran organisasi.
D.    Manajemen dan pembangunan dan bisnis
a.       Pemikiran menajemen
Perubahan mendasar dalam cara berfikir membangun  daya saing usaha dalam pembangunan meibatkan ketidakpastian dan resiko yang besar. Dalam perubahan ini terdapat dua tingkatan yaitu:
1.      Pada mantra pribadi, yang berkaitan dengan berbagai keahlian dan kemampuan baik secara individual maupun kolektif.
2.      Sejauh mana kita mengorganisasikan diri untuk  mendukung proses berfikir dan pembelajaran.
Berkaitan dengan organisasi pembelajaran senge (1994,  juga mengemukakan bahwa  guna menjamin terwujudnya pembelajaran organisasi terhadap lima disiplin essensial yang intinya sebagai berikut yaitu:
1.      Berfikir system, merupakan berfikir  secara keseluruh  interaksi antar unsur dari sebuah objek dalam batas lingkungan tertentu yang bekerja mencapai tujuan.
2.      Personal mastery, sebuah upaya keahlian terus meneruskan mengklarifikasikan visi pribadi, dan visi organisasi pemfokuskan energi, mengembangkan kesabaran, serta melihat realitas dengan objektif dimulai dari hal-hal yang sungguh-sungguh berarti bagi organisasi
3.      Mental model, kemapanan sikap mental atau model mental (mental models) mulai dengan penguasaan pribadi yang tinggi dalam keadaan hidup selalu belajar.
4.      Mebangun visi bersama kenyataan perjalanan terus menerus sepanjang tahun berhubungan dengan visi kepemimpinan yang memberikan inspirasi pada organisasi merupakan kepasitas untuk berpegang pada gambaran bersama akan keadaan yang ingin diciptakan di masa yang akan datang.
5.      Tim pembelajaran, pembelajaran dalam tim  dimulai dengan dialog, merupakan kemampuan anggota tim untuk menunda asumsi dan masuk ke dalam fikiran bersama secara murni.
b.      Kemampuan manajerial.
Sange (1996) memberikan konsepmanajer yang dapat menumbuh kembangkan organisasi pembelajaran harus mempunyai kemampuan dan peranan sebagai berikut, yaitu:
1.      Mampu memainkan peran daru (new role), yaitu
a.       Sebagai perancan (designer) yaitu: mapu merumuskan visi, misi, tujuan dan nilai organisasi dengan semaksimal mungkin memberikan peluang pada orang yang berada dalam organisasi untuk berperan serta.
b.      Peran sebagai guru (teacher), seorang manajer yang mampu membangkitkan organisasi pembelajaran untuk memahami realitas yang ada dan menunjukan pada
c.       Peran sebagai penolong (steward).
2.      Memiliki keterampilam baru (new skill) manajer mampu membentuk dan membangun visi bersama, memunculkan mental model dan menganalisis serta mendorong kearah terbentuknya mental model bersama untuk pemecahan permasalahan dan tantangan organisasi  serta senantiasa berfikir secara sistematis.
3.      Mampu mengamplikasikan sarana baru (new tools) bagi pemetaan (mapping) masalah. Pemerintah.

c.       Keterampilan manajerial.
Membangun daya saing usaha memerlukan pendekatan yang kompleks, tidak hanya pada kemampuan teknis, bisnis dan keahlian kolaborasi yang kuat tetapi juga kepemimpinan dan self governance/ pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung daya saing usaha adalah sebagai berikut, yaitu.
1.      Pengetahuan dasar dan teknik spesialis 9knowledge based technical specialty karierdibangun dengan mepergunakan spesialisasi dalam bidang teknis dan kemampuan, misalnya di bidang teknologi informasi.
2.      Garis fundamental dan pengalaman internasionla (cross functional and international experience) merupakan tuntunan yang harus dimiliki oleh manajeg di masa depan.
3.      Manajemen kolaboratif (collaborative management), kemampuan pemimpin untuk berintegrasi secara cepat ke dalam  lingkungan tim ada yang permanen dan ada yang sementara.
4.      Individu dan manajemen skill (self  management skill), individu tidak hanya memerlukan keahlian teknis , bisnis, dan kemampuan untuk berkolaborasi, namun juga perlu memiliki self governance.
5.      Sifat-sifat  personal (personal traist) sifat sifat personal akan memegang peranan penting dalam pengembangan profesional.

E.     Reposisi sumber daya manusia
Untuk melakukan proses merespon proses mereposisi dengan baik maka organisasi perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa depan. Hal ini dengan ancangan sebagai berikut yaitu:
a.       Ancangan peran.
Schuller (1990) melihat berbagai macam peran baru sumber daya manusia sebagai hasil proses reposisi dalam pembangunan dari bisnis sebagai berikut, yaitu:
1.      Kemampuan bisnis perorangan ( business personal)
2.      Pembentukan perubahan (shaper of change)
3.      Konsultan organisasi dan jaringan partner ( consultan to organizer partner to line)
4.      Strategi perumusan dan pelaksanaan usaha (strategy formulator and implementor)
5.      Kemampuan manjer untuk berbicara (talent manager)
6.      Aset manajer dan biaya pengawasan ( asset manager and cost controller)
Sedangkan ulrich (1998) melihat dari sisi lain bahwa kategori peran sumber daya manusia sebagai berikut:
1.      Menjadi partner manajer dalam pelaksanaan strategi.
2.      Menjadi eksekutif administratif yang ahli.
3.      Menjadi eksekutif handal.
4.      Menjadi agen perubahan.

b.      Ancangan transformasi.
Schuller dan jackson (1996) mengatakan bahwa reposisi pada dasarnya merupakan transformasi peran yang menuntut kemampuan cara kerja cara berfikir dan peran baru dari sumber daya manusia. Reposisi perilaku sumber daya manusia berkaitan dengan peningkatan inisiatif bekerja seseorang dan diperlukan etos kerja yang baik, ditempuh dengan berbagai strategi yaitu:
1.      Inovasi strategi ini untuk mengembangkan produk atau jasa berbeda dari para pesaing.
2.      Kualitas yaitu strategi yang lebih mengutamakan pada penawaran produk atau jasa yang lebih berkualitas meskipun produknya sama dengan pesaing.
3.      Pengurangan biaya yang menekankan pada usaha untuk menjadi produsen dengan penawaran harga produk rendah.
Dalam rangka menunjang proses reposisi peran sumber daya manusia schullar dan jackson (1990) melihat beberapa upaya costumerizing peran sumber daya manusia yang dapta dibuat pertimbangan sebagai berikut yaitu
1.      Kondisi wajar segala aktivitas sumber daya manusia melalui pendekatan pendefenisian tanggung jawab departemen sumber daya manusia untuk memaksimalkan pencapaian tujuan organisasi , dengan kata kunci “time and  money management, motivating, quality work of life and competency”.
2.      Agenda aksi sumber daya manusia melalui pelapor periodik dari manajer sumber daya manusia pada manjer puncak perihal tugas-tugasnya, “people is the most impotant factor”
3.      Implementasi agenda aksi sumber daya manusia melalui pemberian tanggung jawab pekerjaan yang tetap sesuai dengan kapabilitas staf sumber daya manusia, dengan kata kunci “the right man on the right jobs”
4.      Evaluasi dan validasi aktivitas sumber daya manusia melalui  pembelajaran para eksekutif sumber daya manusia, untuk berperilaku seperti orang bisnis, dengan kata kunci “large contribution to company with the fairly competition and increase the cost control”

c.       Ancangan kompetensi
Menurut greer (1995) bahwa peran strategi sumber daya manusiaperran strategi sumber daya manusia juga menyangkut masalah kompetensinya,  baik dalam kemapuan teknis , konseptual dan hubungan manusia. Schuller (1990) mendefenisikan isu bisnis hanya dikaitkan dengan orang bisnis saja.
Sedangkan lado dan wilson (1994) mengemukakan bahwa kompetensi berbasis input lebih menekankan pada manager-strategi fit melalui proses pengangkatan pekerja untuk organisasi secara keseluruhan dalam bentuk intergrasi sumber daya manusia.
Pengelolaan kompetensi sumber daya manusia dibedakan menjadi pengelolaan sebagai berikut, yaitu:
1.      pengelolaan diversitas angkatan kerja, merupakan pengelolaan terhadap aspek yang membedakan sumber daya manusia yang satu dengan sumber daya lainnya, seperti ras, jenis, jenis kelamin, umur dan bahasa.
2.      pengelolaan dukungan keunggulan kompetitif tenaga kerja, merupakan pengelolaan sebagai upaya yang membuat staf sumber daya manusia dan  manajer lini mampu mendukung upaya organisasi untuk mencapai tujjuan dalam lingkungan organisasi yang lebih flat, bersih dan fleksible.

3.      pengelolaan globalisasi tenaga kerja, sebagai upaya untuk menanamkan kesadaran kesadaran dan pentingnya pengetahuan globalisasi dalam praktek bisnis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar