Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

RESUME PUBLIC RELATIONS XXII


TINJAUAN PUBLIK RELATION
Muhammmad Fadli Al Fudhail

A.        Pengertian publik relations
Pertama, menurut J.C. Seidel. Ia mengatakan bahwa publik relations adalah proses yang kontinu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para langganannya, pegawainya, dan publik umumnya.
Kedua, menurut Emerson Reck. Ia menyatakan bahwa publik relations adalah kelanjutan dari proses penerapan kebijaksanaan, penentuan pelayanan-pelayanan dan sikap yang disesusaikan dengan kepentingan orang banyak.
Ketiga, menurut Howard Bonham, ia mengungkapkan bahwa publik relations adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik, yang dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap seseorang atau organisasi tertentu.
Jadi, publik relations adalah kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian, goodwill, kepercayaan, serta apresiasi atau/ dari publik. Dalam public relations, terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara suatu lembaga dengan publik dan usaha untuk memberikan atau menanamkan kesan yang menyenangkan, sehingga akan timbul opini publik yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup lembaga tersebut.
B.        Sejarah publik relation
Pada zaman Nabi Muhammad SAW,  sejarah publik relations bermula ketika beliau mengutus Ja’far  bin Abu Thalib selaku ketua delegasi umat Islam pada tahun pertama Hijriah.
Selain itu, aktifitas publik relations di masa dahulu juga  bisa dilihat dari peristiwa penyambutan Mark Anthony.
Selanjutnya adalah publik relations pada zaman gilda di eropa. Gilda adalah sekumpulan orang di eropa yang memiki mata pencaharian sama sebagai pedagang.
Sementara itu, pada tahun 1882, dala, suatu sambutan yang disampaikan pada hari sarjana di Yale Law School, istilah publik relations telah digunakan pula.
Sebagian orang menganggap bahwa penemu publik relations modern adalah ivy lee. Karena pada tahun 1921, ia telah memulai dengan secara regular menerbitkan buletin yang berjudul publik relations di new york.
C.        Pentingnya publik relations
Perkembangan publik relations memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemajuan-kemajuan dalam masyarakat di berbagai sektor.
Mereka yang bergiat di bidang industri, pendidikan, pemerintahan, keruhanian, politik, sosial, dan ekonomi tentu membutuhkan peranan publik relations.
Publik relations atau humas memang memilki peranan yang sangat penting dalam sebuah lembaga atau organisasi, terutama jika lembaga tersebut sering berinteraksi dengan masyarakat luas.
Adapun aktifitas publik relation dalam keseharian adalah menyelenggarakan komunikasi timbal balik (two way traffic communication) anatara lembaga dengan pihak publik.
D.       Fungsi publik relations
Publik relations menjadi kebutuhan utama dalam suatu organisasi atau lembaga. Hal itu dikarenakan peranannya yang sangat vital dalam memperlihatkan wajah perusahaan dengan image yang baik dan usaha mencari dukungan masyarakat.
Selain itu, ada beberapa fungsi penting lainnya, di antaranya adalah:
-                      Menarik simpati masyarakat
-                      Menerangkan kepada masyarakat mengenai fungsi kelembagaan dan keuntungan jika bergabung dengan organisasi.
-                      Menimbulkan efek persuasif atau pembujukan langsung
-                      Mengevaluasi sikap
-                      Menjadi media penghubung antara masyarakat

E.        Hal-hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang publik relations
-                      Pengetahuan tentang berbagai kegiatan lembaga eksterna dan internal
-                      Pengetahuan dan wwawasan di bidang teknis penelitian, perencanaan dan pengelolaan program kehumasan (publik rrelations), serta melakukan komunikasi dan evaluasi.
-                      Kemampuan melakukan komunikasi lisan maupun tulisan
-                      Kemampuan dan keterampilan di bidang kehumasan
Itulah beberapa hal mendasar yang harus dimiliki oleh seorang publik relations agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
F.         Tugas dan aktifitas publik relations
Secara umum, publik dalam public relations terdiri dari dua kategori, yaitu publik internal dan publik eksternal. Namun, beberapa ahli public relations membaginya dalam beberapa kategori berdasarkan waktu dan kepentingannya. Salah satunya adalah khasali (1994) yang membagi publik menjadi beberapa kelompok, yaitu:
-                      Publik internal dan publik eksternal
-                      Publik primer, sekunder, dan marginal
-                      Publik tradisional dan publik masa depan
-                      Proponents, opponents, dan uncommitted. Opponets adalah publik yang menentang organisasi. Proponents adalah publik yang berpihak pada organisasi. Sedangkan, uncommitted adalah publik yang tak peduli.
-                      Silent majority dan vocal majority.  Vocal majority adalah publik yang menyatakan penentangan atau dukungannya secara vokal, sedangkan  silent majority adalah publik yang mengatakan pertentangan atau dukungannya seccara pasif(silent)
Menurut Jefkins (1990), tugas utama publik relations adalah menciptakan dan memelihara saling pengertian, guna memastikan bahwa organisasi tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang turut berkepentingan.
Secara pokok, ruang lingkup tugas seorang public relations dalam sebuah organisasi/lembaga adalah menciptakan hubungan yang baik ke dalam (publik internal) dan menciptakan hubungan yang baik ke luar (publik eksternal).
1.         Tugas dalam publik internal
Kegiatan pubic relations ke dalam perusahaan tersebut diperlukan untuk memupuk adanya suasana yang menyenangkan di antara para karyawannya, komunikasi antara bawahan dan atasan terjalin dengan baik.
2.         Tugas dalam publik eksternal
Adapun kegiatan external publik relations ini, antara lain meliputi bagaimana memperluas pasar, memperkenalkan produksinya kepada masyarakat, cara mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari publik maupun masyarakat.
Selain dari tugas internal dan eksternal yang merupakan tugas pokok secara garis besar, masih ada beberapa tugas lain yang menjadi job discription bagi seorang publik relations. Beberapa tugas lain tersebut yaitu:[1]
-                      Menjaga repotasi
-                      Mengurus fungsi-fungsi organisasi
-                      Menyampaikan informasi kepada publik
-                      Menyiapkan dan membuat press release serta menghubungi orang-orang di media
-                      Mengatur dan mengumpulkan program-program
-                      Memberikan informasi kepada publik
-                      Publik relations yang berurusan dengan publicsitas untuk individual
Menurut H. Fayol, beberapa kegiatan dan sasaran publik relations adalah:
-                      Membangun identitas dan citra perusahaan
-                      Menciptakan identitas dan citra perusahaan yang positif
-                      Mendukung kegiatan komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak
-                      Menghadapi krisis
-                      Menangani keluhan

G.       Public relations dalam islam
Ustadz Bahiyul Khuli mendefinisikan dakwah sebagai suatu komunikasi yang ditimbulkan dari interaksi antarindividu maupun kelompok manusia yang bertujuan memindahkan umat dari suatu situasi yang negatif ke situasi yang positif.
Dalam Islam, public relations (public rrelations) memang identik dengan dakwah yang berfungsi untuk mengenalkan islam kepada manusia. Pada zaman Nabi Muhammad Saw, sejarah public relations sebenarnys bermula tatkala beliau mengutus Ja’far bin Abu Thalib untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Najasyi di Habsyah. Hal itu terjadi paada tahun pertama Hijriah.
Menurut L. Stoddart, dalam The new World of Islam, bangkitnya Islam merupakan suatu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Hanya dalam tempo seabad saja, Islam telah hampir menggenangi seluruh dunia.



[1] Cdc. Eng.ui.ac.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar