ORGANISASI
PROFESI HUMAS
Muhammmad Fadli Al Fudhail
Berdasarkan dokumen ( Black, 1993 )
negara yang sudah memiliki organisasi profesi kehumasan adalah Amerika dan
dapat dikatakan sebagai negara pertama yang memiliki organisasi profesi ini.
Nama organisasinya adalah Public
Relations Society of America ( PRSA ), berdiri tahun 1948. Langkah ini
kemudian diikuti oleh Inggris, Jerman, Belanda/Netherland, Spanyol, Swiss,
Indonesia ( 1972 ).
- Perhumas
Pada tanggal 15 Desember 1972 para
praktisi humas di Indonesia mendirikan Perhumas ( perhimpunan hubungan
masyarakat Indonesia ) di Jakarta. Maksud pendirian ini adalah untuk menghimpun
dan membentuk wadah bagi para praktisi. Tujuannya adalah :
1. Meningkatkan perkembangan dan keterampilan
profesional hubungan masyarakat di Indonesia.
2. Memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai
hubungan masyarakat.
3. Meningkatkan kontak dan pertukaran pengalaman
diantara para anggotanya.
4. Menyelenggarakan hubungan dengan organisasi -
organisasi serumpun dengan bidang hubungan masyarakat, di dalam maupun luar
negeri.
Tahun 1977 Perhumas memprakarsai berdirinya
organisasi humas di Asia Tenggara yakni FAPRO ( Federation of ASEAN Publik Relation Organization ) di Kuala Lumpur.
Indonesia melalui Perhumas ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi FAPRO di
Jakarta.
Sementara itu Perhumas juga menjalin kerjasama
dengan beberapa perguruan tinggi untuk bersama - sama mengembangkan pendidikan
public relation. Dalam jurnal Perhumas tahun 1994, disampaikan bahwa BPP
Perhumas dengan majalah info Pasar Modal yang mewakili kalangan pasar modal (
Bapepam dan Bursa Efek Jakarta ) pada bulam Mei mendirikan Lembaga Pengembangan
Hubungan Masyarakat Perusahaan Publik Indonesia ( LPHPPI ). Kompetisi ini juga
merupakan program Perhumas adalah kontes majalah Ing-Griya. Hingga 2000 ini, kontes Ing-Griya telah dilakukan 4 kali. Lombanya terdiri dari 4 kategori
: Majalah/buletin, tabloid, news letter, dan warkat investor.
- APPRI
Bila perhumas menghimpun para
praktisi, di Indonesia juga terdapat organisasi yang menghimpun perusahaan
humas, yakni APPRI ( Asosiasi Perusahaan Public Relations ). APPRI didirikan
pada 10 April 1987 di Jakarta bersifat Independen. Tujuannya adalah :
1. Menghimpun, membina dan mengarahkan potensi
perusahaan public relations nasional, agar aktif, positif, kreatif, turut serta
dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, berlandaskan Pancasila dan
UUD 1945.
2. Mewujudkan fungsi public relations yang sehat,
jujur, dan bertanggung jawab, sesuai dengan kode praktik dan kode etik yang
lazim berlaku secara nasional dan internasional.
3. Mengembangkan dan memajukan kepentingan asosiasi
dengan memberikan kesempatan kepada para anggota untuk konsultasi dan kerjasama
serta memberikan saran bagi pemerintah, badan - badan kemasyarakatan, asosiasi
yang mewakili dunia industri dan perdagangan, serta badan - badan lain untuk
berkonsultasi dengan APPRI.
4. Memberi informasi kepada klien bahwa anggota APPRI
memenuhi syarat untuk memberikan nasihat dalam bidang public relations dan akan
bertindak untuk klien menurut kemampuan profesionalnya.
5. Merupakan sarana untuk para anggotanya dalam soal -
soal kepentingan usaha dan profesi, dan menjadi forum koordinasi praktik public
relations.
6. Merupakan medium bagi masyarakat umum untuk
mengetahui mengenai pengalaman dan kualifikasi para anggotanya.
7. Membantu mengembangkan kepercayaan umum atas jasa
public relations.
Adanya asosiasi organisasi humas yang lebih spesifik
menurut hemat penulis yang sangat baik, karena masyarakat dapat lebih
mengetahui perbedaan penerapan humas masing - masing jenis bisnis. Bagi
kalangan praktisi hal tersebut sangat positif untuk mematangkan pengetahuan dan
profesionalisme berdasarkan pengalaman - pengalaman anggotanya.
- Organisasi
Profesi Humas Di Luar Negeri
Di tingkat Eropa terdapat asosiasi
yang menghimpun seluruh organisasi humas negara - negara Eropa. Begitu pula di
Asia terdapat FAPRO ( Federation
Assosiated Public Relations Organization ).
Aktivitas organisasi - organisasi
ini sangat beragam. Namun, secara garis besar bertujuan secara terus menerus
mengembangkan profesi PR, meningkatkan keahlian para praktisi PR melalui
berbagai kegiatan - kegiatan pertemuan ( seminar, lokakarya, pelatihan, dan
sebagainya ), beberapa riset, penerbitan ( jurnal, majalah ), dan pengembangan
pendidikan. Pengembangan profesi dilakukan antara lain dengan semakin
menyebarkan pentingnya PR bagi lembaga, melakukan kontrol akses, merumuskan dan
memberlakukan kode etik dan kode pelaksanaan profesi, melakukan evaluasi dan
kontrol terhadap praktek PR para anggotanya.
Berikut ini akan disadurkan dari Black (1992)
beberapa organisasi profesi dari Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, Spanyol,
dan Swiss.
a.
PRSA ( Public Relations Sociaty of America )
Berkantor di New York, berdiri pada tahun 1947. Tujuannya
1. Untuk menyatukan mereka yang melakukan kegiatan di
bidang humas.
2. Untuk mempertimbangkan segala masalah yang dihadapi
bidang kehumasan.
3. Untuk merumuskan, memajukan, menjelaskan kepada
kelompok - kelompok usaha, profesional, dan lain - lain, serta masyarakat,
tujuan - tujuan, dan fungsi humas, dan mereka yang bergiat di bidang humas.
4. Untuk memperbaiki hubungan pelaksana humas dengan
para majikan dan klien, dengan media mapan mengenai informasi dan opini, dengan
masyarakat.
5. Untuk memajukan dan berusaha mempertahankan standar
yang tinggi pelayanan umum dan tingkah laku.
6. Untuk bertukar fikiran dan pengalaman, dan untuk
menghimpun dan menyebarkan informasi yang bernilai kepada para petugas humas
dan masyarakat.
7. Untuk menggiatkan, mensponsori dan membantu perkembangan
riset belajar dan cara mengajar dalam golongan masyarakat humas melalui ceramah
- ceramah dan kursus - kursus lain yang dapat menjadi keharusan dan dilakukan
secara beraturan pada lembaga - lembaga pendidikan yang mapan.
8. Menyediakan sarana dan kesempatan bagi riset dan
analisis mengenai setiap dan segala segi kehumasan melalui berbagai forum,
diskusi, survai, pertemuan umum, pameran, dan konferensi.
9. Untuk menerbitkan pamflet, buku, monografi, dan
secara umum menyebarkan informasi mengenai masalah humas.
10. Untuk memberikan, menghibahkan, dan mensponsori
pemberian beasiswa dan hadiah pada lembaga pendidikan yang diakui bagi
pengkajian dan riset di bidang humas.
Standar profesional dalam PRSA
begitu terkontrol. Setiap orang yang ingin menjadi anggota diwajibkan menaati
prinsip - prinsip kode standar profesionalnya. Pada tahun 1965 PRSA mengadakan
program pengakuan sebagai anggota PRSA ( APR ), melalui ujian lisan dan tulis.
Ujian diadakan untuk menguji kemampuan dan pengetahuan calon anggota dalam bidang
humas. Ujian tertulis diawasi oleh sebuah organisasi penguji profesional dan
ujian lisan dilakukan oleh tim yang terdiri dari 3 anggota yang diakui keahlian
mereka. Bahkan sejak 1969, aturan itu diberlakukan sebagai syarat wajib bagi
mereka yang ingin menjadi anggota aktif.
PRSA juga menerbitkan jurnal humas, dengan
mengetengahkan masalah yang berkisar dari pengetahuan teoritis dan praktis.
Laporan berkala nasional PRSA diterbitkan setiap bulan berisi berita - berita
tentang perhimpunan dan para anggotanya. Register issue of the journal adalah
publikasi tahunan yang memuat daftar para anggota PRSA, alamat dan afiliasi
bisnis mereka, standar profesional dan prosedur bagi para panel pengadilan,
kebijakan - kebijakan dewan tertentu dan peraturan - peraturan PRSA.
b.
Institute
Public Relations of British
IPR merupakan organisasi humas di
Inggris. Berdiri pada tahun 1948 oleh pegawai humas dari pemerintah pusat,
lokal, kalangan industri, dan sektor perdagangan. Tujuannya adalah :
- Untuk
memajukan perkembangan humas demi kepentingan praktik tersebut di bidang
perdagangan, industri, pemerintah lokal, dan pusat, perusahaan -
perusahaan nasional profesional, organisasi - organisasi sukarela dan demi
kepentingan semua praktisi dan semua pihak yang berkaitan dengan soal humas.
- Untuk
mendorong dan memupuk ketaatan pada standar profesional yang tinggi bagi
para anggotanya dan untuk menetapkan serta merumuskan standar - standar
semacam itu.
- Untuk
mengatur pertemuan, diskusi, konferensi, dan lain - lain mengenai masalah
yang menjadi kepentingan bersama dan secara umum bertindak sebagai wadah
bagi pertukaran gagasan mengenai praltek kehumasan.
Keanggotaan aktif IPR terbuka bagi perseorangannya
yang berusia 28 tahun atau lebih, memiliki pengalaman minimal 5 tahun dan
memenihi persyaratan untuk menjalankan profesi humas seperti yang ditegaskan
oleh memorandum of association, atau bagi perseorangan yang berusia 26 tahun
atau lebih, dengan pengalaman minimal 2 tahun meliputi berbagai hal, tetapi
telah mendapatkan diploma CAM dan memenuhi syarat seperti tercantum dalam
memorandum of association.
IPR menerbitkan sebuah laporan berkala bulanan,
berbagai laporan, dan monografi atas aspek - aspek tertentu tentang praktek
humas.
c.
Netherlands
Society of Public Relations
Beberapa tokoh pers terkemuka
Belanda merintis suatu perhimpunan profesi humas yang pada tahun 1952 telah
mendapat izin dari kerajaan, dengan nama Netherlands Society of Public Relations dan pada tahun 1979 namanya diganti
menjadi NGPR ( Vereniging voor Public
Relations en Voorlichting / Asosiasi PR dan Informasi ).
Keanggotaannya terbuka bagi semua orang yang bekerja
di bidang humas dan penerangan yang memiliki nama baik dan berkewarganegaan
Belanda. Anggota harus menaati disiplin NGPR dan pelanggaran akan dikenakan
sanksi oleh suatu panitia disiplin. NGPR juga mengawasi ujian yang diakui oleh
pemerintah sejak 1967.
Pada 1978, NGPR diijinkan mengankat seorang profesor
dalam teori humas pada Universitas Negeri di Utrecht. Sejak itu humas menjadi
mata kuliah pilihan dan di Utrecht juga dapat diikuti kursus - kursus pasca
sarjana.
Kegiatan NGPR lainnya adalah konferensi tahunan dan
pertemuan - pertemuan reguler. Sebuah majalah " Cahier Public Relations en Voorlichting " diterbitkan setiap
bulan, majalah ilmiah " Cahier
Public Relations en Voorlichting " diterbitkan setiap triwulan sebagai
hasil kerjasama dengan seksi Flaam BCPR.
Dibeberapa negara Eropa lainnya seperti Perancis,
Denmark, Belgia, Kanada, Swiss, Italia, juga bermunculan organisasi -
organisasi profesi, termasuk di Spanyol, Australia, Jerman ( baca Hubungan
Masyarakat Dunia dalam Black, 1998:22 ).
- Organisasi Profesi Humas Internasional
Organisasi humas di tingkat
internasional pada Mei 1955 dalam suatu pertemuan di Stafford - Upon - Avon,
tujuannya :
- Menyediakan
jalur bagi pertukaran gagasan dan pengalaman profesional antara mereka
yang berurusan dalam kegiatan humas mengenai kepentingan internasional.
- Mengadakan
suatu rotasi apabila anggotanya setiap saat memerlukan pemberitahuan dan
bimbingan, dapat meyakini akan kebaikan dan bantuan dari para anggotanya
di seluruh dunia.
- Membantu
mencapai kualitas tertinggi tentang praktik kehumasan umumnya di seluruh
negara dan terutama di bidang internasional.
- Meningkatkan
praktik kehumasan di semua bidang kegiatan di dunia dan memajukan nilai -
nilai dan pengaruhnya melalui promosi ilmu pengetahuan dan pengertian
tentang berbagai tujuan dan cara baiknya di dalam maupun di luar profesi
itu sendiri.
- Meninjau
dan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang memengaruhi praktik
kehumasan yang biasa terjadi di berbagai negara termasuk masalah - masalah
seperti status profesi berbagai kode etik profesi dan kualifikasi untuk
menangani bidang tersebut.
- Menerbitkan
berbagai buletin, majalah atau terbitan - terbitan lain termasuk "
who's who " di bidang humas internasional.
- Mengerjakan
kegiatan - kegiatan lain yang mungkin dapat menguntungkan para anggotanya
atau memberikan kemajuan bagi praktik kehumasan. Di seluruh dunia.
- Tahun
1999 IPRA juga memberi penghargaan kepada program kehumasan dari suatu
organisasi di mana PR baru berkembang, nama penghargaannya adalah Front
Line 21 yang tahun 1999 diberikan kepada Health Care Union dari Slovenia.
- Tiga
program PR yang di usulkan untuk memperoleh United Nations Award, yaitu Communication Againt Child Sex Tourism ( German ), From Darkness to Light ( Hong Kong
), dan Educational Televition (
Filipina ).









0 komentar:
Posting Komentar