PEMBANGUNAN EKONOMI
Muhammad Fadli Al Fudhail
1.
Konsep
Dasar Pembangunan Ekonomi
Istilah
pembangunan ekonomi (economic development) digunakan sebagai nama lain atau
sinonim istilah “pertumbuhan ekonomi” (economic growth) atau bahkan:
kemajuan ekonomi (economic progress) secara umum (Sen, 1988). Tolak
ukurnya adalah tingkat ekspansi atau pertambahan produk domestik bruto (GDP: Gross
Domestic Product) per kapita. Di sini kesulitannya tidak terletak pada
penentuan makna istilah atau pengukurannya dalam statistik agregat (secara
keseluruhan), melainkan bagaimana menguasai apa yang disebut pembangunan
ekonomi; misalnya bagaimana caranya mengindentifisir kekuatan-kekuatan yang menentukan laju
peningkatan pendapatan per kapita. Ada perselisihan yang tajam antara berbagai
teori atau pendekatan pembangunan
ekonomi, mulai dari yang neo-klasik, institusi-analis, keynesian
(dipelopori oleh john Maunard Keynes), dualis, ketergantungan, hingga ke
neo-liberal (Thirwall, 1986; Todaro, Bardhan, 1988).
Namun beberapa
tahun terakhir ini, kemantapan kensep pembangunan ekonomi mulai megikis, karena
makna yang sesungguhnya dari konsep pembangunan semakin dipertanyakan Handbook
of Development Economics (1988, 1989).
Tidaklah sulit
untuk mendapatkan referensi yang mendudukkan pembangunan ekonomi sebagai kunci
kemajuan manusia, uraian berikut ini.
1)
Sebagai
besar para ahli pasti setuju bahwa pembangunan itu menyiratkan lebih dari
sekedar kenaikan riil nasional.
2)
Pembangunan
harus dilihat sebagai proses multidimensional yang melibatkan perubahan
besar-besaran atas struktur sosial, sikap masyarakat, institusi-institusi
nasional, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanggulangan ketimpangan
pendapatan, serta penghapusan kemiskinan absolut (Todaro, 1985:85).
Albert
Lauterbach (1989:221) merangkum perdebatan mengenai konsep pembangunan di
bidang ekonomi sbb: meskipun makna “pembangunan” secara umum mengalami perubahan
dari waktu ke waktu, mungkin defenisi konsep pembangunan ekonomi berikut ini
dapat dapat menjebatani berbagai pendapat yang takan kondisi yang lebih baik
bagi rakyat suatu negara secara keseluruhan, sesuai dengan kebutuhan mereka
yang sesungguhnya tanpa mengganggu sistem nilai dan cara-cara hidup mereka.
2.
Strategi
Pembangunan Ekonomi
Kiranya
mudah untuk menerima pendapat bahwa tidak ada satupun staretegi pembangunan
ekonomi yang cocok digunakan oleh semua negara berkembang yang ingin
meningkatkan kesejahteraan materiil para warganya. Dikatakan demikian karena
strategi yang mungkin dan dapat ditempuh dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu:
a)
Persepsi
para pengambil keputusan tentang prioritas pembangunan yang berkaitan dengan sifat keterbelakangan yang dihadapi
oleeh masyarakat,
b)
Luasnya
wilayah kekuasaan negara,
c)
Jumlah
penduduk,
d)
Tingkat
pendidikan masyarakat,
e)
Topografi
wilayah kekuasaan negara-apakah negara kepulauan atau daratan,
f)
Jenis
dan jumlah kekayaan alam yang dimilik,dan
g)
Sistem
politik yang berlaku di negara yang bersangkutan.
Berbeda
halnya dengan beberapa dekade yang lalu, dewasa ini kategorisasi negara negara
terbelakang dan sedang membangun sudah berbeda berkat pembangunan ekonomi yang
telah dilaksanakan selama ini. Kategorisasi dimaksud ialah:
1)
Negara-negara
terbelakang yang masih ditandai oleh perekonomian yang agraris sifatnya.
2)
Sebaliknya
negara-negara yang sedang berkembang ada yang sudah mulai melakukan
industrialisasi meskipun baru pada tahap permulaan dengan objek-objek yang
masih sangat terbatas seperti di bidang agrobisnis.
3)
Beberapa
negara sudah digolongkan sebagai “Newly Industri alazing Countries” NIC’s,
karena tahap industrialisasinya sudah demikian jauh sehingga banyak sektor
perekonomian yang sudah menerapkan teknologi tinggi. Di beenua Asia, khususnya,
negara-negara tersebut terakhir ini adakalanya dikenal dengan istilah “Macan
Asia” seperti Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan
Indonesia.
Dengan menyimak kategorisasi seperti dikemukakan di atas dan dengan
memperhitungkan faktor-faktor yang dihadapi, dapat disimpulkan adanya dua
bentuk strategi pembangunan yang biasa ditempuh oleh negara-negara sedang
berkembang ialah modernisasi pertanian dan industrialisasi.
Modernisasi Pertanian, pentingnya medernisasi pertanian harus
dipandang paling sedikit dari dua sisi. Sisi pertama berkaitan dengan pemenuhan
kebutuhan dalam negeri sendiri, terutama bahan pangan. Sisi kedua menyangkut
penumbuhan dan pengembangan agrobisnis yang menghasilkan berbagai komiditi
untuk ekspor.
3. Industri Sebagai
Alternatif
Dalam merumuskan kebijaksanaan pembangunan ekonomi melalui
proses industrialisasi perlu diketahui
berbagai masalah yang harus dipecahkan, antara lain sbb:
1)
Sebagian
besar penduduk terdiri dari orang-orang yang tidak memiliki keterampilanteknis
yang dituntut oleh proses industrialisasi karena kalau pun mereka memiliki
keterampilan tertentu, terbatas pada keterampilan bertani secara tradisional.
2)
Karena
latar belakang pendidikannya, tidak banyak orang yang memiliki keterampilan
manajerial, baik yang bersifat umum maupun yang fungsional seperti manajemen
produksi, manajemen pemasaran, manajemen promosi, manajemen keuangan, manajemen
sumber daya manusia, manajemen logistik, dsb.
3)
Sangat
terbatasnya modal mutlak diperlukan untuk mendirikan dan menjalankan roda
organisasi niaga.
4)
Tingkat
kewirausahaan yang sangat rendah di kalangan mereka yang bergerak dalam
kegiatan bisnis, antara lain karena adanya pandangan behwa “berdagang” tidak
menempati skala teratas dalam kehidupan kekaryaan masyarakat.
5)
Tidak
menguasai keerampilan teknis oleh sebagian besar warga masyarakat padahal
industrialisasi di samping bersifat padat modal juga menggunakan teknologi
canggih dan mempertahankan keunggulan kompetitifnya.
Adanya berbagai masalah tersebut hanya berarti bahwa para pengambil
keputusan kunci dalam pembangunan ekonomi harus mengambil langkah-langkah untuk
mengatasinya.
Orientasi Industrialisasi.
Suatu negara yang ingin mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi pada
umumnya menempuh jalur industrialisasi. Orientasi industrialisasi dapat
mencakup dua segi, yaitu orientasi produksi berbagai barang dan jasa konsumsi
di dalam negeri dan orientasi ekspor. Sektor-sektor perekonomian yang dapat
digarap tergantung antara lain pada terpecahkan atau tidaknya masalah-masalah
yang telah diidentifikasikan diatas. Secara teoritis, sektor-sektor itu antara
lain:
1)
Sektor
ekstatif atau barang tambang seperti batu bara, minyak, dan gas bumi, emas
timah, perak, uranium, dll.
2)
Sektor
otomotif, baik dalam arti kenderaan niaga maupun yang lainnyaseperti sedan dan
sepeda motor
3)
Sektor
transportasi
4)
Sektor
komunikasi
5)
Sektor
teknologi informasi
6)
Elektronika
7)
Sektor
pariwisata
8)
Sektor
perhotelan
9)
Jasa
perbankan
10)
Agrobisnis
Akan tetapi jika ternyata kemampuan untuk melaksanakannya belum
mencukupi, berbagai cara yang dapat ditempuh antara lain ialah:
1)
Mengundang
kehadiran korporasi multinasional
2)
Mendorong
penanaman modal asing
3)
Mendirikan
usaha-usaha patungan
4)
Mengimpor
teknologi canggih
5)
Mempekerjakan
tenaga asing untuk menangani berbagai kegiatan yang belum dapat ditangani
sendiri.
Pentingnya “Human Investment”. Betapapun kayanya suatu
negara dalam arti sumber daya alamnya yang mungkin melimpah, aspek terpenting
yang harus dikembangkan adalah sumber daya manusia.
Penulis cenderung sependapat dengan Theodore Schultz, seorang ahli
ekonomi pembangunan terkenal dari Universitas Chicago, yang pernah mengatakan
bahwa tiga faktor utama yang menjadi penyabab mengapa proses pembangunan
ekonomi di negara-negara terbelakang tidak berlangsung secepat yang diharapakan
ialah:
1)
Adanya
sikap mental yang menolak perubahan yang melanda sebagian besar warga negara
baik di bidang pertanian maupun di bidang lainnya.
2)
Adanya
kecenderungan di negara-negara terbelakang untuk “meloncat” dari suatu
masyarakat agraris ke masyarakat industri tanpa didukung oleh pengetahuan,
keterampilan, infrastruktur, dan sarana yang memang mutlak diperlukan.
3)
Kurangnya
pengerrtian di kalangan masyarakat, termasuk dalam lingkungan birokrasi
pemerintahan, tentang pentingnya “human investtment” dalam proses
pembangunan.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan di muka ialah bahwa
sambil melaksanakan kebijaksanaan industrialisasi dalam arti mencakup berbagai
sektor industri yang menghasilkan barang dan jasa dengan pemanfaatan teknologi
canggih dua langkah harus pula diambil secara bersamaan. Yang pertama ialah
pengembangan knowledge industries, yaitu lembaga-lembaga pendidikan
formal dan nonformal, seperti berbagai balai latihan kerja yang terkait dengan
kebutuhan pasaran kerja. Yang kedua ialah menyadari pentingnya kegiatan
penelitian dan pengembangan.
4. Keberhasilan
Pembangunan Ekonomi
Pernyataan bahwa pembanguna ekonomi menempati skala teratas dalam
keseluruhan kebijaksanaan dan penylenggaraan pembangunan nasional, sebenarnya
secara implisit sesungguhnya berarti bahwa pembangunan ekonomi suatu negara
bangsaz harus berhasil. Berikut ini disajikan berbagi alasan fundamental untuk
mengatakn demikian.
4. 1. Mengentaskan
Kemiskinan
Mengentaskan
kemiskinan antara lain berarti bahwa tidak ada warga negara yang lain berarti
bahwa tidak ada ada warga negara yang tidak mampu memuaskan berbagai kebutuhan
primernya secara wajar. Dengan kata lain, pengentasan kemiskinan harus pula
berarti peningkatan mutu hidup.
4. 2. Menghilangkan
Kesenjangan Sosial
Berbagai cara yang
dapat ditempuh untuk mengurangi kesenjangan sosial antara lain ialah sbb:
a.
Penciptaan lapangan kerja.
Dengan demikian dunia usaha turut berperan aktif dalam mengatasi
pengangguran yang menjadi salah satu sumber kesenjangan sosial termasuk dengan
cara menggunakan tenaga kerja.
b.
Peningkatan mutu kehidupan karyawan.
Bagi mereka yang berusaha meningkatkan mutu hidupnya dengan jalan
bekerja bagi orang lain, berkarya tidak sekedar untuk mencari nafkah akan
tetapi sebagai upaya untuk mengangkut harkat dan martabat sebagai insan yang
terhormat.
c.
Peningakatan kepedulian sosial
Berbagai bentuk antara lain ialah penyediaan fasilitas umum.
d.
Pasokan bahan secara lokal.
e.
Sistem perpajakan yang progresif
4.3. Tersedianya Dana
Untuk Pembangunan Bidang-Bidang Lain
Siapapun akan
menerima pandangan bahwa menyelenggrakan kegiatan pembangunan yang mencakup
seluruh segi kehidupan dan penghidupan suatu masyarakat bangsa memerlukan dana
yang besar.
·
Di
bidang politik.
·
Di
bidang pertahanan dan keamanan
·
Di
bidang sosial budaya
·
Pembangunan
ekonomi harus berhasil karena dengan peningkatan kegiatan di bidang ekonomi,
semakin banyak sumber dan yang digarap dan dimanfaatkan.
4.4. Terpeliharanya
Ketertiban Umum
Di kalangan aparat
keamanan sering terdapat persepsi bahwa berkurangnya, apabila hilangnya,
kesenjangan sosial akan melicinkan jalan untuk terpeliharanya ketertiban umum
yang mantap. Semata-mata dilihat dari sudut pandang makin banyakanya warga
negara yang mampu mempertahankan tingkat dan mutu hidup yang layak bagi manusia
dengan harkat dan martabatny, semakin berkurang pula alasan untuk menampilkan
perilaku yang disfungsional. Bentuk-
bentuk dan jenis- jenis tindak kriminal dan kejahatan terorganisasi oleh mafia
dan gang dan tindak kejahatan orang berdasi, dengan berbagai bentuk seperti
pemalsuan kredit, transfer dana kadang- kadang dan jumlah besar dengan
menggunakan “PIN” orang lain, perdangangan senjata gelap, penjualan obat-obatan
terlarang dan lain sebagainya.









0 komentar:
Posting Komentar