DEFINISI HUMAS
Muhammad Fadli Al Fudhail
A.
DEFINISI HUMAS
Menurut The International
Public Relations Assiciation (IPPRA) sebuah organisasi profesi ditingkat
International,
PR is a management function, of a continuing and planned character,
through which public and private organizations and institutions seek to win and
retain the understanding, sympathy and support of those with whom they are or
may be corcerned – by evaluating public opinion about themselves, in order to
correlate, as far as possible, their own policies and procedures, to achieves
by planned and widespread information more productive cooperation and more
efficient fulfillment of their common interests.
Webster’s New International Dictionary edisi ketiga, memberi definisi public relations sebagai:
1.
The promotion or rapport and
goodwill between a person, firm, or institution and other person, special
publics, or community at large through the distribution of interpretative
material, the development of neighborly interchange, and the assessment of
public relation.
2.
(a) The degree of understanding and
good will achieved between and individual, organization, or institution and the
public.
(b)
The application of the techniques for achieving this relationship.
3. (a) The art or science of developing
reciprocal understanding and goodwill.
(b) The professional
staff entrusted with this task.
Sementara John
E. Marston dalam Modern Public Relation (1979)
memberikan definisi yang bersifat umum yakni :
“Public Relation is planned, persuasive communication designed
influence significant public.”
Robert T. Relly dalam bukunya, The Action of
Public Relation (1981) menyebutkan :
“Public
Relation Practice is the art and social science of analyzing trends, predicting
their consequences, counseling organizations learders, and implementing planned
program of action which serve both the organization’s and the public interest.”
William L. Rivers dan
kawan-kawan (dikutip dari makalah Toto Tasmara dalam Seminar Mangerial Skill Work Shop, Labmend,
Jakarta, 1990) mendefinisikan public
relations sebagai berikut:
“Public
Relations is the skilled of communications of ideas to the various publics with
the object of producing a desired result… to change the public image of an
individual or corporation or to other public attitude toward company policies.”
Dari beberapa definisi di atas, dapat
kita tarik benang merahnya menjadi 2 (dua) klasifikasi. Pertama, tentang karakteristik humas atau ciri-ciri humas. Kedua, keberadaan humas dalam organisasi
yang meliputi tujuan humas, fungsi humas, tugas dan kegiatan humas.
B.
KARAKTERISTIK HUBUNGAN MASYARAKAT
Ada 4 Ciri utama humas yang disebut sebagai karakteristik humas
yaitu;
a.
Adanya Upaya Komunikasi yang
Bersifat Dua Arah
Hakikat humas adalah komunikasi. Namun, tidak semua komunikasi
dapat dikatakan humas. Komunikasi yang menjadi ciri kehumasan adalah komunikasi
dua arah yang memungkinkan terjadinya arus informasi balik.
Komunikasi timbale balik dalam praktik kehumasan bukan berarti
komunikasi yang bersifat langsung, melainkan bersifat tertunda (delayed). Oleh karena itu, setiap upaya
yang memungkinkan terjadinya arus balik dapat disebut sebagai komunikasi
kehumasan. Upaya – upaya tersebut misalkan dengan menyediakan sarana atau media
komunikasi seperti kotak surat, buliten atau media internal (IngGriya), suatu
forum atau pertemuan yang diformat untuk terjadinya dialog semisal program
orientasi bagi karyawan baru, rapat, pertemuan dan forum bebas, dan sebagainya.
b.
Sifatnya yang Terencana
Humas adalah suai kerja manajemen atau funsi manajemen. Oleh karena
itu, kerja humas haruslah menerapkan prinsip – prinsip manajemen, supaya hasil
kerjanya dapat diukur.
Sifat humas yang terencana akhirnya mengandung pengertian bahwa
kerja atau aktivitas humas merupakan kerja atau aktivitas yang
berkesinambungan, memiliki metode, teritegrasi dengan bagian lain dan hasilnya tangible (nyata).
c.
Berorientasi pada Organisai/Lembaga
Bila humas merupakan aktivitas komunikasi dua arah yang terencana
maka kerja yang dianggap identik dan berdekatan dengan humas adalah marketing.
Hakikatnya marketing dan humas sama-sama sebagai aktivitas komunikasi. Namun,
kalu dicermati kedua bidang tersebut sebenarnya berbeda orientasi. Bila
marketing berorientasi pada produk (output) untuk mencapai tingkat sales
(penjualan) yang tinggi, maka humas berorientasi pada organisasi/lembaga (penghasil
produk) untuk mencapai pengertian, kepercayaan, dan dukungan public.
Analisis sederhana untuk menjelaskan hubungan marketing dan humas
adalah bila orang memahami dan percaya pada suatu perusahaan, maka orang akan
percaya terhadap produk yang dihasilkannya
d.
Sasarannya adalah Publik
Sasaran humas adalah publik, yakni suatu kelompok dalam masyarakat
yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. Jadi, humas bukanlah perorangan.
Dalam praktik publik ini dikelompokkan menjadi dua, yakni publik
internal dan publik eksternal. Publik internal meliputi publik karyawan, yakni
mereka yang bekerja dalam organisasi/lembaga dengan karakteristik kepentingan
berupa kesejahteraan (penghasilan), promosi jabatan atau penghargaan prestasi
kerja; publik pemegang saham yang memiliki karakteristik kepentingan investasi
yang aman, terjaganya aset; public pengelola, yangmemiliki kepentingan terhadap
peningkatan kinerja organisasi/lembaga.
Publik ekternal misalnya komunitas lokal (tetangga) yang memiliki
karakteristik kepentingan rasa aman, rasa bangga, keindahan dan kesehatan
lingkungan, kesehatan kerja, penambahan penghasilan; publik pers yang memiliki
terhadap peristiwa-peristiwa yang memiliki nilai berita dan sumber-sumber
berita; publik pemerintah yang memiliki kepentingan terhadap mitra penegelelola
sumber daya alam dan lingkungan, pemasukan pajak, penyerapan tenaga kerja, dan
sebagainya.









0 komentar:
Posting Komentar