Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN T14



KOMUNIKASI DAN PEMANGUNAN
DI ASIA TENGGARA (1964-1974)
Muhammad Fadli Al Fudhail

Dr. Gloria Feliciano, salah seorang ahli komunikasi terkemuka di asia tenggara menguraikan secara jelas pesatnya perkembangan komunikasi di asia tenggara dalam dasa warsa terakhir ini (ia mengambil periode 1964-1974 sebagai dasar pengamatannya).

SITUASI BUDAYA

Di sekitar tahun 1960 an telah dikenal fasilitas percetakan modern dan di gunakan nya teknologi elektronik untuk transmisi berita secara audio visual melalui satelit. awal tahun 1970 mulai dikenal penggunaan video tape dan audio cassetes, serta dimanfaatkannya berbagai media untuk kepentingan pendidikan.
Standar ideal unesco untuk mengukur perbandingan antara media dengan jumlah penduduk yang dapat menunjang pembangunan adalah 100 surat kabar, 50 radio, 20 televisi dan 20 bioskop untuk setiap 1000 penduduk.atas dasar kenyataan ini mungkin perlu dibutuhkan suatu standar yang kualitatif dari pada kantitatif sebagai petunjuk kemajuan pembangunan, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti:
1.      Peningkatan komunikasi antarpribadi di samping komunikasi lain.
2.      Peningkatan dukungan pemerintah terhadap kegiatan informasi.
3.      Peningkatan keikutsertaan media professional dalam proses pengambilan keputusan di kalangan instansi pemerintah.
4.      Peningkatan penggunaan media komunikasi dalam menunjang pembangunan.
5.      Pemanfaatan tenaga-tenaga komunikasi terdidik dalam perbagai media.
6.      Sebandingnya jumlah mahasiswa bidang komunikasi dengan jumlah mahasiswa dalam bidang ilmu-ilmu sosial budaya lainnya.
7.      Memperluas penyebaran mass media.
8.      Dibutuhkannya penasehat ahli dalam bidang komunikasi.
9.      Memberikan kesempatan yang lebih luas bagi wanita untuk berpartisipasi dalam mass media.
10.  Peningkatan komunikasi dalam dan antarlembaga komunikasi.
11.  Peningkatan kegiatan media baik dalam maupun luar negeri.
12.  Peningkatan penelitian komunikasi untuk pembangunan nasional.
Beberapa faktor tersebut di atas, kami kemukakan di sini.
1)      Diterimanya komunikasi sebagai suatu Propesi
2)      Dukungan pemerintah terhadap Kegiatan Komunikasi
3)      Keikutsertaan Mass media dalam Proses Pengambilan Keputusan
4)      Pemanfaatan Komunikasi dalam Pembangunan
5)      Profesionalisme dalam media
6)      Minat dalam Pendidikan Komunikasi
7)      Mobilitas Jabatan Para Ahli Media
8)      Kebutuhan akan Ahli Komunikasi
9)      Peranan Media dalam Mass Media
10)  Kerjasama antarlembaga Komunikasi
11)  Dukungan Penelitian Komunikasi terhadap Pembangunan
12)   
SUMBER INFORMASI PEMBANGUNAN

Komunikasi antarpribadi pada umumnya lebih efektif dibandingkan dengan komunikasi lewat mass media sebagai saluran komunikasi pembangunan. Hal ini lebih tampak dengan jelas apbila kita melihat situasi komunikasi daerah pedesaan. materi-materi informasi yang disampaikan lewat media tersebut harus disebar luaskan ke perbagai tempat tanpa mengkhususkan diri didaerah pedesaan, sebab para penyuluh pembangunan akan menyampaikan materi khusus tersebut pada masyarakat pedesaan melalui saluran informasi tatap muka.

STRATEGI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Demi memperoleh partisipasi maksimal dalam pembangunan, maka strategi utama dalam komunikasi pembangunan harus didasarkan pada kemampuan media menjangkau audience dalam jarak yang jauh serta jumlah yang besar, pendekatan ini merupakan pendekatan kuantitatif. Setelah data penelitian membuktikan bahwa strategi semacam ini kurang memberikan hasil yang memuaskan karena sulitnya mengukur umpan balik, maka diadakan penilaian kembali terhadap kebijaksnaan pemberitaan pembangunan melalui radio maupun televisi yang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Berita yang disampaikan lewat media yang tepat, jujur, dan tidak komunikatif. masalah-masalah yang peka seperti, integritas nasional, masalah agraria dan keluarga berencana.
2.      Kalimat-kalimat yang digunakan dalam penyampaian informasi sering tidak jelas dan kurang akrab dengan audience.
3.      berita melalui media kurang memperhatikan pandangan, nilai-nilai sosial masyarakat pedesaan.
4.      berita pembangunan terlalu memberatkan aspek teknik daripada aspek sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan
5.      penyusun berita kadang-kadang kurang menyesuaikan materi berita dengan kebutuhan pembangunan.

B. INDONESIA
RADIO SEBAGAI ALAT PENYULUH PERTANIAN
(FORUM SIARAN PEDESAAN DI INDONESIA)

Sebagai seorang panasehat ahli (konsultan) di bidang pembangunan pertanian melalui siaraan pedesaan, Abert Hilbrink yang pernah bekerja di Indonesia menguraikan sejarah pertumbuhan dan perkembangan siaran pedesaan di Indonesia beserta kelompok-kelompok pendengarnya.
Kelemahan radio ini dapat di atasi dengan membentuk kelompok pendengar dalam siaran-siaran pedesaan. Untuk menciptakan pola Komunikasi dua arah, pimpinan kelompok pendengar dapat mengirimkan pertanyaan-pertanyaan dari anggota-anggotanya ke stasiun radio dan menirima jawaban-jawabannya di dalam siaran radio.

PENYUSUNAN ACARA

Masalah yang patut mendapat perhatian adalah sistem penyusunan acara siaran pedesaan. acara-acara direncanakan oleh Dewan Pembina siaran pedesaan dan disusun oleh seorang anggota dari dewan itu.
Untuk memperbaiki mutu siaran pedesaan haruslah dibentuk team penyusun yang tetap dan latihan-latihan bagi ahli pertanian. Di Indonesia sedang di rencanakan pembangunan pusat-pusat latihan daerah yang akan melatih para penyusun acara-acara siaran pedesaan.

KELOMPOK PENDENGAR

Berdasarkan pengalaman Forum Radio Tani Canada, maka suatu kelompok pendengar hanya akan berdiri selama lebih kurang dua tahun, kecuali kalau kelompok itu mempunyai tugas-tugas tertentu untuk dikerjakan. Di Indonesia, siaran pedesaan telah memungkinkan dibangunnya sebagai proyek untuk swasembada, seperti perikanan, perkebunan pepaya dan pisang, proyek peternakan, pemberantasan tikus dan sebagainya. Usaha memajukan kelompok-kelompok pendengar didasarkan pada konsep arus komunikasi dua tahap, yaitu bahwa informasi mengalir dari sumber-sumber seperti mass media maupun menyuluh, kepada para pemimpin dan kemudian disebarluaskan kepada penduduk desa. anggapan ini menyebabkan perencana siaran pedesaan berusaha memanfaatkan peranan pimpinan desa sebagai salah satu sumber informasi. Di Indonesia kelompok-kelompok pendengar di kembangkan lebih jauh,. kelomok-kelompok pendengar didorong untuk berkembang menjadi kelompok-kelompok tani serba guna, yang anggota-anggotanya selain giat dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari juga aktif mengambil bagian dalam mendengarkan dan membicarakan acara-acara siaran pedesaan.

WAYANG PURWA SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI

1.      Terpusatnya media modern di kota-kota besar Indonesia, yang negaranya agraris.
2.      Harga mass media modern seperti radio dan TV yang jauh dari jangkauan masyarakat desa.
3.      wayang purwa dapat “menjambatani” jurang komunikasi antardesa dan kota mengingat wayang purwa dapat di pentaskan di istana presiden maupun di desa-desa terpencil di jawa.
4.      yang terpenting, wayang purwa dapat menyebarkan berita-berita pembangunan melalui dialognya, serta masih relevan sebagai bentuk seni dan hiburan tradisional.

PENGERTIAN WAYANG PURWA

Wayang purwa di difinisikan di sini” bentuk seni pertunjukan yang menggunakan boneka dari kulit serta menyajikan cerita yang pada mula nya berasal dari cerita kepahlawanan Hindu: Ramayana dan Mahabrata”. bagian pertama dari difinisi tersebut menyajikan cerita yangsama tetapi tidak menggunakan boneka kulit sebagai aktor nya misalnya wayang golek sunda di jawa barat dan wayang orang (wong). wayang golek menggunakan boneka kayu tiga dimensi, sedangkan wayang orang diperankan oleh manusia.
di bandingkan dengan bentuk wayang yang lain, wayang purwalah yang paling terkenal, sedangkan jenis wayang yang lain di anggap sebagai bentuk kesenian yang “mati”.
KEANGGOTAAN, PERLENGKAPAAN DAN UNSUR-UNSUR AUDIO-VISUAL WAYANG PURWA:
A.    Kenggotaan dan perlengkapan:
Keanggotaan:
1.      Dalang (main artists)
2.      Niyaga (musicians)
3.      Pesinden (ladysinger(s))

Perlengkapan:
4.      wayang
5.      kelir
6.      blencong
7.      dhebog
8.      kothak
9.      cempala
10.  kepyak
11.  gamelan
B.     Unsur-unsur audio visual:
1.      sabetan
2.      janturan
3.      cariyos
4.      ginem
5.      suluk
6.      tembang
7.      dhodhogan
8.      kepyakan
9.      gending
10.  gerong
11.  sindeman
jumlah keseluruhan dari yang tertulis di atas adalah 11, sama dengan jumlah perbagai unsur audio-visual wayang purwa.

CERITA DALAM WAYANG PURWA

jumlah sandiwara dalam cerita wayang purwa di susun dalam daftar dan isinya disingkat oleh j. Kats dalam HET JAV AANSCHE TONEEL 1923. seluruh cerita tersebut dibagi menjadi empat lingkaran; tentang dewa dan roh jahat (7 sandiwara), tentang Lokapala (5 sandiwara), tentang Ramayana ( 18 sandiwara), dan Mahabharata (147 sandiwara). Hal ini berarti bahwa untuk menyajikan seluruh cerita diperlukan 177 malam, di mana setiap pertunjukkan semalam suntuk berlangsung kurang lebih 9 jam. cerita wayang dikenal oleh masyarakat jawa (47% dari seluruh penduduk Indonesia), orang sunda (14%), orang madura (7%), dan bali (2%)> kita tidak dapat mengatakan bahwa suku-suku lainnya sama sekali tidak mengenal cerita tersebut, karena ceritanya sering di muat bahasa nasional.

C. AFRIKA
SURAT KABAR PEDESAAN
Kasus sebuah proyek penerbitan surat kabar desa di liberia.

Peranan surat kabar sebagai sarana komunikasi dalam menunjang pembangunan telah terbukti di bebagai negara sedang berkembang. namun biaya penerbitan surat kabar di akui sangat mahal menurut ukuran masyarakat negara sedang berkembang.
Langkah prtama di dalam produksi surat kabar desa di wujudkan oleh penamplan surat kabar baru. beberapa surat kabar menjanjikan harapan kemajuan dengan menjanjikan publikasi yang lebih di waktu mendatang. di butuhkan waktu puluhan tahun sebelum seluruh daerah pedalaman mampu memiliki alat percetakan konvensional. Disamping itu, sistem sekarang ini akan memberi kesempatan praktek persuratkabaran selama beberapa tahun, sehingga memungkinkan surat kabar dari kota-kota kecil menimba pengalaman bagi para redaksinya.

PERENCANAAN PROYEK

Dibawah pimpinan Direktur jendral Reginal Townsend, biro informasi liberia mensponsori sebuah proyek surat kabar desa. editor serta tukang ketik yang memiliki kemampuan berbicara dan menulis inggris yang baik, akan dikirim ke ibukota monrovia untuk dididik selama 2 sampai 6 minggu, mereka juga dididik mengumpulkan iklan, pengedaran surat kabar, dan cara menyimpan serta memelihara peralatan surat kabar. Di harapkan agar surat kabar dilengkapi dengan satu tape recorder transistor untuk rekaman kepentingan berita.

MEMAJUKAN SISTEM SURAT KABAR DESA

Untuk mendorong terbitnya lebih banyak surat kabar yang mampu melayani masyarakat luas dan tersebar dengan baik, beberapa tindakan telah di ambil:
1.      Sebuah pertanyaan pers dikeluarkan oleh LIS melalui kedua surat kabar monrovia dan kedua stasiun radio, mengenai gambaran proyek ini dan menerangkan betapa sederhananya dan betapa murahnya proyek ini.
2.      direktur jendral LIS di wawancarai oleh stasiun radio ELBC, di mana ia menerangkan bahwa surat kabar desa mampu mendorong kemajuan mayoritas penduduk berdiam.

BERITA-BERITA DALAM “SURAT KABAR DESA”, SERTA SARAN-SARAN BAGI REDAKSI

Dalam perkembangan surat kabar ini tampak dengan jelas bahwa beberapa sarana di butuhkan untuk mempertumakan pndapat maupun kepentingan yang sama di kalangan redaksi. Di samping itu surat kabar desa disarankan juga untuk menyusun dokumentasi yang baik serta perpustakaan yang memadai di samping memberikan pendidikan yang teratur kepada para pengasuhnya di bidang jurnalistik praktis.


D. ASIA
STRATEGI KOMUNIKASI MASYARAKAT
YANG SEDANG BERKEMBANG
(Model Sri Langka)
Model yang dimaksud adalah model yang di landaskan pada pengalaman Sri Langka. Model ini disebut model Asia, sebab unsur-unsur dan masalah-masalah yang tercakup dalam pengalaman Sri Langka, Merupakan gambaran dari masyarakat tradisional maupun masyarakat Asia.
LINGKUP PERMASALAHAN:
a.       Pemusatan sektor pedesaan
b.      Produktivitas per kapita yang rendah
c.       Tingkat “melek hurup” (literacy) yang tinggi
PARTISIPASI POLITIK YANG MELUAS
Situasi masyarakat semacam ini menimbulkan masalah yang serius bagi strategi komunikasi. dalam setiap issue yang di lontarkan,masyarakat cendrung untuk mendasarkan tanggapan mereka tidak pada tujuan-tujuan obyektif, melainkan pada apa yang menjadi kepentingan kelas sosial mereka. dalam hal ini komunikasi harus mampu mengurangi prasangka-prasangka yang ada di antara kedua kelas masyarakat yang berbeda.
Dari uraian-uraian terdahulu maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 unsur dalam model komunikasi ini, yakni:
1.      pemusatan sektor pedesaan
2.      produktivitas per kapita yang rendah
3.      tingkat “melek huruf” yang tinggi
4.      partisipasi politik yang meluas
untuk mendalami masalah lebih lanjut, maka keempat faktor ini hendaknya di pandang sebagai totalitas, dengan menempatkan tingginya tingkat melek huruf serta perbedaan politis masyarakat senantiasa mencoba bekerja melalui lembaga-lembaga demokratis dengan meninjau konsepsi maupun nilai-nilai dari barat.

KELANGKAAN PENELITIAN KOMUNIKASI

Langkanya strategi komunikasi tidak hanya menyebabkan kegagalan dalam menghimpun dan mengarahkan media, tetapi lebih penting dari itu adalah hilangnya keinginan untuk mencoba menjawab apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh komunikasi.
Kebutuhan penelitian timul dalam dua tingkatan, yakni:
1.      Dalam tingkat masa media
2.      Dalam tingkat desa

PERKEMBANGAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DI INDIA

Dokumen-dokumen resmi india secara eksplisit tidak mengungkapkan peranan komunikasi dalam pembangunan yang terencana, akan tetapi terdapat kesadaran umum bahwa komunikasi dapat memberikan sebagai peranan yang penting. Daftar I menyajikan alokasi-alokasi anggaran untuk bermacam-macam saksi dari kementrian penerangan dan siaran radio yang menunjukkan meningkatnya input pemerintah selama satu dasa warsa.
tabel 1. alokasi-alokasi Anggaran belanja dari kementrian penerangan dan siaran Radio India.
Alokasi-alokasi anggaran
Seksi kementrian                             belanja 1965/66                             1973/74
                                                             (Rs. juta)                                   (Rs. juta)
All India Radio                                    67.40                                          305.50
Publisitas periklanan dan visuil           19.60                                            38.36
Publisitas lapangan                               5.92                                             11.41
Seksi Film                                            11.60                                            24.51
Seksi Photo                                            1.00                                              2.27
Biro penerangan Pers                             5.30                                              8.74
Seksi Publikasi                                       3.74                                              7.69
Seksi Seni Suara dan Drama                  1.37                                              8.08

PELAJARAN-PELAJARAN DARI SEPULUH TAHUN TERAKHIR
Manfaat yang dapat di petik dari pengalaman India dalam komunikasi pembangunan dalam sepuluh tahun terakhir adalah sebagai berikut:
a)      persoalan tentangkomunikasi pembangunan seringkali di nyatakan dan dilukiskan secara berlebihan. hal ini menimbulkan kekecewaan dan frustasi. karenanya haruslah dilihat dalam perspektif yang lebih jelas apa yang dapat dilakukan oleh komunikasi dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh pembangunan.
b)      Sumbangan tidak langsung dari komunikasi terhadap proses pembangunan sangat penting.
c)      Komunikasi tidak dengan sendirinya menghasilkan pembangunan. strategi tentang perencanaan harus meliputi sejumlah prioritas yang jelas.
d)     Terdapat kecendrungan yang tidak menguntungkan di negara-negara yang sedang berkembang yang tertarik pada teknologi baru dan mengabaikan metode tradisional seperti komunikasi antarpribadi.

TUGAS MENDATANG
Apabila mass media di harapkan menjalanjan peranan pembangunan secara memuaskan dalam dasa warsa mendang, maka mass media harus memperhatikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat india.
Mass media telah berfungsi secara baik di dalam meningkatkan kesadaran dan perhatian, akan tetapi fungsi ini harus dilakukan dengan cara tertentu di mana hanya harapan-harapan yang realistis di tumbuhkannya.
strategi komunikasi baru harus memproyeksi pandangan masyarakat. semakin terbukti bahwa suatu model masyarakat yang mempunyai konsumsi tinggi tidak relevan di India.
kesimpulan menunjukkan bahwa komunikasi memang perlu, tetapi tidak merupakan persyaratan yang mutlak bagi pembangunan. ia mampu meproyeksikan gambaran masyarakat yang di inginkannyan, dan dapat membantu dalam membentuk kembali sikap-sikap dan nilai-nilai. komunikasi dapat baik atau buruk, mempunyai fungsi atau tidak, bergantung pada mereka yang mengendalikannya. untuk mempersiapkan hal-hal yang ingin dicapai pada masa mendatang, maka media komunikasi harus meningkatkan kemampuannya.

Wilbur Schramm, Godwin C. Chu, dan Frederick T.C.Yu
PENGALAMAN CINA
DALAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Tiga ahli komunikasi masing-masing Wilbur Schramm, Godwin C dan Frederick Yu menguraikan secara lengkap dan jelas pola komunikasi pembangunan Cina yang telah berhasil menggugah partisipasi masyarakat Cina yang berjumlah hampir 800 juta jiwa. Ketiga ahli tersebut juga membahas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan usaha untuk mengambil alih pengalaman Cina dengan komunikasi pembangunannya, yang diharapkan dapat di terapkan di negara lain. Namun hal ini tidak berarti bahwa komunikasi pembangunan Cina tidak dapat diterapkan oleh negara yang memiliki sistem sosial yang berbeda, persoalannya terletak pada seberapa besar kesediaan suatu negara untuk berkorban bagi keberhasilan sistem yang di ambil alih nya dari negara lain.
banyak hal yang menarik bagi kita yang dpat di pelajari dari komunikasi pembangunan Cina.
1.      KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
tidak seperti kebanyakan negara yang telah menaruh harapan-harapan nya pada teknologi komunikasi baru, maka orang-orang cina pada pokoknya mempercayakan diri pada komunikasi antarpribadi, percakapan tatap muka, kelompok diskusi dan pengambilan keputusan serta pertemuan
2.      KADER-KADER
Saluran utama untuk memberi informasi dan membimbing komunikasi antarpribadi adalah para kader berpolitik, patuh, dan biasanya banyak akal.
3.      LOKALISASI
salah satu ciri dari dari negeri cina adalah besarnya desentralisasi tanggung jawab atas pembangunan, serta penyerahan tanggung jawab itu kepada masyarakat setempat.
4.      PENGGERAK SISTEM
Sejauh ini seseorang dapat mengatakan, bahwa mesin yang membuat pembangunan Cina berjalan adalah luapan semangat juang masyarakat yang di bangkitkan oleh komunikasi dan koperasi lokal.
5.      MASS MEDIA
Walaupun bentuk komunikasi pembangunan yang paling penting di cina adalah komunikasi antarpribadi yang banyak di jalankan dalam kelompok, namun mass media tidak di abaikan begitu saja.
6.      KESATUAN KOMUNIKASI
Mungkin, satu di antara alasan-alasan pokok mengapa kampanye pembangunan di Cina berjalan lebih baik daripada di negara yang pengawasannya lebih kendor adalah kurang di sadarinya arti penting pemisahan fungsi komunikasi yang beragam-ragam.
7.      SISTEM PENDIDIKAN
aspek yang paling penting dalam komunikasi pembangunan Cina adalah sistem pendidikannya yang diperbaharui secara total.
mendidik orang berpikir secara “lurus” adalah inti penciptaan warga Cina baru.
8.      BEBERAPA SIFAT KHAS PENGGUNAAN MEDIA
a)      Orang-orang cina telah menghubungkan kembali beberapa mata rantai dalam komunikasi sosial dengan metode-metode yang agak luar biasa.
b)      dalam komunikasi pembangunan Cina diselipkan berbagai tema yang berisikan seruan revolisioner dan patriotik, dan referensi dari mao.
c)      “kritik” dan “pembaharuan” adalah prinsip-prinsip penting pembangunan cina yang di cerminkan dalam rencana-rencana komunikasi.

MELIHAT KEDEPAN
tentu saja apa yang telah di uraikan belum memberi gambaran yang luas mengenai apa yang sedang di kerjakan oleh Cina dengan komunikasi. pengalaman cina dalam pembangunan adalah suatu cerita tentang keberhasilan dan juga suatu dongeng mengenai kesengsaraan. walaupun mao telah mengajarkan “persamaan”, namun masyarakat cina belum sama rata. masyarakatnya masih terbagi dalam kelas-kelas, dan banyak pengunjung cina telah kemali kenegerinya dan cerita mangenai perbedaan penghasilan dan gaya hidup.
Mengenai hal ini,3 buah saran dapat di ajukan:
1)      Semakin banyak persamaan antara sistem sosial suatu negara dengan sistem sosial Cina semakin besar kemungkinan untuk mengambil alih pengalaman cina secara menguntungkan
2)      sisitem sosial yang berbeda dengan sistem sosial Cina dapat mengambil alih pengalaman cina sesuai dengan kesanggupan serta kesediaan untuk menanggung resiko akibat perubahan-perubahan sosial, politik dan ekonomi.
3)      pelajaran-pelajaran dari pengalaman Cina yang dapat diambil alih oleh negara-negara yang sedang berkembang sebagian besar akan lebih bersifat umum daripada khusus.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar