PUBLIK
RELATIONS ADVERTISING
Muhammad
Fadli Al Fudhail
A.
Pengantar
Periklananan
atau humas periklanan dan istilah asingnya disebut “Publik relations
advertising” memiliki keunikan. Jika pemasaran atau “Marketing” bertujuan memasarkan
produk agar dibeli publik, periklanan atau dikenal dengan “advertising”
bertujuan mempromosikan produk, maka “public relations advertising” justru
memusatkan kepada upaya menumbuhkan pencitraan lembaga dari produk yang
diperkenalkan kepada publik.
Dilihat
dari perkembangannya, sesuai tradisi, kebanyakan perusahaan atau organisasi
menggunakan kegiatan periklanan, untuk menjual produk” to sell product”, bukan
promosi produk “product promosion”. Memasarkan pencitraan produk melalui
kegiatan periklanan agar dikenal publik, telah menyebabkan lahirnya
pengelompokkan yang unik ketika beriklan.
B.
Public
Relation dan iklan
Antara
Public Relation dan periklanan (advertising) memiliki hubungan yang khas.
Karena secara praktis kedua jenis kegiatan tersebut walau memiliki persamaan,
namun juga memiliki pembedaan (distinction). Pembedaan tersebut disebabkan,
karena kedua kegiatan tersebut memiliki tujuan yang berbeda.
Berikut
ini diuraikan beberapa keunikan antara public relations dan iklan. Dilihat dari
kegiatannya, iklan bergerak kepada upaya untuk memperkenalkan dan memasarkan
suatu produk; public relations advertising lebih memfokuskan diri kepada
membangun citra produk (brand image) dari pada menjual produk, sehingga suatu
produk menjadi terkenal, bahkan dapat menumbuhkan fanatisme produk pada diri
konsumen.
Ketika
iklan mempromosikan mengenai suatu penjualan produk, maka public relations
advertising berupaya memberikan layanan informasi mengenai kegunaan yang khas
dari produk.
Salah
satu kegiatan dari public relations advertising yang sering dilakukan adalah
dalam bentuk publisitas produk atau dalam istilah asing dikenal dengan “produk
publicity”.
C.
Tujuan
Public Relations Advertising
Secara singkat
dapat diuraikan, bagi para praktisi public relations yang bergerak pada
kegiatan beriklan (publik relations advertising), tujuannya adalah.
1.
Merjer
dan diversifikasi
2.
Meningkatkan
dan merubah pribadi seseorang
3.
Menggali
sumberdaya ornganisasi
4.
Melakukan
rekayasa peningkatan layanan
5.
Mengingatkan
perkembangan sejarah perusahaan
6.
Menguatkan
serta menstabilkan anggaran
7.
Memperluas
konsumen
8.
Merubah
nama perusahaan sehingga memiliki daya tarik dan bergengsi
9.
Melindungi
hak cipta
10.
Menangani
masalah-masalah darurat di perusahaan
Konsepsi iklan
itu sendiri mengandung makna “ setiap bentuk penyajian dan promosi nonpribadi dari ide-ide, produk
atau layanan oleh sponsor yang jelas, dan untuk itu dikenakan bayaran.
Melalui
konsepsi dari pemahaman iklan tersebut adapun tujuan beriklan:
1.
Perhatian
(Awareness). Dimaksudkan bahwa tujuan beriklan pertama sekali dapat menumbuhkan
perhatian bagi publik konsumen terhadap promosi suatu produk.
2.
Pengetahuan
(Knowledge). Dimaksudkan bahwa setiap promosi suatu produk, bukanlah hanya
sekedar memperkenalkan suatu produk, akan tetapi juga untuk meningkatkan
pengetahuan publik konsumen.
3.
Kesenangan
(Liking). Setiap suatu pengenalan produk, diharapkan pesan iklan dapat
menumbuhkan rasa senang atau kegemaran pada diri publik konsumen.
4.
Kesukaan
(Preference). Penyajian pesan iklan dari setiap suatu pengenalan produk,
diharapkan isi pesan dapat menumbuhkan kesukaan pada diri publik konsumen.
5.
Loyalitas(loyal).
Dimaksudkan, agar setiap penyajian pesan dari promosi produk kepada konsumen
selalu dapat menumbuhkan rasa kesetiaan pada diri konsumen.
D.
Kiat
dan strategi Beriklan
Di dalam
prakteknya seorang praktisi iklan sebelum melakukan promosi produk, perlu
mempertibangkan beberapa faktor, antara lain:
1.
Keunggulan
komparatif produk
2.
Dampak
akselarasi tekhnologi media komunikasi terhadap “product life cycle”.
3.
Dinamika
perubahan perilaku konsumen
4.
Kondisi
ekonomi berorientasi pasar bebas
5.
Pengembangan
produk baru yang berorientasi dari “produk idea” mnjadi “product concept”
Diusulkan
sebagaimana disebutkan seorang ahli, adapun kiat dan strategi beriklan
hendaklah memperhatikan perancangan pesan iklan yang mengandung unsur2 sebagai
berikut :
1.
What
to say
2.
How
to say
3.
Where
to say
4.
How
to evaluate
E.
Potensi
Media
Dinamika
dari perkembangan iklan pada saat ini tidak pernah terlepas dari faktor potensi
media. Hal ini dimungkinkan, karena melalui media akan diperoleh keseragaman
(uniformitas global)dalam mempromosikan suatu produk agar dapat diterima sesuai
dengan kebutuhan dan kepentingan publik konsumen (positioning).Bagi seorang praktisi
PR yang teliti ketika akan melakukan kegiatan beriklan. Sebaiknya memperhatikan
perbedaan dari setiap keunggulan media.
Surat khabar sebagai media tercetak
(printed media), memliki potensi yang cukup baik setelah televisi, keadaan ini
dapat dibuktikan, melalui penjelasan Direktur Nielsen Media Research Indonesia
Irawati.
1.
Media
yang paling tinggi pertumbuhan iklannya adalah surat khabar yang naik 11
persen, televisi 9 persen dan majalah 0,4 persen.
F.
Strategi
Perancangan Pesan
Demikian halnya
dengan sistem perancangan pesan iklan yang baik dan dipromosikan melalui media,
memungkinkan dapat menarik perhatian publik konsumen (packaging). Akhirnya
melalui potensi media akan dapat disusun strategi beriklan (Advertising
strategis).
G.
Tantangan
dan Harapan
Bagi
sementara biro iklan atau seorang tenaga promosi dan tenaga pemasaran yang
menggunakan iklan sebagai mekanisme untuk mempromosikan suatu produk haruslah
memiliki kejelian dan kreativitas untuk mengintip pasar.
Kehadiran
seorang praktisi PR didalam kegiatan periklanan merupakan suatu profesi.
Profesi ini dalam aktualitasnya disebut dengan “publik relations advertiser”.









0 komentar:
Posting Komentar