Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN T22


PEMBANGUNAN KAWASAN PERKOTAAN

Muhammad Fadli Al Fudhail


Tahap Perkembangan Kota
Banyak ahli yang berpendapat bahwa desa adalah awal dari kota. PJM Nas (1979: 56) mengungkapkan terjadinya kota-kota yang berasal dari desa-desa di Asia. Antara lain ia menyebutkan desa yang merupakanmayarakat yang kehidupan ekonominya terdiri dari cocok tanam dan perternakan, menyebar dari daerah pegunungan ke dataran, dan kemudian menumbuhkan pemukiman yang boleh disebut kota.
            Faktor-faktor yang mendorong perkembangan kota antara lain, yaitu :
1.      Pertambahan penduduk kota itu sendiri.
2.      Penemuan mesin dan tenaga uap ditambah lagi dengan penggunaan modal besar dalam dagang dan industri, untuk menciptakan pabrik-pabrik- besar.
3.      Peranan transportasi dan komunikasi di kota. Kedua hal ini menjamin kekompakan kehidupan masyarakat kota. Jika itu macet, maka segala tatakerja akan menjadi lumpuh.
4.      Kesempatan untuk maju dan keberhasilan lebih banyak di kota di bandingkan dengan di desa.
5.      Kota menwarkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang cukup sebagai sarana kenaikan jenjang sosial.
6.      Pengisian waktu senggang tersedia cukup, demikian pula berbagai hiburan dan olahraga.
Teori Perkembangan Kota
            Teori perkembangan kota tidak terlepas dari faktor-faktoryang mendorong perkembangan perkotaan. Paling tidak kalau dibagi dalam sudut pandang para ahli, akan dapat dijumpai bahwa diantaranya nyoroti teori perkembangan kota dari sudut sosiologi, demografi, keruangan (spatial), dan sudut ekonomi.

            Sudut Pandang Sosiologis
            Teori perkembangan kota dari sudut pandang sosiologi disebut Teori Arean Alamiyah  (The Theory of Natural Areas). Menurut E.E Bergel (1995) bahwa konsep teori ini banyak menitik beratak pada sifat manusianya (Human Nature) dari pada lingkungan alamya. Teori ini mengemukakan  adanya kecenderungan dari kelompok-kelompok primordial tertentu (ras, agama, kebangsaan,daerah – mungkin juga golongan profesi) untuk mendiami daerah yang sama.
            Sudut Pandang Demografis
Pengaruh pertambahan penduduk terhadap perkembangan kota tidak dapat diragukan lagi. Hampir semua ahli sependapat bahwa perkembngan penduduk, baik secara alami maupun secara migrasi, merupakan faktor penting dalam perkembangan kota. Kriteria tentang cepat lambatnya perkembangan dan pertumbuhan suatu kota umumnya ditentukan berdasar kecepatan perkembangan penduduknya”. Jadi, suatu kota dapat dikatakan cepat perkembangannya apabila pertambahan penduduknya dari tahun ke tahun memperlihatkan pelonjakan yang cukup mencolok.
Pertambahan penduduk kota, terutama dari arus pendatang, tidak hanya menyebabkan kota menjadi berkembang tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan. Apalagi bagi kota yang tidak mempunyai daya dukung terhadap pertambahan penduduk. Umumnya di negara sedang, arus penduduk dari desa ke kota adalah untuk mencari pekerjaan. Bertumpuknya penduduk di kota menimbulkan berbagai permasalahan yang kompleks, baik fisik maupun nonfisik, dan juga berakibat buruk terhadap perkembangan daerah-daerah sekitarnya.
Sudut Pandang Ekonomi
Sebagaimana telah disinggung dimuka bahwa pertumbuhan ekonomi suatu kota merupakan suatu faktor pendorong bagi berkembangnya kota tersebut. Perkembangan ekonomi disuatu kota akan menimbulkan multi-effect terhadap bidang-bidang perekonomian lainnya, seperti tumbuhnya industri-industri , pendukung, transportasi, jasa-jasa untuk melayani pertumbuhan ekonomi, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas-fasilitas kota.
Sumber daya alam
Sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sumber daya alam (naturalresources) adalah kekayaan alam yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia; Sedangkan sumber daya manusia (humanresources)merupakan kemampuan atau pikiran serta tenaga manusia dan kepribadian yang dimilikinya, yang dapat dimanfaatkan untuk menghindari diri dari kesukaran-kesukaran dan hambatan-hambatan yang timbul.
Industri
Lokasi industri selalu berkaitan dengan suasan kehidupan kota. Industri juga sering dijadikan sebagai indikator kemajuan suatu daerah, bahkan negara. Dalam kaitannya dalam perkembangan kota, sektor industri merupakan salah satu sektor perekonomian yang penting dalam mendorong percepatan perkembangan kota. Karena sektor ini membutuhkan sarana dan prasarana yang cukup banyak dan luas jangkauannya.
Pendapatan daerah
Pendapatan daerah sangat dipengaruhi oleh aktivitas perekonomian yang berlangsung didaerah yang bersangkutan.
1.      Teori central place
2.      Teori urban base
3.      Teori ukuran kota
4.      Teori faktor penawaran

Sudut Pandang keruangan
Teori perkembangan kota yang didasarkan pada sudut pandang keruangan(spatial)ini merupakan teori yang sangat populer dan paling banyak dikutif oleh para ahli dan para perencana kota. Selain mengkaitkannya dengan aktifitas yang merupakan sebab-sebab perkembangan kota tersebut teori ini lebih menekankan pada bentuk dan penggunaan tata ruang yang terpakai akibat adanya perkembangan kota.terutama bentuk pemekaran wilayah kota.
1.      Teori Konsentris
2.      Teori sektor
3.      Teori Inti Berganda

Pembangunan Perkotaan dan Tantangannya
Pembangunan perkotaan sering dikonotasikan dengan perkembangan wilayah kota, yang sangat meletakkan aspek-aspek fisik saja, seperti pembangunan prasarana kota dan perluasan wilayah kota. Perluasan wilayah kota sesungguhnya merupakan tuntutan terhadap adanya kebutuhan yang semakin meningkat akan prasarana kota. Kemudian pembangunan perkotaan tidak hanya sekedar membangun kebutuhan prasaran saja, tetapi juga memikirkan hal-hal berkaitan denga pemeliharaan perencanaan dan penataan lingkungan kota.

Kebijakan Pembangunan Perkotaan
Kebijakan pembangunan perkotaan merupakan bagian dari pembangunan nasional. Di Negara-negara berkembang pada umumnya tujuan pembangunan nasional antara lain:
1.      Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pertumbuhan produksi dengan laju yang lebih pesat dari pertumbuhan penduduk.
2.      Peningkatan integrasi social melalui peningkatan partisipasi yang lebih luas dan efektif dalam pembuatan keputusan public yang menyangkut masyarakat.
3.      Peningkatan integrasi keruangan (spatian integration) dengan menebarkan proses pembangunan kesegenap kawasan di Negara melalui system perkotaan yang seimbang.

Tujuan-tujuan tersebut akan begeser urgensinya dan akan muncul tujuan-tujuan baru dengan berjalannya waktu dan evolusi pembangunan nasional. Selanjutnya, dikatakan bahwa pembangunan nasional ini terwujudkan dalam kota-kota, yang merupakan suatu kota desa(rural towns)sampai dengan megalopolis. Pembangunan nasional terjadi dalam system perkotaan ini. Pembangunan akan bermulai di suatu kawasan atau permukiman tertentu dan dampaknya akan diteruskan serta dirasakan di kawasan perkotaan lainnyan dalam system tersebut.


Struktur dan bentuk system perkotaan ini akan berbeda sesuai dengan fungsi yang dilaksanakan oleh subsistem-subsistem atau pusat permukiman di dalamnya. Misalnya system perkotaan yang fungsi utama pusat-pusat permukimannya adalah perdagangan akan berbeda dengan yang fungsi utamanya adalah pemerintahan atau pelayanan social bagi masyarakat. Pentingnya Peranan sebuah kota, ditetapkan oleh banyaknya dan luasnya cakupan pelayanan fungsi-fungsi di dalam kota tersebut. Sebagai contoh sebuah kota besar atau metropolitan nasional akan memiliki fungsi-fungsi yang melayani seluruh wilayah nasional dalam hal pemerintahan, pelayanan kesehatan atau pusat pendidikan. Sebaliknya sebuah kota desa atau kota kecil cakupan pelayanan fungsi yang ada di dalamnya itu lebih terbatas. Hanya melayanin kota bahkan mungkin hanya bagian kota tersebut, misalnya pasar, pusat perbelanjaan atau fasilitas sosialnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar