SALURAN
ATAU MEDIA KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
Muhammad Fadli Al Fudhail
Pengertian
Saluran Komunikasi
Rogers menyatakan bahwa saluran komunikasi sebagai sesuatu yang
dimanfaatkan sumber maupun penerima untuk "menyalurkan" atau menyampaikan
pesan - pesannya. Saluran komunikasi adalah alat atau media yg dapat
dimanfaatkan oleh individu - inidividu atau kelompok/organisasi yang
berkomunikasi untuk menyampaikan pesan - pesan (messages) mereka.
Berlo (1960) mengartikan islam beragam pengertian, yaitu :
a) saluran sebagai alat pembawa pesan.
b) saluran yang dilalui oleh alat pembawa pesan.
c) media/wahana yang memungkinkan alat pembawa pesan itu melalui jalan
atau saluran yang harus dilaluinya.
d) media/wahana yang dapat dijadikan sarana untuk berkomunikasi, seperti
: pertemuan, pertunjukan, dll.
Ragam
Saluran Komunikasi
Secara konseptual, pada dasarnya dikenal adanya tiga macam saluran atau
media komunikasi, yaitu : saluran antar pribadi (inter-personal), media massa
(mass media), dan forum media yang dimaksudkan untuk menggabungkan
keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh saluran antar pribadi dan media massa.
·
Saluran
Antar-Pribadi
Media Antar pribadi (inter-personal) adalah media yang memungkinkan para
pihak yang berkomunikasi dapat berkomunikasi secara langsung, baik dengan tatap
muka (seperti : percakapan antar individu, diskusi dalam kelompok kecil,
pertemuan dalam ruangan, pertemuan diluar ruangan) atau menggunakan alat
(melalui telepon, chatting lewat internet, menggunakan teleconference, dll).
Lionberger dan Gwin (1982) mengemukakan dua ciri yang harus diperhatikan
dalam penerapan saluran antar pribadi, yaitu :
a) Saluran antar pribadi sebenarnya merupakan saluran ganda (multi
channels), sebab dalam berkomunikasi tatap muka, tidak hanya memperhatikan
bahasa yang digunakan, tetapi juga menyangkut ekspresi ratu muka, pakaian yang
dikenakan, tingkat kelantangan suara, waktu yang tepat untuk berkomunikasi,
tempat berkomunikasi, dll.
b) Saluran antar pribadi sering menghadapi hambatan (barrier) yang berupa
: kesenjangan budaya, generalisasi yang salah, perilaku yang mencurigakan,
kredibilitas sumber, makna dari kata yang digunakan, selingan yang
membingungkan, serta gangguan yang lain.
·
Saluran
Media Massa
Saluran Media Massa adalah segala bentuk media massa (media cetak, media
elektronika, dan multi media) yang dapat digunakan oleh pihak pihak yang
berkomunikasi untuk menyampaikan pesan pesan mereka.
Saluran/media ini memiliki kelemahan-kelemahan yang mencakup :
a) pesan yang disampaikan kurang jujur
b) Bahasa dan kalimat (istilah) yang digunakan seringkali kurang akrab
dengan masyarakat penerima manfaatnya.
c) Isi pesan sering kurang memperhatikan kebutuhan pembangunan yang
sebenarnya dibutuhkan masyarakat.
d) Isi pesan sering kali terlalu berorientasi kepada masalah masalah
teknis, tetapi kurang memperhatikan aspek aspek ekonomi, sosial budaya dan
lingkungan yang diperlukan penerima manfaatnya.
e) Isi pesan kurang memperhatikan sistem nilai yang berlaku didalam
masyarakat penerima manfaatnya.
·
Forum Media
Suatu bentuk saluran komunikasi yang memadukan kedua macam saluran
(saluran antar pribadi dengan saluran media massa) tersebut yang disebut
sebagai forum media.
Forum
media ini adalah saluran komunikasi yang berupa : sekelompok kecil orang yang
dapat saling tatap muka untuk berkomunikasi (mendiskusikan pesan-pesan
tertentu) yang diterima media massa. Bentuk forum media yaitu : kelompok
belajar, kelompok pendengar, dll.
Pilihan penggunaan media
Jika inovasi dapat dengan mudah dan jelas dapat disampaikan lewat media
massa atau sebaliknya jika kelompok penerima manfaatnya dapat dengan mudah
menerima inovasi yang disampaikan melalui media massa, maka proses adopsi akan
berlangsung realtif lebih cepat dibanding dengan inovasi yang harus disampaikan
lewat media antar pribadi. Sebaliknya, jika inovasi tersebut realtif sulit
disampaikan lewat media masa atau penerima manfaatnya belum mampu (dapat)
memanfaatkan media massa, inovasi yang disampaikan lewat media antar pribadi
akan lebih cepat dapat diadopsi oleh masyarakat penerima manfaatnya.
Gangguan/hambatan komunikasi
Dalam komunikasi yang menggunakan saluran media,
gangguan terjadi dalam bentuk noise, baik karena mutu peralatan, ketepatan
gelombang radio, gangguan cuaca, dll. Sedang dalam komunikasi yang menggunakan
saluran antar pribadi gangguan yang terjadi seringkali disebabkan oleh
karakteristik pribadu dari pihak-pihak yang berkomunikasi, berupa : citra diri,
nilai-nilai, kesenjangan sosial-ekonomi (pengetahuan, status sosial),
kesenjangan umur, jenis kelamin, agama, etnis, serta bahasa yang digunakan,
dll.
Model
Penyebaran Informasi
Model
penyebaran informasi (inovasi) dalam komunikasi pembangunan juga beragam, yaitu
:
·
Model Jarum
Hipodermis
Model komunikasi jarum hipodermis, merupakan model komunikasi searah
dengan menggunakan saluran media massa.
Penerapan
model ini dilandasi dua asumsi poko, yaitu :
a) Media massa mempunyai pengaruh yang tinggi dalam melaksanakan kehendak
(penerapan inovasi) terhadap masyarakat penerima manfaatnya yang tidak memiliki
kesempatan untuk berpikir atau tidak memiliki bargaining power untuk menolaknya.
b). Setiap individu sifatnya otonom, artinya hanya terikat pada informasi
yang diterima dari media massa dan tidak terikat oleh anggota
kelompok/masyarakatnya.
·
Model
komunikasi satu tahap
Model komunikasi satu tahap ini hakikatnya sama
dengan model Jarum Hipodermis, yaitu merupakan model komunikasi searah dengan
menggunakan saluran komunikasi media massa. Bedanya
adalah :
a) Adanya pengakuan mengenai asas selektivitas.
b) Adanya pengakuan tentang munculnya reaksi (umpan balik) yang berbeda.
·
Model
Komunikasi dua tahap
Model komunikasi ini merupakan gabungan antara penggunaan saluran media
massa dan saluran antar pribadi. Disini, pesan yang disebarluaskan oleh media
massa diterima oleh pemuka pendapat (opinion leader) untuk kemudian baru
disebarluaskan keseluruh anggota masyarakat yang berada dibawah pengaruh tokoh
(pemuka pendapat) tersebut.
Dalam model ini selain tidak hanya mengandalkan saluran media massa
sebagai satu - satunya saluran komunikasi yang ampuh, juga berasumsi bahwa
setiap individu tidaklah otonom, tetapi selalu berinteraksi dengan anggota
masyarakat lainnya.
·
Model
Komunikasi Banyak Tahap
Pada model ini tidak secara eksplist menyatakan media massa atau saluran
antar pribadi sebagai saluran yang tepenting. Demikian pula, model ini tidak
membeda-bedakan kedudukan atau peran masing-masing anggota masyarakat didalam
proses penyebaran informasi.









0 komentar:
Posting Komentar