RAHASIA DAN KEHEBATAN PUBLIC RELATIONS
NABI MUHAMMAD S.A.W
Muhammmad Fadli Al Fudhail
A.
Aktivitas Public Relations pada Zaman Nabi Muhammad S.A.W
Dakwah Islam
telah berjalan dengan baik selama kurun waktu yang cukup panjang. Semenjak
Islam diperkenalkan oleh Nabi Muhammad S.A.W kepada umat manusia, telah banyak
kemajuan yg dicapai. Keberhasilan dakwah yg dilakukan yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad S.A.W tentu tidak dapat terbantahkan. Dalam aktivitas dakwah tersebut,
Nabi Muhammad S.A.W telah melaksanakannya dengan baik dan terencana. Begitu
pula dengan sahabat Nabi dan penerusnya.
Jika ditelaah
lebih mendalam, pada waktu itu, NabiMuhammad S.A.W dan para sahabatnya
sebenarnya telah merintis dan melaksanakan kegiatan-kegiatan dan
praktik-praktik yang terkandung dalam Public Realations. Nabi Muhammad S.A.W
telah melaksanakan transmission of idea dan transmission of news, yaitu memindahkan
pikiran atau informasi dari individu ke individu lainnya dalam suatu masyarakat
dengan terlebih dahulu mengadakan hubungan yang baik dan memperhatikan keadaan
masyarakat pada waktu itu, sehingga bisa mencapai public understanding (sikap pengertian dari masyarakat).
Pada awalnya, Nabi
Muhammad S.A.W telah memulai dakwahnya terlebih dahulu dilingkup keluarganya,
kemudian dilanjutkan kepada para sahabatnya. Hal ini sebenarnya merupakan suatu
metode tersendiri karena di antara mereka tentu sudah terjalin hubungan yang
baik.
Adapun metode
dakwah yang digunakan oleh Nabi Muhammad S.A.W tidak hanya dengan lisan dan
perbuatan saja, melainkan juga dengan menggunakan media tulisan, yaitu dengan
pengiriman surat-surat dakwah yang ditunjukan kepada para raja dan penguasa
negri-negri sekitar seperti Romawi, Persia, Mesir, Ethopia, dan negara lainnya.
B.
Sumber Kekuatan Public Relations Nabi Muhammad S.A.W
Pada
hakikatnya, public relations merupakan metode komunikasi yang meliputi berbagai
teknik komunikasi. Dalam kegiatannya tersebut, terdapat suatu usaha untuk
mewujudkan hubungan yang harmonis antara suatu lembaga atau perusahaan dengan
publiknya. Hal ini berarti bahwa public relations merupakan suatu fungsi
manajemen. Perjuangan demi perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W
tidaklah berjalan mulus begitu saja. Ketika beliau melaksanakan tugas dakwah kepada
masyarakat Thaif, misalnya, ternyata reaksi masyarakat di sana bukan menerima
dakwah tersebut, tetapi mereka justru mencemooh serta mencacimaki beliau dan
para pengikutnya.
Nabi Muhammad
S.A.W memiliki sikap yang bersahaja dan bersahabat dengan siapa pun,bahkan
dengan lawan atau musuhnya sekalipun. Sikap yang demikian ini ternyata
memberikan dampak yang positif dan menjadi strategi dakwah beliau dalam
menciptakan hubungan yang baik antara dirinya dan masyarakat.
Maka, jelaslah
bahwa keberadaan dakwah yang dalam bahasa modern dapat disebut public relations
sangat diperlukan dalam Islam. Dakwah merupakan ujung tombak bagi pengembangan
agama Islam. Islam tidak akan dikenal manakala aktivitas dakwah terhenti.
Begitu pula mengenai pentingnya peran public relations dalam suatu perusahaan
atau lembaga.
Karena itulah,
tantangan bagi seorang public relations sekarang ini adalah mengenai kejujuran,
etika, dan integritas. Ketiga aspek tersebut tentu harus dimiliki oleh seorang
public relations. Karena, hal itulah telah terbukti sebagai sumber kekuatan dan
kunci kesuksesan dakwah Nabi Muhammad S.A.W, sehingga pesan dakwah yang beliau
sampaikan berhasil diterima. Lebih dari itu, Nabi Muhammad S.A.W juga
mengajarkan mengenai sikap yang harus dijauhi oleh seorang public relations,
yakni sikap munafik. Sebab, sikap seperti itu hanya akan mendatangkan masalah
dan kerugian, baik bagi seseorang secara personal maupun bagi perusahaan atau
lembaga.
C.
Gambaran Seorang Public Relations di Mata Nabi Muhammad S.A.W
Pada zaman Nabi
Muhammad S.A.W, sejarah public relations dimulai ketika beliau mengutus Ja’far
bin Abu Thalib sebagai ketua delegrasi umat Islam untuk menyampaikan dakwah
kepada Raja Najasyi di Habasyah, tepatnya pada tahun pertama Hijriah. Nabi
Muhammad S.A.W memilih Ja’far bin Abu Thalib sebagai ketua delegrasi tentunya
bukan tanpa alasan.
Pertama, Ja’far
bin Abu Thalib memiliki etos sebagai sember kepercayaan (source credibility) yang dapat ditunjukkan dengan kenyataan bahwa
ia adalah sosok yang mahir di bidangnya.
Kedua, Ja’far
bin Abu Thalib memiliki kemampuan dalam memikat lawan bicaranya atau audiens (pathos)
Ketiga, Ja’far
bin Abu Thalib memliki kaidah nalar akademik yang sistematik (logos). Kaidah yang digunakan oleh
Ja’far bin Abu Thalib ketika menjelaskan kisah Nabi Isa A.S.
D.
Kredibilitas dan Kompetensi Public Relations Nabi Muhammad S.A.W
Sebelum Nabi
Muhammad S.A.W berhasil membangun masyrakat, beliau terlebih dahulu membangun
kredibilitas pribadinya. Itulah pondasi pertama keberhasilan dalam perjuangan dakwahnya,
Dalam hal berbisnis, misalnya, beliau adalah sosok pebisnis yang sukses dan
berhasil
Ternyata, salah
satu rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad S.A.W adalah kredibilitas. Seorang
pebisnis harus mempunyai kredibilitas yang tinggi agar menimbulkan komitmen
dari konsumen. Karena, kredibilitaslah yang menjadi unsur utama dalam
berbisnis.
Perjalanan
dakwah Nabi Muhammad S.A.W memang selalu mendapatkan perlawanan yang kuat dari
bangsa Quraisy. Begitu banyak hambatan dan rintangan yang ditebarkan bangsa Quraisy
untuk menghalang-halangi dakwah Nabi Muhammad S.A.W. Namun demikian, hebatnya,
Nabi Muhammad S.A.W tidak gentar sedikitpun menghadapi teror baik secara fisik
maupun non-fisik yang dilancarkan orang-orang Quraisy terhadap beliau.
Namun demikian,
seorang public relations tidak hanya dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan
baik, tetapi ia juaga harus menguasai ilmu dan pengetahuan serta kekuatan untuk
mendayagunakan kedudukanya dengan baik. Selain itu, seorang public relations
juga harus mampu mengadministrasikan seluruh kegiatan dengan bahasa yang baik
dan sopan.
E.
Sifat Nabi Muhammad S.A.W yang Harus Ada dalam Diri Praktisi Public
Relations.
Nabi Muhammad
S.A.W memiliki empat sifat yang sudah melekat dalam dirinya. Keempat sifat
tersebut bisa menjadi panutan bagi seorang public relations dalam menjalankan
tugasnya, Sifat beliau tersebut adalah :
1.
Shiddiq (Jujur atau Benar)
2.
Amanah (Dapat Dipercaya)
3.
Tabligh (Komunikatif)
4.
Fathanah (Cerdas)
F.
Nabi Muhammad S.A.W Telah Mempraktikkan Konsep REACH Sebagai Fektifikasi
Komunikasi.
Communication is the key to succes. Ungkapan tersebut merepresentasikan pentingnya peranan komunikasi
untuk menraih kesuksesan. Kita barangkali sering mendengar ungkapan tersebut,
namun ternyata masih banyak yang gagal menerapkannya. Berbagai alasan
mengemuka, mulai dari karena tidak adanya percaya diri, ketidaksempurnaan alat
ucap (artikulator), hingga pada penampilan fisik yang tidak memadai.
Keterampilan
dalam berkomunikasi tentu sangat penting dimiliki oleh seseorang jika dia ingin
sukses. Artinya, kesuksesan seseorang juga banyak didukung oleh keterampilannya
dalam berkomunikasi dan cara dia berkomunikasi dengan efektif.
Secara
teoritis, proses komunikasi akan berjalan efektif, lancar, dan menguntungkan
jika di dalamnya termuat lima hukum komunikasi efektif (the five inevitable laws of effective communications). Kelima hal
tersebut terangkum dalam kata REACH yang berarti (resfect), rasa hormat
dan saling menghargai, (empathy), kemampuan untuk menempatkan diri pada kondisi
yang dihadapi oleh orang lain,termasuk tenggang rasa, pengertian, sensitivitas,
dan dapat merasakan, (audible), dapat dimengerti dengan baik oleh lawan bicara,
(clearity), pesan yang disampaikan oleh komunikan tersebut jelas dan tidak ada
yang ditutup-tutupi (transfaran), serta (humble), rendah hati, mau melayani,
rela mema’afkan, lemah lembut, tidak menyalahkan, dan tidak memojokkan atau
menyerang orang lain.
G.
Nabi Muhammad SAW memiliki Integritas
Integritas adalah perilaku yang bermoral, santun,jujur, dan tulus.
Seorang Public Relations harus memiliki sikap integritas tersebut agar bisa
menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Sikap inilah yang selalu hadir
dalam pribadi Nabi Muhammad Saw. Beliau memiliki integritas tinggi dalam setiap
keputusannya.
H.
Nabi Muhammad Saw. Memberikan pelayanan yang prima kepada
masyarakat.
Nabi Muhammad Saw. Selalu disibukkan dengan aktivitas mengurus
umat. Beliau tidak pernah menunda-nunda pengayoman masyarakatnya. Menurut Hasan
bin Muhammad, Nabi Muhammad Saw. Tidak pernah menyimpan harta, baik siang
maupun malam , semua harta Negara yang ada pada beliau dengan segera dibagikan
kepada yang berhak menerimanya.









0 komentar:
Posting Komentar