Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

RESUME PUBLIC RELATIONS XXIII


RAHASIA DAN KEHEBATAN PUBLIC RELATIONS
NABI MUHAMMAD S.A.W
Muhammmad Fadli Al Fudhail

A.   Aktivitas Public Relations pada Zaman Nabi Muhammad S.A.W
Dakwah Islam telah berjalan dengan baik selama kurun waktu yang cukup panjang. Semenjak Islam diperkenalkan oleh Nabi Muhammad S.A.W kepada umat manusia, telah banyak kemajuan yg dicapai. Keberhasilan dakwah yg dilakukan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W tentu tidak dapat terbantahkan. Dalam aktivitas dakwah tersebut, Nabi Muhammad S.A.W telah melaksanakannya dengan baik dan terencana. Begitu pula dengan sahabat Nabi dan penerusnya.
            Jika ditelaah lebih mendalam, pada waktu itu, NabiMuhammad S.A.W dan para sahabatnya sebenarnya telah merintis dan melaksanakan kegiatan-kegiatan dan praktik-praktik yang terkandung dalam Public Realations. Nabi Muhammad S.A.W telah melaksanakan transmission of idea dan transmission of news, yaitu memindahkan pikiran atau informasi dari individu ke individu lainnya dalam suatu masyarakat dengan terlebih dahulu mengadakan hubungan yang baik dan memperhatikan keadaan masyarakat pada waktu itu, sehingga bisa mencapai public understanding (sikap pengertian dari masyarakat).
            Pada awalnya, Nabi Muhammad S.A.W telah memulai dakwahnya terlebih dahulu dilingkup keluarganya, kemudian dilanjutkan kepada para sahabatnya. Hal ini sebenarnya merupakan suatu metode tersendiri karena di antara mereka tentu sudah terjalin hubungan yang baik.
            Adapun metode dakwah yang digunakan oleh Nabi Muhammad S.A.W tidak hanya dengan lisan dan perbuatan saja, melainkan juga dengan menggunakan media tulisan, yaitu dengan pengiriman surat-surat dakwah yang ditunjukan kepada para raja dan penguasa negri-negri sekitar seperti Romawi, Persia, Mesir, Ethopia, dan negara lainnya.

B.   Sumber Kekuatan Public Relations Nabi Muhammad S.A.W
Pada hakikatnya, public relations merupakan metode komunikasi yang meliputi berbagai teknik komunikasi. Dalam kegiatannya tersebut, terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara suatu lembaga atau perusahaan dengan publiknya. Hal ini berarti bahwa public relations merupakan suatu fungsi manajemen. Perjuangan demi perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W tidaklah berjalan mulus begitu saja. Ketika beliau melaksanakan tugas dakwah kepada masyarakat Thaif, misalnya, ternyata reaksi masyarakat di sana bukan menerima dakwah tersebut, tetapi mereka justru mencemooh serta mencacimaki beliau dan para pengikutnya.
Nabi Muhammad S.A.W memiliki sikap yang bersahaja dan bersahabat dengan siapa pun,bahkan dengan lawan atau musuhnya sekalipun. Sikap yang demikian ini ternyata memberikan dampak yang positif dan menjadi strategi dakwah beliau dalam menciptakan hubungan yang baik antara dirinya dan masyarakat.
Maka, jelaslah bahwa keberadaan dakwah yang dalam bahasa modern dapat disebut public relations sangat diperlukan dalam Islam. Dakwah merupakan ujung tombak bagi pengembangan agama Islam. Islam tidak akan dikenal manakala aktivitas dakwah terhenti. Begitu pula mengenai pentingnya peran public relations dalam suatu perusahaan atau lembaga.
Karena itulah, tantangan bagi seorang public relations sekarang ini adalah mengenai kejujuran, etika, dan integritas. Ketiga aspek tersebut tentu harus dimiliki oleh seorang public relations. Karena, hal itulah telah terbukti sebagai sumber kekuatan dan kunci kesuksesan dakwah Nabi Muhammad S.A.W, sehingga pesan dakwah yang beliau sampaikan berhasil diterima. Lebih dari itu, Nabi Muhammad S.A.W juga mengajarkan mengenai sikap yang harus dijauhi oleh seorang public relations, yakni sikap munafik. Sebab, sikap seperti itu hanya akan mendatangkan masalah dan kerugian, baik bagi seseorang secara personal maupun bagi perusahaan atau lembaga.

C.   Gambaran Seorang Public Relations di Mata Nabi Muhammad S.A.W
Pada zaman Nabi Muhammad S.A.W, sejarah public relations dimulai ketika beliau mengutus Ja’far bin Abu Thalib sebagai ketua delegrasi umat Islam untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Najasyi di Habasyah, tepatnya pada tahun pertama Hijriah. Nabi Muhammad S.A.W memilih Ja’far bin Abu Thalib sebagai ketua delegrasi tentunya bukan tanpa alasan.
Pertama, Ja’far bin Abu Thalib memiliki etos sebagai sember kepercayaan (source credibility) yang dapat ditunjukkan dengan kenyataan bahwa ia adalah sosok yang mahir di bidangnya.
Kedua, Ja’far bin Abu Thalib memiliki kemampuan dalam memikat lawan bicaranya atau audiens (pathos)
Ketiga, Ja’far bin Abu Thalib memliki kaidah nalar akademik yang sistematik (logos). Kaidah yang digunakan oleh Ja’far bin Abu Thalib ketika menjelaskan kisah Nabi Isa A.S.

D.   Kredibilitas dan Kompetensi Public Relations Nabi Muhammad S.A.W
Sebelum Nabi Muhammad S.A.W berhasil membangun masyrakat, beliau terlebih dahulu membangun kredibilitas pribadinya. Itulah pondasi pertama keberhasilan dalam perjuangan dakwahnya, Dalam hal berbisnis, misalnya, beliau adalah sosok pebisnis yang sukses dan berhasil
Ternyata, salah satu rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad S.A.W adalah kredibilitas. Seorang pebisnis harus mempunyai kredibilitas yang tinggi agar menimbulkan komitmen dari konsumen. Karena, kredibilitaslah yang menjadi unsur utama dalam berbisnis.
Perjalanan dakwah Nabi Muhammad S.A.W memang selalu mendapatkan perlawanan yang kuat dari bangsa Quraisy. Begitu banyak hambatan dan rintangan yang ditebarkan bangsa Quraisy untuk menghalang-halangi dakwah Nabi Muhammad S.A.W. Namun demikian, hebatnya, Nabi Muhammad S.A.W tidak gentar sedikitpun menghadapi teror baik secara fisik maupun non-fisik yang dilancarkan orang-orang Quraisy terhadap beliau.
Namun demikian, seorang public relations tidak hanya dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik, tetapi ia juaga harus menguasai ilmu dan pengetahuan serta kekuatan untuk mendayagunakan kedudukanya dengan baik. Selain itu, seorang public relations juga harus mampu mengadministrasikan seluruh kegiatan dengan bahasa yang baik dan sopan.
E.    Sifat Nabi Muhammad S.A.W yang Harus Ada dalam Diri Praktisi Public Relations.
Nabi Muhammad S.A.W memiliki empat sifat yang sudah melekat dalam dirinya. Keempat sifat tersebut bisa menjadi panutan bagi seorang public relations dalam menjalankan tugasnya, Sifat beliau tersebut adalah :
1.      Shiddiq (Jujur atau Benar)
2.      Amanah (Dapat Dipercaya)
3.      Tabligh (Komunikatif)
4.      Fathanah (Cerdas)

F.    Nabi Muhammad S.A.W Telah Mempraktikkan Konsep REACH Sebagai Fektifikasi Komunikasi.
Communication is the key to succes. Ungkapan tersebut merepresentasikan pentingnya peranan komunikasi untuk menraih kesuksesan. Kita barangkali sering mendengar ungkapan tersebut, namun ternyata masih banyak yang gagal menerapkannya. Berbagai alasan mengemuka, mulai dari karena tidak adanya percaya diri, ketidaksempurnaan alat ucap (artikulator), hingga pada penampilan fisik yang tidak memadai.
Keterampilan dalam berkomunikasi tentu sangat penting dimiliki oleh seseorang jika dia ingin sukses. Artinya, kesuksesan seseorang juga banyak didukung oleh keterampilannya dalam berkomunikasi dan cara dia berkomunikasi dengan efektif.
Secara teoritis, proses komunikasi akan berjalan efektif, lancar, dan menguntungkan jika di dalamnya termuat lima hukum komunikasi efektif (the five inevitable laws of effective communications). Kelima hal tersebut terangkum dalam kata REACH yang berarti (resfect), rasa hormat dan saling menghargai, (empathy), kemampuan untuk menempatkan diri pada kondisi yang dihadapi oleh orang lain,termasuk tenggang rasa, pengertian, sensitivitas, dan dapat merasakan, (audible), dapat dimengerti dengan baik oleh lawan bicara, (clearity), pesan yang disampaikan oleh komunikan tersebut jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi (transfaran), serta (humble), rendah hati, mau melayani, rela mema’afkan, lemah lembut, tidak menyalahkan, dan tidak memojokkan atau menyerang orang lain.
G.   Nabi Muhammad SAW memiliki Integritas
Integritas adalah perilaku yang bermoral, santun,jujur, dan tulus. Seorang Public Relations harus memiliki sikap integritas tersebut agar bisa menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Sikap inilah yang selalu hadir dalam pribadi Nabi Muhammad Saw. Beliau memiliki integritas tinggi dalam setiap keputusannya.

H.   Nabi Muhammad Saw. Memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Nabi Muhammad Saw. Selalu disibukkan dengan aktivitas mengurus umat. Beliau tidak pernah menunda-nunda pengayoman masyarakatnya. Menurut Hasan bin Muhammad, Nabi Muhammad Saw. Tidak pernah menyimpan harta, baik siang maupun malam , semua harta Negara yang ada pada beliau dengan segera dibagikan kepada yang berhak menerimanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar