Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

RESUME PUBLIC RELATIONS XIX


FENOMENA DAN PROFIL HUMAS
Muhammmad Fadli Al Fudhail

1.      Kisah Dibalik Suksesnya Jurasic Park (dicertitakan kembali dari penuturan Jannus Hutapea dalam loka karya Public Relations Di Universitas Trisakti, 1999)
Film jurasic park yang telah memecahkan rekor penjualan (box office record) adalah salah satu kasus bagaimana proses strategi humas digunakan dalam menunjang pemasaran produksi film tersebut. Sebelum film itu dilemparkan ke pasar dan diputar di gedung-gedung bioskop, masyarakat telah di buat “demam dioasaurus” melalui strategi kampanye kehumasan. Keberhasilan film Jurrasic Park sangat terbangun dengan adanya publikasi (prees relase dan feature stories) yang sukses.
2.      Kisah Persebaya (diceritakan kembali dari penuturan H. Agil H. Ali, dalam short course Public Relations, Retorika & Protokoler oleh Indopurels dan PWI Jatim, Surabaya 1991)
Sejak adanya kompetisi sepak bola Galatama, setiap kali menghadapi PSM Ujung Pandang, Persebaya-Surabaya selalu kalah dan kondisi fisik yang “babak belur”. Hampir berjalan selama hampir 32 tahun.
Ketika H, Agil Ali kemudian diserahi untuk mengelola Persebaya, maka upaya-upaya humas mulai dilancarkan dalam memperbaiki hubungan “bilateral” antara PSM Ujung Pandang dan Persebaya. Pertama H. Agil Ali mempelajari karakteristik masyarakat Ujung Pandang yang religius dan secara sosiologis mereka masih mengagungkan raja-raja dan keturunannya. Dengan kesimpulan berikut, maka upaya berikutnya mendekati para raja untuk mendapatkan dukungan.
3.      Kisah MacDonald (diceritakan kembali dari penuturan Rhenald Kasalisaat beraudisi tentang hasil penelitiannya, “Strategi Penanganan Krisis”, di Universitas Muhammadiyah Malang, 1999).
Suatu ketika di Amerika Serikat beredar rumor bahwa McD ternyata terbuat dari daging cacing! Akibatnya terjadi penurunan McD. Humas McD merespon krisis tersebut dengan serangkaian kampanye kehumasan. Langkah pertama humas adalah menulis beberapa relase dan artikel di beberapa surat kabar tentang profil McD. Tujuan dari penulisan ini adalah menyentuh logika masyarakat untuk mengerti dan memahami bahwasannya tidak mungkin McD secara ceroboh mempertaruhkan reputasinya. Setelah progam pertama dijalankan, humas melakukan riset dengan menyebar angket untuk mengetahui sikap masyarakat.dari angket yang masuk ternyata sebagian percaya dengan McD dan sebagian tidak.
Dengan demikian, ada dua tujuan PR. Pertama, menanamkan pengertian bahwa reputasi merupakan hal penting bagi McD sehingga tidak mungkin McD gegabah mengganti bahan dasarnya dengan cacing. Kedua, menanamkan pengertian masyarakat bahwa cacing bukan sesuatu yang menjijikkan yang bermanfaat bagi kesuburan tanah belaka, tapi ternyata cacing juga merupakan makanan khas suku tertentu.
4.      Kisah Lemak Babi Dancow (diceritakan kembali dari penuturan Miranti Abidin dalam Lokakarya Profesionalisme Public Relaations, di Universitas Petra Surabaya, 1998)
Pada tahun 1985-an sebuah majalah fakultas Unibraw memuat tulisan seorang dosen tentang daftar makanan yang mengandung lemak babi. Salah satunya produk Nestle. Tulisan tersebut kemudian dikutip oleh sebuah surat kabar. Maka terjadilah gempar! Masyarakat muslim mengutuk dan mengadakan boikot terhadap produk-produk yang di duga mengandung lemak babi.
Akibat dari kasus produk Dancow menurun drastis, yang menyebabkan penyuplaian susu dikurangi habis-habisan. Akibatnya setoran susu para peternak banyak di tolak pabrik. Humas mengiformasikan dan menyadarkan kepada Menteri Koperasi tentang masalah ini juga merupakan masalah Menkop. Bustanil Arifin (Menkop pada waktu itu) merasa perlu meluruskan isu tersebut. Karena adanya berita susu lemak babi, maka terjadi keresahan di kalangan umat muslim, di sini humas juga menyadarkan para ulama dan menteri agama untuk ikut berpartisipasi segera menangani kasus dengan cepat.
5.      Kisah Arianespace (diceritakan kembali dari penuturan Wicaksono Noeradi  dalam Lokakarya Profesionalisme Public Relations di Universitas Petra Surabaya, 1998).
Pada tahun 1990 Indonesia membuka tender peluncuran satelit Palapa dengan kontrak bernilai miliaran dolar AS. Ada empat peserta tender, Amerika-NASA, Titan-Rusia, Long Marc-Cina, dan Arianespace-Perancis. Dalam waktu enam bulan akan di umumkan pemenang penawaran tender.
Komsultasi Humas Indonesia menceritakan strategi PR untuk Arieanespace sebagai berikut:
·         Dengan melakukan analisis SWOT diketahui beberapa kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman.
·         Membangun pengetahuan masyarakat akan adanya perusahaannhya, dengan memaparkan kelebihannya dibeberapa media.
6.      Kisah Hallmark
Halmark adalah perusahaan pembuat dan distributor kartu terkenal di Amerika. Pusat perusahaan berada di Kansas City dan dikelola oleh profesional yang sangat menarik akan manfaat humas bagi perusahaannya. Komitmen lingkungan yang mengitari bisnisnya sangat kuat. Suatu komitmen yang sangat menguntungkan bagi penerapan humas yang ideal.


Masih banyak kisah-kisah humas yang sebenarnya menerpa kita, namun tidak disadari. Kesadaran akan lingkungan hidup di Indonesia, juga menggunakan strategi kehumasan.

PROFIL HUMAS
A.    HUMAS YANG MELEMBAGA/IN-HOUSE PR
Pada dasarnya membahas profil bagian humas dalm pembahasan, tidak berbeda jauh dengan pembahasan tentang pengorganisasian humas dalam perusahaan. Sebagai bidang yang melembaga berarti memiliki seseorang yang memimpin, memiliki staff dan memiliki ruang/tempat dan sarana-prasarana pendukungnya.
Humas yang melembaga lebih dikenal dengan istilah bagian/departermen/divisi humas/PR/communication. Dalam bentuk ini terdapat dua sistem, yakni sistem sentralisasi dan desentralisasi. Sistem mana yang akan diterapkan tergantung dari beberapa hal, antara lain sebagai berikut:
1.      Besar kecilnya perusahaan
2.      Stuktur organisasi perusahaan
3.      Arti penting PR bagi manjemen
4.      Karakteristik kehumasan masing-masing lembaga
Berikut adalah penjelasan masing-masing sistem:
1.      Sistem sentralisasi
Sistem ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang tidak besar. Dimana aktivitas PR diorganisasi secara terpusat atau oleh pusat. Posisi PR biasanya berada di tingkat lower-middle management.
2.      Sistem desentralisasi
Sistem desentralisasi biasanya di terapkan di perusahaan yang besar, dan manajemen mengerti betul akan PR sebagai suatu pendekatan manajemen. Dalam hal ini aktivitas PR dikelola secara mandiri oleh seseorang yang mejabat sebagai Direktur Public Relations beserta staf-stafnya. Posisi PR ini biasanya berada di Top Level.

B.     HUMAS AGENCY/EXTERN PR
Bila in-house PR berada dalam naungan lembaga, maka extern PR adalah sebuah perusahaan atau independen yang berbadan hukum dan bergerak dalam layanan di bidang humas. PR ekstern meliputi PR full service, PR consultant, dan event organizer.
PR full service merupakan sebuah perusahaan tersendiri yang bergerak dalam bisnis pelayanan kehumasan, meliputi kegiatan konseling dan sekaligus pelaksana serta pelayanan yang mereka berikan tergantung pada apa kompetensi yang dimiliki oleh para pelaku.
PR consultant adalah perusahaan PR yang bergerak dalam layanan konsultasi kehumasan. Pelayanan yang mereka berikan juga tergantung kepada kompetensi yang dimiliki para konsultannya. PR consultant biasanya bekerja sendiri, tidak ada staff yang lain.
Sedang event organizer adalah perusahaan yang melayani jasa sebagai pelaksana sebuah event/kegiatan yang berhubungan dengan publik.
Beberapa perusahaan full service dan consultant memberikan pelayanan di beberapa bidang, diantaranya:
a.       Pemulihan citra/manajemen krisis
b.      Pembentukan citra
c.       Corparate culture
d.      Media relations dan publisitas
e.       Goverment relations
f.       Marketing PR
g.      Komunikasi organisasi
h.      Community relations
Beberapa contoh PR consultant dan full service di indonesia adalah: Fortune-PR, Ida Sudoyo & associates, Eksklusif PR, Indo PR, M-PR consultant, Ganesha PR.
Sedang beberapa event organizer adalah perusahaan yang melayani jasa sebagai pelaksana sebuah event yang berhubungan dengan publik. Perusahaan ini cenderung spesialis, diantaranya:
a.       Launching product
b.      Pameran, exhibition
c.       Pertemuan(seminar, lokakarya konversi, konferensi)
d.      Jumpa pers
e.       Show dan kontes
a.       PROFIL PETUGAS HUMAS
Mencermati uraian tentang bagian humas dan perusahaan humas tertentu yang berisikan petugas-petugas humas atau PRO. Memang tidak mudah menggambarkan profil seorang humas, namun dari beberapa buku, misalnya buku M. Linggar Anggoro, disebutkan enam kriteria yang merangkum kualitas seorang praktisi humas yang baik, meliputi:
1.      Mampu menghadapi berbagai macam orang yang memiliki beraneka ragam karakter dengan baik
2.      Mampu berkomunikasi dengan baik
3.      Pandai mengorganisir segala sesuatu
4.      Memiliki integritas personal, baik profesi maupun kehidupan pribadinya.
5.      Mempunyai imajinasi
6.      Serbatahu, dalam segala hal ini adalah kunci akses informasi yang seluas-luasnya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar