PENDIDIKAN PESANTREN
MEMBANGUN KEPRIBADIAN MUSLIM
ARIF RIDUAN, S.Sos.I
PENDAHULUAN
Pesantren
merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang tersebar di Indonesia serta lembaga pendidikan Islam yang
sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Di lembaga inilah diajarkan dan
dididikan ilmu nilai-nilai agama kepada santri. Sejarah tidak mencatat persis
kapan pesantren mulai ada. Namun sekurang-kurangnya bisa diketahui, pada awal
abad ke-17 terdapat pesantren di Jawa yang didirikan oleh Sunan Malik Ibrahim
di Gresik (tahun 1619). Dimana pondok pesantren lahir ditengah-tengah
masyarakat. Setiap pondok pesantren memiliki ciri khas yang berbeda-beda
tergantung dari bagaimana tipe reader shipnya dan metode seperti apa yang
diterapkan dalam pembelajarannya.
Pesantren
ialah tempat dimana para penuntut ilmu atau para murid-murid untuk menimba ilmu
agama. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai (guru) untuk mengatur kehidupan
pondok pesantren sekaligus menjadi pengajar di pondok pesantren tersebut.
Pengajar di pondok pesantren pada umumnya bukan hanya seorang kyai saja, namun
ada juga tenaga pengajar yang membantu tugas kyai seperti ustadz atau ustadzah
yang biasanya juga lulusan dari pesantren tempat ustadz atau ustazah mengajar.
Tujuan terbentuknya pondok pesantren adalah: (1) tujuan umum, yaitu
membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam, yang
dengan ilmu agamanya ia sanggup menjadi mubalig ( juru dakwah) Islam dalam
masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya; (2) tujuan khusus, yaitu
mempersiapkan para santri untuk menjadi orang alim (berpengetahuan) dalam ilmu
agama yang diajarkan oleh kyai yang bersangkutan serta dalam mengamalkan dan
mendakwahkannya dalam masyarakat.
PEMBAHASAN
A. Termologi Pesantren
Istilah pesantren bisa disebut pondok saja atau kata ini digabungkan
menjadi pondok pesantren, secara esensial, semua istilah ini menggabungkan
makna yang sama. Sesuai dengan namanya, pondok berarti tempat tinggal/menginap
(asrama), dan pesantren berarti tempat para santri mengkaji agama islam dan
sekaligus di asramakan.
Pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan Islam yang tumbuh serta diakui
oleh masyarakat sekitar, dengan sistem asrama (komplek) dimana santri-santri
menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang
sepenuhnya berada dibawah kedaulatan dari leader ship seorang atau
beberapa orang kiai dengan ciri-ciri khas yang bersifat kharismatik serta
independen dalam segala hal. Penggunaan gabungan kedua istilah antara pondok
dengan pesantren menjadi pondok pesantren, sebenarnya lebih mengakomodasikan
karakter keduanya. Namun penyebutan pondok pesantren kurang jami’ ma’ni
(singkat padat). Selagi perhatiannya dapat diwakili istilah yang lebih singkat,
karena orang lebih cenderung mempergunakan yang pendek. Maka pesantren dapat
digunakan untuk menggantikan pondok atau pondok pesantren.
Bardasarkan lembaga reseach islam (pesantren luhur) mendefinisikan
pesantren merupakan suatu tempat yang tersedia untuk para santri dalam menerima
pelajaran-pelajaran agama islam sekaligus tempat berkumpul dan tempat tinggal.
B.
Tujuan Pesantren
Tujuan pesantren merupakan bagian terpadu dari faktor-faktor pendidikan.
Tujuan merupakan rumusan hal-hal yang diharapkan dapat tercapai melalui metode,
sistem dan strategi yang diharapkan. Dalam hal ini tujuan menempati posisi yang
amat penting dalam proses pendidikan sehingga materi, metode dan alat
pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan.
Tujuan pendidikan pesantren adalah menciptakan dan menggambarkan kepribadian
muslim yaitu kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan, berakhlak
mulia, bermanfaat bagi masyarakat atau khidmat kepada mesyarakat dengan jalan
menjadi kaula atau abdi masyarakat yang diharapkan seperti kepribadian rasul
yaitu pelayan masyarakat sebagaimana kepribadian Nabi Muhammad Saw, mampu
berdiri sendiri, bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebabkan agama atau
menegakkan islam dan kejayaan umat ditengah-tengah masyarakat (Izz.al-Islam wa
al-muslimin) dan mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepriadian manusia.
Adapun tujuan khusus
pesantren adalah :
1.
Mendidik santri untuk
menjadi seorang muslim yang bertakwa
kepada Allah SWT, berakhlak mulia,memiliki kecerdasan, keterampilan dan sehat
lahir batin sebagai warga negara yang berpancasila.
2.
Mendidik santri untuk
menjadikan manusia muslim selaku kader-kader ulama dan mubaligh yang berjiwa
ikhlas, tabah, tangguh, wiraswasta dalam mengamalkan sejarah islam secara utuh
dan dinamis.
3.
Mendidik santri untuk
memperoleh kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat
menumbuhkan manusia-manusia pembangunan dirinya dan bertanggung jawab kepada
pembangunan bangsa dan negara.
4.
Mendidik santri agar
menjadi tenaga-tenaga yang cakap dalam berbagai sektor pembangunan, khususnya
pembangunan mental-spiritual.
C.
Karakteristik Pondok Pesantren
Karakteristik atau ciri-ciri umum pondok pesantren[1][4] adalah
a. Adanya kiai
b. Adanya santri
c. Adanya masjid
d. Adanya pondok atau asrama
e. Sedangkan ciri-ciri khusus pondok
pesantren adalah isi kurikulum yang dibuat terfokus pada ilmu-ilmu agama,
misalnya ilmu sintaksis Arab, morfologi arab,hukum islam, tafsir Hadis, tafsir
Al-Qur’an dan lain-lain.
f. Dalam penjelasan lain juga dijelaskan tentang ciri-ciri pesantren dan
juga pendidikan yang ada didalamnya, maka ciri-cirinya adalah
g. Adanya hubungan akrab antar santri dengan kiainya.
h. Adanya kepatuhan santri kepada kiai.
i.
Hidup hemat
dan sederhana benar-benar diwujudkan dalam lingkungan pesantren.
j.
Kemandirian
sangat terasa dipesantren.
k. Jiwa tolong-menolong dan suasana persaudaraan sangat mewarnai pergaulan
di pesantren.
l.
Disiplin
sangat dianjurkan.
m. Keprihatinan untuk mencapai tujuan mulia. Hal ini sebagai akibat
kebiasaan puasa sunat, zikir, dan i’tikaf, shalat tahajud dan lain-lain.
n. Pemberian ijazah, yaitu pencantuman nama dalam satu daftar rantai
pengalihan pengetahuan yang diberikan kepada santri-santri yang berprestasi.
Ciri-ciri diatas menggambarkan pendidikan pesantren dalam bentuknya yang
masih murni (tradisional). Adapun penampilan pendidikan pesantren sekarang yang
lebih beragam merupakan akibat dinamika dan kemajuan zaman telah mendorong
terjadinya perubahan terus-menerus, sehingga lembaga tersebut melakukan
berbagai adopsi dan adaptasi sedemikian rupa. Tetapi pada masa sekarang ini,
pondok pesantren kini mulai menampakan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan
islam yang mumpuni, yaitu didalamnya didirikan sekolah, baik formal maupun
nonformal.
Dengan adanya tranformasi, baik kultur, sistem dan nilai yang ada di
pondok pesantren, maka kini pondok pesantren yang dikenal dengan salafiyah
(kuno) kini telah berubah menjadi khalafiyah (modern). Transformasi tersebut
sebagai jawaban atas kritik-kritik yang diberikan pada pesantren dalam arus
transformasi ini, sehingga dalam sistem dan kultur pesantren terjadi perubahan
yang drastis, misalnya
1. Perubahan
sistem pengajaran dari perseorangan atau sorogan menjadi sistem klasikal yang
kemudian kita kenal dengan istilah madrasah (sekolah).
2. Pemberian
pengetahuan umum disamping masih mempertahankan pengetahuan agama dan bahasa
arab.
3. Bertambahnya
komponen pendidikan pondok pesantren, misalnya keterampilan sesuai dengan
kemampuan dan kebutuhan masyarakat, kesenian yang islami.
4. Lulusan
pondok pesantren diberikan syahadah (ijazah) sebagai tanda tamat dari pesantren
tersebut dan ada sebagian syahadah tertentu yang nilainya sama dengan ijazah
negeri.
D.
Tipologi Pondok Pesantren
Seiring dengan laju
perkembangan masyarakat maka pendidikan pesantren baik tempat, bentuk, hingga
substansi telah jauh mengalami perubahan. Pesantren tak lagi sesederhana
seperti apa yang digambarkan seseorang, akan tetapi pesantren dapat mengalami perubahan
sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan zaman.
Menurut
Yacub ada beberapa pembagian tipologi pondok
pesantren yaitu :
a. Pesantren Salafi yaitu pesantren yang tetap mempertahankan pelajaran dengan kitab-kitab
klasik dan tanpa diberikan pengetahuan umum. Model pengajarannya pun sebagaimana yang lazim
diterapkan dalam pesantren salaf yaitu dengan metode sorogan dan weton.
b. Pesantren Khalafi yaitu pesantren yang menerapkan sistem pengajaran klasikal (madrasi)
memberikan ilmu umum dan ilmu agama serta juga memberikan pendidikan
keterampilan.
c. Pesantren Kilat yaitu pesantren yang berbentuk semacam training dalam waktu relatif
singkat dan biasa dilaksanakan pada waktu libur sekolah. Pesantren ini menitik
beratkan pada keterampilan ibadah dan
kepemimpinan. Sedangkan santri terdiri dari siswa sekolah yang dipandang perlu mengikuti kegiatan keagamaan
dipesantren kilat.
d. Pesantren terintegrasi yaitu pesantren yang lebih menekankan pada pendidikan vocasional atau kejuruan
sebagaimana balai latihan kerja di Departemen Tenaga Kerja dengan program yang terintegrasi. Sedangkan santri mayoritas berasal
dari kalangan anak putus sekolah atau para pencari kerja.
Sedangkan menurut Mas’ud dkk ada beberapa tipologi
atau model pondok pesantren yaitu :
- Pesantren yang
mempertahankan kemurnian identitas asli sebagai tempat mendalami ilmu-ilmu agama (tafaqquh fiddin) bagi para santrinya. Semua materi yang diajarkan dipesantren ini sepenuhnya bersifat keagamaan yang bersumber dari kitab-kitab berbahasa arab
(kitab kuning) yang
ditulis oleh para ulama’ abad pertengahan. Pesantren model ini masih
banyak kita jumpai hingga sekarang seperti pesantren Lirboyo di Kediri
Jawa Timur beberapa pesantren di daerah
Sarang Kabupaten Rembang Jawa tengah dan lain-lain.
- Pesantren yang
memasukkan materi-materi umum dalam pengajaran namun dengan
kurikulum yang
disusun sendiri menurut kebutuhan dan tak mengikuti kurikulum yang ditetapkan pemerintah secara nasional sehingga
ijazah yang
dikeluarkan tak mendapatkan pengakuan dari pemerintah sebagai ijazah
formal.
- Pesantren yang
menyelenggarakan pendidikan umum di dalam baik berbentuk madrasah (sekolah
umum berciri khas Islam di dalam naungan DEPAG) maupun sekolah (sekolah
umum di bawah DEPDIKNAS) dalam berbagai jenjang bahkan ada yang sampai Perguruan Tinggi yang tak hanya meliputi fakultas-fakultas keagamaan
meliankan juga fakultas-fakultas umum. Contohnya adalah Pesantren Tebu Ireng di Jombang Jawa Timur.
- Pesantren yang
merupakan asrama pelajar Islam dimana para santri belajar
disekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi diluarnya. Pendidikan
agama dipesantren model ini diberikan diluar jam-jam sekolah sehingga bisa
diikuti oleh semua santrinya. Diperkirakan pesantren model inilah yang terbanyak jumlahnya.
E.
Sistem Pendidikan Pondok Pesantren
Sistem yang ditampilkan dalam pondok pesantren mempunyai keunikan
dibandingkan dengan sistem yang diterapkan dalam lembaga pendidikan pada
umumnya, yaitu:
a. Memakai sistem tradisional, yang memiliki kebebasan penuh dibandingkan
dengan sekolah modern, sehingga terjadi hubungan 2 arah antara kiai dan santri.
b. Kehidupan dipesantren menampakkan semangat demokrasi, karena mereka
praktis bekerjasama mengatasi problem non kurikuler mereka sendiri.
c. Para santri tidak mengidap penyakit simbolis, yaitu perolehan gelar dan
ijazah, karena sebagian besar pesantren tidak mengeluarkan ijazah, sedangkan
santri dengan ketulusan hatinya masuk pesantren tanpa adanyaijazah tersebut.
Hal itu karena tujuan utama mereka hanya ingin mencari keridhoan Allah SWT
semata.
d. Sistem pondok pesantren mengutamakan kesederhanaan, idealisme,
persaudaraan, persamaan, rasa percaya diri, dan keberanian hidup.
e. Alumni pondok pesantren tak ingin menduduki jabatan pemeritahan, sehingga
mereka hampir tidak dapat dikuasai oleh pemerintah.
Adapun metode yang lazim digunakan dalam pendidikan pesantren adalah
wetonan, sorogan, dan hafalan. Metode wetonan merupakan metode kuliah dimana
para santri mengikuti pelajaran dengan duduk disekeliling kiai yang menerangkan
pelajaran. Santri menyimak kitab masing-masing dan mencatat jika perlu. Metode
sorogan sedikit berbeda dari metode weronan dimana santri menghadap guru
satu-persatu dengan membawa kitab yang dipelajari sendiri. Kiai membacakan dan
menerjemahkan kalimat demi kalimat, kemudian menerangkan maksudnya, atau kiai
cukup menunjukan cara membaca yang benar, tergantung materi yang diajukan dan
kemampuan ssantri.
Adapun metode hafalan berlangsung dimana santri menghafal teks atau
kalimat tertentu dari kitab yang dipelajarinya. Materi hafalan biasanya dalam
bentuk syair atau nazham. Sebagai pelengkap metode hafalan sangat efektif untuk
memelihara daya ingat (memorizing) santri terhadap materi yang dipelajarinya,
karena dapat dilakukan baik didalan maupun diluar kelas.
Sedangkan jenjang pendidikan dalam pesantren tidak dibatasi seperti dalam
lembaga-lembaga pendidikan yang memakai sistem klasikal. Umumnya, kenaikan
tingkat seorang santri didasarkan isi mata pelajaran tertentu yang ditandai
dengan tamat dan bergantinya kitab yang dipelajarinya. Apabila seorang santri
telah menguasai satu kitab atau beberapa kitab dan telah lulus ujian (imtihan)
yang diuji oleh kiainya, maka ia berpindah kekitab lain yang lebih tinggi
tingkatannya. Jelasnya, penjenjangan pendidikan pesantren tidak berdasarkan
usia, tetapi berdasarkan penguasaan kitab-kitab yang telah ditetapkan dari
paling rendah sampai paling tinggi.
Tetapi seiring dengan perkembangan zaman kini pondok pesantren banyak
yang menggunakan sistem klasikal, dimana ilmu yang dipelajari tidak hanya agama
saja, melainkan ilmu umum juga dipelajari.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
a. Pondok pesantren yaitu suatu lembaga pendidikan islam yang didalamnya
terdapat seorang kiai (pendidik) yang mengajar dan mendidik para santri (peserta
didik) dengan sarana masjid yang digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan
terebut, serta didukung adanya pemondokan atau asrama sebagai tempat tinggal
para santri.
b. Tujuan
pendidikan pesantren adalah menciptakan kepribadian muslim yaitu kepribadian
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia bermanfaat bagi
masyarakat atau berhikmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau
menjadi abdi masyarakat mampu berdiri sendiri, bebas dan teguh dalam
kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan Islam dan kejayaan umat Islam di
tengah-tengah masyarakat dan mencintai ilmu.
c. Karakteristik pondok pesantren adalah ada kyai, santri, masjid, dan
asrama.
d. Tipologi pondok pesantren yaitu Pesantren
Salafi , Pesantren
Khalafi ,Pesantren
Kilat , dan Pesantren
terintegrasi.
e. Sistem pendidikan di pondok pesantren yang lazim digunakan dalam
pendidikan pesantren adalah wetonan, sorogan, dan hafalan. Tetapi seiring
dengan perkembangan zaman kini pondok pesantren banyak yang menggunakan sistem
klasikal, dimana ilmu yang dipelajari tidak hanya agama saja, melainkan ilmu
umum juga dipelajari.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin HM.Kapita
Selekta Pendidikan Islam dan Umum. Jakarta:Bumi Aksara. 1991.
Khosin.Tipologi
Pondok Pesantren. Jakarta: diva Pustaka. 2006.
Mas’ud, dkk. Tipologi
Pondok Pesantren. Jakarta: Putra Kencana. 2002.
Masyhud,
Sulthon dan Khusnurdilo. ManajemenPondokPesantren. Jakarta: Diva Pustaka.
2003.
Mahfudh,
Sahal, Nuansa Fiqh Sosial, LKis, Yogyakarta, 2011









0 komentar:
Posting Komentar