PUBLISITAS MEDIA
Muhammad Fadli Al Fudhail
A. Pengantar
Publisitas media melalui
surat kabar, radio, dan televisi merupakan media publisitas yang mendukung
kegiatan public relations untuk penyebaran informasi, kepada publik luas dengan
pemberitaan (news).
Pemberitaan melalui publisitas media,
umumnya dilakukan dengan megadakan siaran - pers atau siaran - berita (press
release/news release), wawancara pers (pers interview).
B. Jenis Publisitas
Fraser P.Seitel
mengelompokkan publisitas media kepada :
- Features Publisitas (Features publicity). Jenis publisitas
yang memperkenalkan citra dan kesuksesan pribadi seorang pimpinan atau lembaga
mengenai produk atau jasa yg dihasilkan kepada publik.
- Finansial Publisitas (Financial Publicity). Merupakan jenis
publisitas yang secara khusus mempublikasikan informasi finansial secara aktual
kepada publik.
- publisitas produk (Product
Publicity) adalah jenis publisitas media yang secara khusus memperkenalkan
suatu produk kepada publik melalui medi, dengan tujuan untuk meningkatkan
pemasaran.
- Publisitas foto/gambar
(picture/photo publicity) adalah jenis publisitas yang mempromosikan layanan
dari suatu produk atau jasa kepada publik, dengan tujuan agar publik memahami
serta mau menggunakan produk atau jasa yang diperkenalkan.
C. Siaran Pers (Press Release)
Siaran pers (press
release) ialah pengiriman berita yang sudah jadi kepada suratkabar atau media
lainnya, termasuk radio dan televisi. Materinya menyangkut hal - hal yang
penting yang ingin disampaikan kepada khalayak luas, mengenai usaha dan
aktifitas perusahaan dan organisasi.
D. Materi Siaran
Ada beberapa hal yang
kiranya patut menjadi perhatian mengenai siaran pers itu, pertama sekali adalah
mengenai isi (materi) dari siaran. Sebab bagaimanapun juga siaran per situ
tidak terlepas daripada penyebaran informasi yang ditujukan untuk menarik
perhatian umum. Dengan demikian maka materi yang hendak disiarkan haruslah
selektif.
E. Metode dan Teknik penulisan
Publisitas
Ada tiga keterampilan teknis
yang perlu dimiliki dalam penulisan siaran - pers oleh seorang PR, ketiga
keterampilan itu adalah :
1. Kecakapan menulis, dapat diperoleh
melalui banyak latihan.
2. Kepandaian untuk menampilkan ide
(pikiran), karena itu bagaimanapun pendapat orang mengenai style yang baik,
adalah gaya sendiri.
3. Kecermatan menonjolkan fakta dan
detail.
Selanjutnya Fraser Bond
menjelaskan, dalam menulis berita berlaku ketentuan umum dalam dunia
jurnalistik, pemakaian rumus "5W + 1H" adalah : Apa (What), Siapa
(Who), Apabila (When), Dimana (Where), Kenapa (Why), Sedang 1H adalah (How).
Terdapat dua bentuk
publisitas yang sering dilakukan oleh seorang PR : Release Features dan
Wawancara Pers (Press Conference).
- Release Features
Siaran pers tidak hanya
mengenai berita (news), tetapi dapat juga berupa karangan - karangan, tulisan
atau artikel yang menarik. Tulisan seperti ini disebut features.
- Wawancara Pers (Press Conference)
Wawancara pers merupakan
suatu percakapan atau tanya jawab yang berlangsung antara seorang wartawan
dengan seorang pimpinan perusahaan/organisasi, tokoh masyarakat, elit politik,
bertujuan untuk mendapatkan berita (news) dan pendapat (opinion).
F. Kiat Penanganan Wawancara
Penanganan Wawancara atau
dalam istilah asing disebut "handling
interviews", bertujuan agar kegiatan publisitas yang dilaksanakan
seorang PR memperoleh publisitas yang baik. Selanjutnya, Fraser Seitel
mengelompokkan penanganan wawancara kepada :
- Wawancara Media Cetak
- Wawancara Media Penyiaran
- Konferensi Pers (Press Conference)
G. Hak dan Kewajiban Pers
Dalam menguraikan
mengenai "Hak & Kewajiban
Pers" dalam Kaitannya dengan kegiatan publisitas media, secara singkat
dapat diuraikan kepada dua tahap perkembangan yaitu:
1. Hak & Kewajiban Pers di Masa
Orde Baru
2. Hak & Kewajiban Pers di Masa
Orde Reformasi.









0 komentar:
Posting Komentar