Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

RESUME PUBLIC RELATIONS XII

          
PUBLIC SPEAKING
Muhammad Fadli Al Fudhail

A.    Pengantar
Secara sederhana, kegiatan public speaking adalah kemampuan berbicara didepan sejumlah orang. Proses komunikasi kegiatan public speaking dapat berbentuk komunikasi dan bermedia, tergantung dari jumlah sasaran atau target khalayak.
Seorang pelaksan PR ketika akan melakukan kegiatan public speaking, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan topic. Biasanya sangat dipengaruhi oleh visi-misi pertemuan, karakteristik pendengar dan kemampuan pembaicara. Setalah topik ditetapkan, kemudian menetapkan tujuan. Penetapan tujuan merupakan pintu gerbang persiapan public speaking. Karena setelah menetapkan tujuan, akan diketahui persiapan-persiapan apa saja yang harus dilakukan selanjutnya.
Public speaking merupakan keahlian berbicara dalam berbagai keadaan dan situasi didepan sejumlah orang. Konsepsi keahlian disini dibatasi kepada pengertian bagaimana dimaksudkan:
1.      Mengorganisasikan pikiran sesuai logika
2.      Penyesuaian pesan terhadap lawan bicara
3.      Penyampaian pesan berdampak maksimum terhadap lawan bicara
4.      Menyesuaikan diri terhadap umpan balik lawan bicara
Public speaking menuntut penggunaan bahasa yang formal. Pendengar biasanya akan bereaksi negatif pada pembicara yang tidak mempercantik bahasa mereka saat berbicara.  
B.     Pelaksanaan Public Speaking
Public speaking dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda atau membuat perubahan pada dunia dengan cara yang sederhana, yaitu berbicara. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya:
1.      Tampilan fisik
2.      Tekanan suara
3.      Tujuan
C.     Persiapan Public Speaking
Penetapan tujuan merupakan pintu gerbang persiapan public speaking. Karena setelah menetapkan tujuan, pelaksana humas atau PR akan mengetahui persiapan-persiapan apa saja yang harus dilakukan pada tahap lanjut.
1.      Tujuan umum: membujuk, memberi tahu, menghibur, menyampaikan informasi dengan jelas, akurat, menarik perhatian, agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pendengar.
2.      Tujuan khusus: metode dan teknik untuk menetapkan topic, tujuan umum, tujuan khusus, ide sentral secara sistematis.
D.    Prosedur Persiapan Public Speaking
Terdapat empat yang harus diperhatikan oleh seorang pelaksana humas atau PR di dalam mempersiapkan prosedur public speaking bagi kepentingan perusahaan atau organisasi yaitu:
1.      Menentukan topic
2.      Menetapkan tujuan umum
3.      Menetapkan tujuan khusus
4.      Menetapkan ide sentral
E.     Persiapan Penyusunan Ide Sentral
Persiapan penyusunan ide sentral meliputi:
1.      Khalayak biasanya ingin mendengar tentang hal-hal yang berarti bagi mereka
2.      Tidak ada hal yang paling penting membuat orang tertarik, selain tentang diri mereka sendiri, masalah mereka sendiri dan cara menyelesaikan masalah mereka
3.      Pembicara yang baik adalah yang berorientasi pada pendengarnya.
Langkah menyusun ide sentral adalah:
1.      Ide sentral harus ditulis dalam kalimat padat yang lengkap
2.      Jangan menggunakan bentuk pertanyaan
3.      Hindari bahasa simbolik
4.      Pastikan ide pelaksanaan humas atau PR tidak terlalu umum atau kurang jelas
F.      Analisis Khalayak
Analisis khalayak yang dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan public speaking dikelompokkan dalam dua hal:
1.      Analisis Demografi merupakan analisis yang secara khusus digunakan untuk mengetahui usia, factor gender, latarbelakang suku, budaya, bangsa dan agama.
2.      Analisis Situasi merupakan analisis yang mempelajari khalayak sebagai target dari sasaran komunikasi, meliputi jumlah khalayak, setting fisik, kedudukan pendengar terhadap subjek, kedudukan pendengar terhadap pembicara. 
G.    Pengorganisasian Naskah
Pengorganisasian dan pembangunan materi public speaking yang kokoh dapat dilakukan jika pelaksanaan humas atau PR menguasai fungsi ketiga komponen dasar meteri public speaking, yaitu: pembukaan, batang tubuh, dan penutup.
H.    Metode Cresendo dan Ending
Metode ini diadopsi dari teknik musik, pelaksanaan humas atau PR harus membangun minat dan perhatian dari pembukaan dengan menggunakan suara, baik itu nada, intonasi, ketukan maupun volume suara.
Metode ini juga merupakan kombinasi antara isi pesan yang dramatic, gerak badan dan jeda kalimat. Kombinasi itulah yang menciptakan momen penutup yang berkesan karena memang sudah dirancang dari awal.
I.       Metode Menyampaikan Pesan
Untuk menjadi public speaker yang handal, pengalaman adalah guru terbaik. Tapi ingat, dengan pedoman-pedoman yang ada, seorang PR akan memiliki petunjuk dasar untuk dapat memulai dari arah yang benar.
Karena itu ketika seorang PR sebelum melakukan kegiatan public speaking, tentu akan timbul sejumlah pertanyaan-pertanyaan didalam dirinya, antara lain seperti:
1.      Apakah saya harus bersikap tegas, agresif atau kalem saja?
2.      Dimana saya harus berdiri nanti?
3.      Bagaimana seharusnya gerak tubuh (gesture) saya?
4.      Bagaimana saya memanfaatkan catatan saya?
5.      Seberapa cepat saya harus bicara?
6.      Kapan saya berhenti untuk jeda?
7.      Kemana saya harus memandang?
8.      Apa yang saya lakukan apabila saya melakuakan kesalahan?
Oleh karenanya, salah satu cara yang tepat bagi seorang PR untuk membawakan kegiatan public speaking agar dapat berjalan sebagaimana diharapkan, maka perlu memperhatikan pemilihan dari jenis metode penyampaian yang lazim digunakan, terdiri dari:
1.      Membaca naskah
2.      Menghapal naskah
3.       Impromtu
4.      Extempor aneously
J.       Kiat Mengatasi Hambatan
Gugup dapat terjadi karena situasi public speaking sering dianggap sebagai situasi yang mengancam. Karen dianggap ancaman, maka adrenalin dalam tubuh bergerak cepat. Akibatnya kendali otak melemah, tubuh menjadi kaku, gemetar, keluar keringat dan reaksi biologis lainnya. Dalam dunia komunikasi, dikenal apa yang disebut sebagai Adagium, yaitu: semakin tinggi ketidakpastian (uncertainty), maka semakin tinggi kacemasan (anxiety). Hambatan utamanya adalah gugup.
Dapat dijelaskan untuk mengatasi rasa gugup tersebut, maka seorang PR perlu memperhatikan hal berikut:
1.      Dapatkan pengalaman berbicara
2.      Lakukan persiapan
3.      Berpikir positif
4.      Gunakan kekuatan visualisasi
Percaya diri sering dikenal sebagai kekuatan dari berfikir positif. Jika seseorang berpikir dan menumbuhkan sugesti pada dirinya, seperti ucapan “saya bisa”, maka akan bisa, begitu pula sebaliknya. Karena itu pikiran negatif yang seringkali muncul harus dapat dirubah menjadi positif.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar