PROSES DAN METODE PUBLIC RELATIONS
Muhammad Fadli Al Fudhail
A. Public
Relations dan Komunikasi
Fraser P. Seitel menjelaskan, …. Praktisi PR atau pelaksana Humas adalah,
dilaksanakan oleh seorang komunikator professional yang harus mengetahui
bagaimana cara komunikasi; karena komunikasi adalah perangkat peengetahuan dari
public relations.
Public realations bila dilihat dari studi ilmu komunikasi adalah salah
satu teknik komunikasi yang menitikberatkan kepada usaha untuk menumbuhkan
suatu suasana kerja sama dan menciptakan saling pengertian antara public yang
berkepentingan untuk mencapai tujuan bersama dalam iklim yang saling
menguntungkan.
Dalam perkembangannya, PR itu pada awalnya bermula dari pertukaran barang
dari kegiatan perdagangan tradisonal, kemudian beralih serta menuju ke arah
pembentukan suatu konsep dan terakhir PR tumbuh sebagai suatu ilmu pengetahuan
serta keahlian, dimana kesemuanya itu pada prinsipnya merupakan rangkaian dari
suatu proses perkembangan.
PR adalah dimana kegiatannya selalu diarahkan kepada usaha untuk
mempengaruhi pendapat public agar public dapat bersikap, berpendapat dan
bertingkah laku sesuai kenginan dari komunikator, dalam hal ini seorang
pimpinan.
Menurut Bertram R. Canfield & Frazier Moore dalam buku mereka “Public
Relations, Principles Cases And Problem” menjelaskan tujuan PR adalah :
1.
Mengabdi kepada kepentingan public
2.
Menjaga atau memelihara komunikasi yang baik
3.
Menitikberatkan kepada moal dan tingkah laku yang
baik
Menurut Otto Lerbinger & Albert J. Sullivan dalam buku mereka
“Information, Influence, Comunication-Reader In Public Relations” menjelaskan
PR mengarah kepada dua tingkat social, yaitu :
1.
Derajat perorangan
2.
Deajat kelembagaan
Dari keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan PR adalah :
1.
PR harus dapat melindungi kepentingan perusahaan
melalui bentuk penerangan kepada public, akan tujuan perusahaan agar public
paham
2.
PR dapat meningkatkan nilai dari suatu produk atau
jasa
3.
PR dapat berperan sebagai bookkeeper yang mengatur lahirnya
suatu keadilan di dalam system perekonomian antara public dan institusi atau
perusahaan
Seorang PR harus memperhitungkan cara untuk memperoleh dampak komunikasi
yang diinginkan oleh perusahaan dengan memperhatikan terhadap kebijaksanaan
yang akan disampaikan kepada public dalam bentuk penyusunan pesan komunikasi
yang baik.
Menurut Wilbur Schramm dan Donald F. Robert dalam bukunya “The Process of
Mass Comunication” untuk menyusun pesan komunikasi agar efektif, yaitu :
1.
Pesan komunikasi haruslah menarik
2.
Pesan komunikasi haruslah menggunakan lambang yang
sama antara pengalaman sumber komunikasi dan sasaran komunikasi
3.
Pesan komunikasi harus dapat menyarankan sesuatu
cara untuk memeperoleh kebutuhan
4.
Pesan komunikasi harus sesuai dengan pola
pengertian, nilai dan sikap yang ada pada diri komunikasi.
B.
Tahapan Manajemen Public Relations
Menurut Allen H.center & Scott M.cutlip ada empat langkah proses PR :
1. Pembatasan
Masalah PR
Langkah pertama ini melibatkan pengetahuan pemantauan dan penyelidikan
mengenai pendapat, sikap-sikap, prilaku dari mereka yang terpengaruh kebijakan
organisasi. Seorang PR harus meneliti kebutuhan dan kepentingan public, seperti
5 W + 1 H. Seperti mengapa public bersikap dan bertingkah laku tidak mau tahu?
Setelah keadaan di atas, maka PR kemudian membatasi masalah kepada dua
hal :
a.
Menyusun pernyataan masalah
b.
Melakukan analisis situasi
2.
Perencanaan dan Pemograman
Pada tahap kedua ini, kegiatan PR harus meletakan dasar yang kokoh bagi
menjamin terrlaksananya kegiatan komunikasi. Disamping itu, PR harus dapat
menentukan jumlah biaya yang diperlukan. Oleh karenanya, PR harus dapat
memikirkan :
a.
Sumber komunikasi
Siapa kiranya orang yang paling tepat untuk melaksanakan kegiatan
komunikasi dalam kegiatan PR
b.
Pesan komunikasi
Dalam penyebaran komunikasi, pernyataan atau gagasan yang bagaimana yang
akan disampaikan, serta maksud dan tujuan yang akan dicapai nantinya. Dan harus
menyesuaikan pola pikir, nilai dan sikap komunikannya.
c.
Media komunikasi
PR harus memikirkan penggunaan media komunikasi massa yang paling cocok
dipakai untuk menyampaikan pesan kepada public.
d.
Sasaran komunikasi
PR harus mengetahui sasaran yang diinginkan oleh pimpinan.
3.
Bertindak dan Berkomunikasi
Pada langkah ketiga ini melibatkan pelaksanaan perancangan program komunikasi
untuk mencapai sasaran khusus untuk masing-masing public untuk memenuhi tujuan.
Yang mesti dilakukan PR adalah usaha untuk mengeluarkan serta menyebarkan
pernyataan kepada public. Oleh karenanya, diperlukan startegi komunikasi yang
mencakup kepada suatu perencanaan yang matang berdasarkan fakta yang ada. Dan
pesan komunikasi yang ditunjukan kepada public harus sesuai dengan garis
kebijaksanaan yang sudah ditetapkan oleh pimpinan perusahaan.
4.
Evaluasi Program
Pada tahap akhir ini proses manajemen dalam PR mengarah kepada usaha
untuk menilai kembali sampai sejauh mana pesan komunikasi yang disampaikan
kepada public dapat diterima. Tanggapan yang bagaimana timbul pada diri public
ketika menerima pesan komunikasi itu.
Howard Stephenson
Agar kegiatan PR dapat berjalan efektif, diharapkan seorang PR
memperhatikan prosedur yang umum dilakukan dari kegiatan PR :
1.
Riset Internal
Tahap awal prosedur PR yang mencakup kepada kegiatan pengumpulan data,
seleksi data, analisis dan interpretasi data.
2.
Penyesuaian kebijaksanaan
Agar kegiatan PR mencerminkan kepentingan suatu lembaga, maka setiap
usulan kegiatan hendaklah disesuaikan dengan kebijaksanaan lembaga.
3.
Penyusunan dan perancangan pesan
Pada tahap ini, diperlukan perancangan isi pesan agar pesan itu menarik perhatian
public sebagai sasaran kegiatan PR
4.
Riset eksternal
Riset eksternal bertujuan mengetahui dampak dari penyebaran informasi,
uatamanya mengetahui umpan-balik dari public.
C.
Metode Persuasi dalam Kegiatan Public Relations
Istilah persuasi dalam arti ilmu komunikasi
merupakan suatu cara/teknik untuk mempengaruhi seseoang melalui mekanisme psikologi,
yang dapat membangkitkan kesadaran individu yang menjadi sasaran komunikasi.
Dengan metode persuasi, diharapkan pesan yang disampaikan oleh seorang sumber
komunikasi dapat menghasilkan efek komunikasi yang diinginkan. Teknik persuasi
seorang PR bertujuan kepada usaha untuk mempengaruhi individu atau public, agar
mau bertindak seperti yang diinginkan oleh seorang top management.
D.
Jenis-jenis Persuasi
1.
Empathy
Adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada orang lain. Seorang PR ingin
mempengaruhi sikap, pendapat dan tingkah laku dari publiknya.
2.
Integrasi
Adalah salah satu jenis persuasi yang menitikberatkan untuk mempengaruhi
seseorang atau public melalui kemampuan untuk “menyatukan diri” dengan
komunikan. Dalam artian, bahwa komunikasi yang akan disampaikan oleh seorang
komunikator haruslah menggunakan lambing yang sama dan terdapat pada diri
komunikan.
3.
Fear Arrousing & Pay Off
Merupakan suatu teknik untuk mempengaruhi dalam metode persuasi dengan
cara membangkitkan rasa takut pada diri orang atau public yang menjadi sasaran
dipengaruhi.
Dalam kegiatan PR yaitu dengan jalan mengandung unsure sugesti apabila
anjuran itu ditaati oleh komunikan hasilnya akan memuaskan komunikan tersebut.
4.
Red Heering
Adalah suatu teknik untuk mempengaruhi seseorang dengan jalan mengalihkan
pesan komunikasi kepada topic yang dikehendaki komunikator.
5.
Packing
Dalam arti ilmu komunikasi adalah usaha untuk mempengaruhi seseorang
dengan “emotional appeal”. Pesan komunikasi yang akan disampaikan terlebih
dahulu harus dibungkus dengan hal atau keadaan yang dapat membangkitkan
perasaan.
Oleh karenanya dalam prakteknya, agar pesan komunikasi yang disampaikan
oleh komunikator dapat diterima oleh public sebagai khalayak atau komunikan.
Kemampuan seorang PR dalam hal ini dimaksudkan agar dapat memnbangkitkan,
mempengaruhi perhatian dan aksi public.









0 komentar:
Posting Komentar