Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

Pelajaran Bahasa Indonesia II


DIFTONG DAN KONSONAN


BAB  I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah modal penting bagi terciptanya keserasian berbahasa dan sebagai sumber terjaganya kelestariaan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan sebaagai penghubung antar suku bangsa di Indonesia. Dengan kita melatih bahasa Indonesia yang baik dan benar berarti kita turut serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
B.   Tujuan Penulisan

1.      Untuk mempelajari secara umum konsonan dan diftong.
2.      Agar mahasiswa dan mahasiswi mampu memahami dan mengembangkan pengetahuan tentang konsonan dan diftong.

C.   Rumusan Masalah
1.Pengertian  Diftong
2.Huruf diftong
3.Pengertian konsonan
4.Pembagian konsonan
5.konsonan rangkap






BAB II
PEMBAHASAN
DIFTONG dan KONSONAN

A.   Diftong

Diftong, adalah vokal ganda. Diftong terjadi jika dua vokal yang berurutan –harus dalam satu suku kata–menciptakan bunyi luncuran (bunyi yang berubah kualitasnya) yang berbeda dengan lafal bunyi aslinya. Perhatikan contoh diftong di bawah ini. Jika vokal berurutann /ai/, /au/, dan /oi/ terdapat dalam kata yang pelafalannya persis sama dengan huruf aslinya, vokal beruntun itu bukan diftong. Contoh /ai/,/au/, dan /oi/ yang bukan diftong adalah yang terdapat dalam kata berikut.
namai diucapkan [namai]
bau diucapkan [bau]\
mau diucapkan [mau]
doi diucapkan [doi] = pacar
Dengan berpedoman pada EYD, khususnya cara pelafalan huruf yang benar,setiap penutur bahasa Indonesia hendaknya mengikuti aturan yang sudah dibakukan. Dalam membaca singkatan kata (termasuk singkatan kata asing selain akronim) yang dibaca huruf demi huruf, jika penutur sedang berbahasa Indonesia, pelafalannya harus sesuai dengan pelafalan huruf bahasa Indonesia.
Diftong  adalah vokal yang berubah kualitasnya. Dalam sistem tulisan diftong biasa dilambangkan oleh dua huruf vokal. Kedua huruf vokal itu tidak dapat dipisahkan. Bunyi /aw/ pada kata "harimau" adalah diftong, sehingga <au> pada suku kata "-mau" tidak dapat dipisahkan menjadi "ma·u" seperti pada kata "mau". Demikian pula halnya dengan deretan huruf vokal <ai> pada kata "sungai". Deretan huruf vokal itu melambangkan bunyi diftong /ay/ yang merupakan inti suku kata "-ngai".
Diftong berbeda dari deretan vokal. Tiap-tiap vokal pada deretan vokal mendapat hembusan napas yang sama atau hampir sama; kedua vokal itu termasuk dalam dua suku kata yang berbeda. Bunyi /aw/ dan /ay/ pada kata "daun" dan "main", misalnya, bukanlah diftong, karena baik [a] maupun [u] atau [i] masing-masing mendapat aksen yang (hampir) sama.

Diftong, adalah vokal ganda. Diftong terjadi jika dua vokal yang berurutan –harus dalam satu suku kata–menciptakan bunyi luncuran (bunyi yang berubah kualitasnya) yang berbeda dengan lafal bunyi aslinya. Perhatikan contoh diftong di bawah ini. Jika vokal berurutann /ai/, /au/, dan /oi/ terdapat dalam kata yang pelafalannya persis sama dengan huruf aslinya, vokal beruntun itu bukan diftong. Contoh /ai/,/au/, dan /oi/ yang bukan diftong adalah yang terdapat dalam kata berikut.
namai diucapkan [namai]
bau diucapkan [bau]
mau diucapkan [mau]
doi diucapkan [doi] = pacar

Diftong, adalah dua vokal yang diucapkan sekaligus. Diftong, adalah vokal ganda. Misalkan dalam bahasa Indonesia ada diftong berikut: /ay/ ("santai"), /aw/ ("kerbau") dan /oy/ ("koboi"). Beberapa deret vokal bukan merupakan diftong misalnya buah, lauk, daur, daun, semua, mencintai. membentuk suku kata tersendiri sehingga kata "daun" dan "main" masing-masing terdiri atas dua suku kata.
DIFTONG [KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA]

dif·tong n Ling bunyi vokal rangkap yg tergolong dl satu suku kata (seperti ai di kata rantai, au di kata imbau); -- lebar Ling diftong yang terjadi dengan perubahan letak lidah yang agak banyak, misal ai pada lantai; -- naik Ling diftong yang bagian paling nyaringnya terdapat sesudah peluncurnya; -- sempit Ling diftong yang terjadi dengan sedikit perubahan letak lidah, misal ei pd survei; -- turun Ling diftong yang bagian paling nyaringnya terdapat sebelum peluncurnya, misal au pada harimau

 

 

 

Glosarium


Bahasa Indonesia
Bahasa Asing
Kata kunci
Bidang
Sumber
1.
Pusba
2.
diftong (me)naik
ascending diphthong
Pusba
3.
diftong (me)turun
Pusba
4.
diftong lebar
wide diphthong
Pusba
5.
diftong memusat
Pusba
6.
diftong menyempit
closing diphthong
Pusba
7.
diftong naik
Pusba
8.
diftong pusat
Pusba
9.
diftong sempit
narrow diphthong
Pusba
10.
diftong turun
descending diphthong
Pusba
11.
diftongisasi; pendiftongan
diphthongisation
Pusba

Huruf Diftong atau Huruf vokal Rangkap
Huruf diftong adalah gabungan dua buah huruf vokal yang menghasilkan bunyi rangkap. Dalam Bahasa Indonesia huruf diftong berbentuk ai, au, dan oi. Contoh : Bangau, Pakai, Sengau, Perangai, dsb.

Huruf Konsonan Rangkap
Gabungan dua huruf konsonan ada 4 buah dalam bahasa indonesia, yaitu : kh, ng, ny, dan sy. Contohnya : nyamuk, syarat, kumbang, khawatir, dsb.

                                        
B.   Konsonan
Konsonan ialah bunyi ujaran yang terjadi karena udara keluar dari paru –paru mendapat halangan /rintangan. Halangan itu dapat seluruhnya atau sebagian dengan menggerakkan dan mengadukkan arus udara yang keluar. Bila dalam menghasilkan suatu bunyi-ujaran, udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan, maka terjadilah bunyi yang disebut konsonan . Halangan yang dijumpai udara itu dapat bersifat sebagian yaitu dengan menggeserkan atau mengadukkan arus udara itu. Dengan memperhatikan bermacam-macam factor untuk menghasilkan konsonan, maka kita dapat membagi konsonan-konsonan:
1.    Berdasarkan artikulator dan titik artikulasinya.
a.    Konsonan labil (dua bibir), yaitu: p,b,m,w.
b.    Konsonan labio –dental(gigi atas-gigi bawah),yaitu: f,v.
c.    Konsonan apiko –interdental (ujung lidah-daerah antar gigi).yaitu:t,n’l,r.
d.    Konsonan apiko-alveolar (ujung lidah-lengkung kaki gigi),yaitu: d,n.
e.    konsonan palatal (bagian tengah lidah- langit –langit keras),yaitu:c,j,ny.
f.     Konsonan velar (belakang lidah-langit-langit lembut) yaitu: k,g,ng,kh.
g.    Hamzah (glottal stop), posisi pita suara tertutup sama sekali, yaitu: /?/
h.    Laringal, pita suara terbuka lebar, udara keluar mengalami geseran, yaitu: h.
2.    Berdasarkan macam halangan udara yang dijumpai udara yang mengalir keluar.
a.     Konsonan hambat, udara terhambat sama sekali, ada yang diakhiri dengan letusan, ada    yang tidak, yakni konsonan: b,d,g,j,p,t,c,k.
b.    Konsonan frikatif, udara yang keluar dari paru-paru digesekkan sehingga terjadi bunyi
    geser, yaitu konsonan: f,kh,v.
c. Spiran, udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan dan    bersamaan denhgan itu terdengar bunyi desis, sehingga disebut konsonan spiran, yaitu:
    s,z,sy.
d. Likwida, disebut juga lateral, yaitu dengan mengangkat lidah kelangit-langit udara beraduk   dan keluar melalui kedua sisi lidah sehingga menghasilkan konsonan satu.
e. Tril atau getar ialah bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum     berulang-ulang sehingga terdapat getar apikal, yaitu konsonan r. Namun ada lagi yang
  menggunakan anak tekak yang disebut getar uvural. Biasanya dilambangkan           dengan/R/.
3. Berdasarkan turut-tidaknya pita suara bergetar.
      Konsonan ada dua golongan, yaitu:
  1. Konsonan bersuara, bila pita suara bergetar, yaitu: b,d,n,g,w,z, dan sebagainya.
  2. Konsonan tak bersuara, bila pita suara tidak bergetar, yaitu: p,t,c,k,f,s,sy, dan sebagainya.
4.  Berdasarkan jalan yang dilalui udara ketika keluar dari rongga-rongga ujaran
     Konsonan ini terbagi atas:
  1. Konsonan oral, bila udara keluar melalui rongga mulut saja yakni konsonan: p,b,k,d,w, dan sebagainya.
  2. Konsonan nasal, bila udara keluar melalui rongga hidung, yakni konsonan: m,n,ny,n

Diagram konsonan.
KONSONAN
bilabial
labiodental
apikodental
apiko-alveolar
palatal
velar
glottal
laringal
NASAL
bersuara
m

n
n
ny
ng


ORAL
Hambat
bersuara
b

(d)
d
j
g


tak bersuara
p

t
(f)
c
k
?

Frikatif
bersuara

v






tak bersuara

f



kh

h
Spiran
bersuara


z





tak bersuara


s

sy



Likwida
bersuara


1
!




Tril
bersuara


r
!

R


Dari diagram konsonan dan ketetaapan EYD konsonan –konsonan bahasa Indonesia ialah:b,c,d,f,g,h,j,k,kh,l,m,n,ng,ny,p,q,r,s,sy,t,v,w,x,y,z.
Huruf Gabungan Konsonan (rangkap Konsonan )
Dalam bahasa Indonesia ada 4 macam huruf konsonan rangkap, yaitu kh, ng, ny, dan sy.
Contoh :khusus, ikhtiar, syahadat, nyata, ngilu.
Huruf Konsonan atau Huruf Mati
Huruf Konsonan adal
ah bunyi ujaran akibat adanya udara yang keluar dari paru-paru mendapatkan hambatan atau halangan. Jumlah huruf konsonan ada 21 buah, yaitu b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.



BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Diftong ialah dua vocal rangkap yang diucapkan dalam satu kesatuan waktu. Dalam pengucapan diftong, vocal yang satu bersuara menaik atau menurun.
Sedangkan konsonan ialah bunyi ujaran yang terjadi karena udara keluar dari paru-paru mendapat halangan atau rintangan. Halangan itu dapat seluruhnya atau sebagian dengan menggerakkan dan mengadukan arus udara yang keluar.
2.      Saran
Makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan karena itulah kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kami perlu kritik serta komentar yang membangun supaya kami bias lebih baik lagi.










Daftar Pustaka


Husien,Akhlan.Sudaryat Yayat.1997.Fonologi Bahasa Indonesia.Jakarta:
           departemen pendidikan dan kebudayaan direktorat jendral pendidikan
           dasar dan menengah.

  Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.1997.pusat
               pengembangan dan pembinaan bahasa departemen pendidikan dan
               kebudayaan .Jakarta: balai pustaka.

Ambary,Abdullah,1979.Intisari tata Bahasa Indonesia.Jakarta: balai pustaka.

Taher,Alfiansyah,2001.Siswa-Siswi SD Favorit.Jakarta:Balai pustaka.







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

mzaksana mengatakan...

nice , makasih

Posting Komentar