Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Muhammad Fadli Al_Fudhail. Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger
RSS

Natural_Green

Aku adalah keberlangsungan hidup_mu

Pelajaran Bahasa Indonesia VI

SEMANTIK I



BAB  I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah modal penting bagi terciptanya keserasian berbahasa dan sebagai sumber terjaganya kelestariaan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan sebaagai penghubung antar suku bangsa di Indonesia. Dengan kita melatih berbahasa Indonesia yang baik dan benar berarti kita turut serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
B.   Tujuan Penulisan

1.      Untuk mempelajari secara umum bagian-bagian dari Semantik yaitu Sinonim dan Antonim.
2.      Mengetahui bagian-bagian dari Sinonim dan Antonim.

C.   Rumusan Masalah
a.       Pengertian  Simantik
b.      Macam-macam Simantik
c.       Pengertian Sinonim
d.      Pengertian Antonim
e.       Macam-macam Sinonim dan Antonim







BAB II
Pembahasan

  1. Semantik
  1. Pengertian Semantik
Kata semantik (Inggris: semantics) berasal dari kata sema, berupa kata benda dalam bahasa Yunani yang berarti “tanda” atau “lambang”. Kata sema ini setelah diubah ke dalam kata kerja menjadi semaino yang berarti “menandai” atau “melambangkan”.
Tanda atau lambang sebagai padanan dari kata sema merupakan tanda linguistik yang terdiri dari komponen yang mengartikan (signifie) dan komponen yang diartikan (signifiant). Komponen yang mengartikan berwujud bentuk-bentuk bunyi bahasa, sedangkan komponen yang diartikan merupakan komponen makna dari komponen pertama. Kedua komponen ini merupakan tanda atau lambang, sedangkan yang ditandai atau dilambangkannya merupakan sesuatu yang berada di luar bahasa dan lazim disebut sebagai referent atau hal yang ditunjuk.
Selanjutnya, kata semantik disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Atau dapat juga dikatakan bahwa semantik merupakan bidang studi dalam linguistik yang mempelajari makna atau arti dalam bahasa.
Hal itu berarti bahwa, komponen makna seperti halnya bunyi dan tata bahasa, ternyata menduduki tingkatan tertentu. Jadi, bila komponen bunyi menduduki tingkat pertama, komponen tata bahasa tingkat kedua, maka komponen makna menduduki tingkatan paling akhir. Dan hubungan ketiga komponen ini sesuai dengan kenyataan bahwa; (a) bahasa pada awalnya merupakan bunyi-bunyi abstrak yang mengacu pada keberadaan lambang-lambang tertentu, (b) lambang-lambang merupakan seperangkat sistem yang memiliki tatanan dan hubungan tertentu, dan (c) seperangkat lambang yang memiliki bentuk dan hubungan itu mengasosiasikan keberadaan makna tertentu.
  1. Jenis Semantik
Semantik yang dapat diartikan sebagai bidang studi dalam linguistik yang mempelajari makna atau arti dalam bahasa, dapat dibedakan menjadi semantik behaviorisme dan semantik struktural. Semantik behaviorisme menekankan kajiannya pada masalah hubungan makna dengan pemeran dan konteks pemakaian, serta makna dengan proses kejiwaan pemeran, baik dalam kegiatan pengolahan maupun pemahaman pesan. Sedangkan semantik struktural, kajiannya berfokus pada masalah makna dalam hubungannya dengan struktur kata maupun kelompok kata.
Selain pembagian seperti itu, mengingat pengertian semantik menunjuk pada objek studinya yaitu berupa makna bahasa atau lebih tepatnya, makna dari satuan-satuan bahasa seperti kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana, maka cakupan studi semantik pun dapat dibedakan berdasarkan tataran objek penyelidikannya.
Bila objek penyelidikannya pada tataran leksikon dari bahasa, maka jenis semantiknya disebut semantik leksikal. Dalam jenis semantik ini diselidiki makna yang ada pada leksem-leksem dari bahasa tersebut. Oleh karena itu, makna yang ada pada leksem-leksem itu disebut makna leksikal. Di sini perlu dijelaskan mengenai istilah leksem. Leksem adalah suatu istilah yang lazim digunakan dalam studi semantik untuk menyebut satuan-satuan bahasa yang bermakna, dapat berupa sebuah kata atau gabungan kata. Kumpulan dari leksem-leksem ini disebut leksikon, sedangkan kumpulan dari kata-kata suatu bahasa disebut kosa kata.
Bila objek penyelidikannya pada tataran tata bahasa atau gramatika, maka jenis semantiknya disebut semantik gramatikal. Dalam jenis semantik ini diselidiki makna yang ada pada satuan-satuan morfologi (morfem dan kata) dan sintaksis (kata, frase, klausa, dan kalimat). Oleh karena itu, makna yang dijadikan objek studinya adalah makna-makna gramatikal dari tataran tersebut.
Namun, bila objek penyelidikannya lebih bertumpu pada hal-hal yang berkaitan dengan sintaksis meskipun masih berada dalam tataran tata bahasa, maka jenis semantiknya disebut semantik sintaktikal. Hal ini dilakukan karena dalam sintaksis terdapat tiga tataran bawahan yang disebut fungsi gramatikal, kategori gramatikal, dan peran gramatikal. Fungsi gramatikal merupakan kotak-kotak kosong yang diberi nama subjek, predikat, objek, dan keterangan. Kategori gramatikal merupakan pengisi kotak-kotak kosong tersebut yang dapat berupa nomina, verba, atau ajektiva. Sedangkan peran gramatikal merupakan peran pengisi kotak-kotak kosong yang sudah memiliki makna leksikal, seperti peran agentif, pasien, objek, benafaktif, lokatif, instrumental, dan sebagainya.
Selain semantik leksikal, semantik gramatikal, dan semantik sintaktikal tersebut, terdapat satu jenis semantik lagi yang oleh Verhaar disebut semantik maksud (1978: 130). Semantik maksud merupakan jenis semantik yang menjadikan pemakaian bentuk-bentuk gaya bahasa sebagai objek penyelidikannya.
3. Bagian dari Semantik
a. Makna Kata
1. Makna Leksikal dan makna Gramatikal
a. Makna Leksikal adalah makna suatu kata sebelum mengalami proses perubahan bentuk atapun belum digunakan dalam kalimat. Makna leksikal sering juga disebut makna kamus. Makna leksikal adalah makna yang berdasarkan kamus.
b. Makna Gramatikal adalah suatu kata setelah kata itu mengalami proses gramatikalisasi, baik melalui pengimbuhan, pengulangan, atapun pemajmukan. Makna gramatikal suatu kata bisa sama, berubah, atau bahkan berbeda sama sekali dengan makn leksikalnya. Makna gramatikal sanngat bergantung pada struktur kalimantya. Oleh karena itu, makna gramatikal sering pula disebut makna structural.
2. Makna Dinotatif dan Makna Konotatif
a. Makna Dinotatif disebut juga makna lugas. Kata itu tidak mengalami penambahan-penambahan makna. Makna kata itu sesuai dengan konsep asal, apa adanya.
b. Makna Konotasi adalah makna yang berdasarkan perasaan atau pikiran seseorang. Makna konotasi sebenarnya merupakan makna denotasi yang telah mengalami penambahan.
3. Gejala Perubahan Makna
a. Perluasan Makna (generalisasi), terjadi apabila cakupan makna suatu kata lebih luas dari makna asalnya.
b. Penyempitan makna (Spesialisasi), terjadi apabila makna suatu kata lebih sempit cakupannya daripada makna aslinya.
c. Ameliorasi adalah perubahan makna kata yang nilai rasanya lebih tinggi daripada asalnya.
d. Peyorasi adalah perubahan makna kata yang nilainya menjadi lebih rendah daripada sebelumnya.
e. Sinistesia adalah perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan.
f. Asosiasi adalah perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat.
4. Bentuk Pertalian Makna
a. Kata umum dan Kata khusus
- Kata Umum adalah kata yang ruang lingkup maknanya mencakup hal-hal umum dan menyangkut aspek-aspek yang lebih luas.
- Kata Khusus adalah kata yang ruang lingkup maknanya mencakup hal-hal yang sempit atau hanya meliputi aspek-aspek tertentu
b. Sinonim dan Antonim
- Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip
- Antonim adalah adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata
c. Homonim adalah kata-kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama.
d. Polisemi adalah suatu kata yang memiliki banyak makna.
Namun pada pembahasan kali ini, kami akan membahasan pada point Sinonim dan Antonim saja. Mulai dari pengertian Sinonim dan Antonim bagian-bagian dari Sinonimdan Antonim.


  1. Pengertian Sinonim dan Macam-macam Sinonim
  1. Pengertian Sinonim
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Sinonim adalah kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi).
  1. Macam-Macam Sinonim
-      Sinonim mutlak: kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan apa pun tanpa mengubah makna struktural dan makna leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat. Contoh:
kosmetik = alat kecantikan
laris = laku, larap
leksikografi = perkamusan
kucing = meong
-      Sinonim semirip: kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna struktural dan leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat tersebut saja. Contoh:
melatis = menerobos
lahiriah = jasmaniah
-      Sinonim  selingkung: kata-kata yang dapat saling mengganti dalam satu konteks kebahasaan tertentu saja secara struktural dan leksikal. Contoh:
lemah = lemas



  1. Pengertian Antonim dan Macam-macam Antonim
  1. Pengertian Antonim
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata.
  1. Macam-macam Antonim
-      Antonim berpasangan: kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak secara serta-merta memunculkan pasangannya. Contoh:
    1. (ber)-dosa >< suci  (tidak (ber)-dosa ≠suci)
    2. istri >< suami  (bukan istri ≠ suami)
    3. pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)
-      Antonim melengkapi: kata-kata yang secara makna bertentangan, tetapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain. Contoh:
    1. pertanyaan >< jawaban
    2. mencari >< menemukan
-      Antonim berjenjang: kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat. Contoh:
a.       dingin >< hangat >< panas
b.      kaku >< lentur >< elastis
c.       mahal >< wajar >< murah


  1. Manfaat Mempelajari  Semantik
Manfaat yang dapat diperoleh melalui studi semantik sangat bergantung pada jenis bidang yang kita geluti dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, bagi seorang wartawan, peneliti bahasa, guru, dan orang awam, studi semantik memiliki manfaat yang berbeda.
Bagi seorang wartawan yang berkecimpung dalam dunia pemberitaan, studi semantik akan memberikan manfaat praktis. Manfaat ini berupa kemudahan dalam memilih dan menggunakan kata-kata yang tepat ketika menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Hal ini terjadi karena tanpa pengetahuan tentang konsep-konsep polisemi, homonimi, denotasi, konotasi, dan nuansa-nuansa makna tertentu, mereka akan sulit menyampaikan informasi secara tepat dan benar.
Bagi para peneliti bahasa, studi semantik akan memberikan bekal teoritis dalam menganalisis bahasa atau bahasa-bahasa yang sedang dipelajari. Sedangkan bagi guru atau calon guru, studi semantik akan memberikan manfaat teoritis dan praktis.
Selanjutnya, bagi orang awam pun studi semantik ternyata akan memberikan manfaat, yaitu memberikan kemudahan bagi dirinya untuk memahami dunia di sekelilingnya yang penuh dengan informasi dan lalu lintas kebahasaan.







BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan

B.Saran
Makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan karena itulah kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kami perlu kritik serta komentar yang membangun supaya kami bias lebih baik lagi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar