PERENCANAAN MASA DEPAN PERUSAHAAN
MUHAMMAD FADLI
1001310969
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKASI
KOMUNIKASI
DAN PENYIARAN ISLAM
BANJARMASIN
2011
BAB
I
PENDAHULUAN
HAKIKAT PERENCANAAN
Perencanaan pada
hakikatnya adalah pemilihan saat ini terhadap kondisi masa depan yang kita
hendaki, beserta langkah-langkah yang kita perlukan untuk mewujudkan kondisi -
kondisi tersebut. Perencanaan merupakan salah satu fungsi utama dalam
manajemen, karena perencanaan adalah suatu proses pendefinisian tujuan - tujuan
organisasi yang kemudian diartikulasikan /menyajikan dengan jelas strategi -
strategi, taktik - taktik, dan operasi yang diperlukan untuk mencapai suatu
tujuan. Dalam arti lain perencanaan adalah proses membuat peta perjalanan
menuju masa depan dan perencanaan tidak berhenti setelah perencanaan
dihasilkan, akan tetapi merupakan proses yang terus menerus dilaksanakan untuk
memuktahirkan, mengubah dan mengganti peta selama perjalanan masa depan.
Menurut Newman
perencanaan Planning is deciding in advance what is to be done. Sedangkan
menurut A.Allen Planning is the determination of a course of action to achieve
a desired result. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When)
dimana ( Where ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu
fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan
kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan
serta program-program yang dilakukan.
BAB
II
PEMBAHASAN
Manajemen Strategik
adalah Proses Adaptasi Organisasi dengan lingkungan yang berubah untuk
menyesuaikan diri dan memastikan bahwa implementasi strategi berjalan dengan
baik dan lancar. Dalam konteks organisasi perencanaan (Planning) dapat
diartikan sebagai proses menetapkan tujuan dan sasaran, menentukan pilihan-pilihan
tindakan yang akan dilakukan dan dikaji cara-cara terbaik untuk mencapai suatu
tujuan terbaik.
Perencanaan mempunyai
dua unsur yaitu:
1. Perencanaan Formal
adalah proses mengunakan investigasi yang kaku untuk mencapai tujuan,
memutuskan aktivitas dan secara formil mendokumentasikan ekspektasi organisasi.
2. Perencanaan Tidak
Formal adalah Proses secara Intuitif memutuskan tujuan - tujuan dan aktivitas -
aktivitas yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan tanpa penyelidikan yang
kaku dan sistematis.
A. ASPEK – ASPEK
PERENCANAAN
1. Hierarki Sasaran (
Objectives) Di dalam setiap organisasi terdapat tingkatan - tingkatan umum,
yang setiap tingkatan mempunyai sasaran yang merefleksikan tanggung jawab
manajemen disetiap tingkatan. Sasaran/Strategik ( Strategic Objectives )
merupakan target performa yang berhubungan dengan usaha-usaha jangka panjang
seperti pertumbuhan, kemampulabaan dan posisi suatu perusahaan dalam
industrinya
a. Sasaran Taktis (
Tactical Objectives ) merupakan target performa jangka menengah untuk mencapai
hasil yang terbatas seperti penjualan tahunan, laba kuartalan dan perubahan
inkremental dalam produk dan jasa.
b. Sasaran Operasional
( Operational Objectives ) merupakan target performa jangka pendek yang segera
untuk aktivitas harian, mingguan, bulanan dan apabila tercapai akan memperkuat
sasaran perencanaan taktis.
2. Hierarki
Perencanaan.
a. Maksud dan Misi (
Purpose dan Mission ) Waktu perencanaan sepanjang umur organisasi, tidak
mempunyai batasan waktu.
b. Rencana Srategik ( Strategik
Plans) Waktu perencanaan sasarannya dinyatakan dalam rata - rata dan
kecenderungan jangka panjang.
c. Rencana Taktis (
Tactical Plans ) Merupakan sasaran setahunkan dengan target performa yang tetap
dan dapat diukur serta menggunakan anggaran performa.
d. Rencana Operasional
( Operational Plans ) Sasaran jangka pendek dan batas waktu yang sesuai untuk
memenuhi Kebutuhan.
3. Manajemen
berdasarkan Sasaran ( MBO = Management By Objectives )
Suatu teknik untuk melibatkan karyawan pada semua tingkatan secara bersama dalam mendefinisikan sasaran dan pengendalian hasil. Manajer dibagi atas tingkatan - tingkatan perencanaan dan tanggung jawab dengan memberikan pertalian antara strata untuk memperbaiki koordinasi. Sasaran MBO adalah pendekatan manajemen yang positif dan terpadu dengan mencapai laba perusahaan yang meningkat, baik jangka panjang maupun jangka pendek melalui usaha manajemen kelompok yang kompeten dan mempunyai tujuan yang jelas.
Suatu teknik untuk melibatkan karyawan pada semua tingkatan secara bersama dalam mendefinisikan sasaran dan pengendalian hasil. Manajer dibagi atas tingkatan - tingkatan perencanaan dan tanggung jawab dengan memberikan pertalian antara strata untuk memperbaiki koordinasi. Sasaran MBO adalah pendekatan manajemen yang positif dan terpadu dengan mencapai laba perusahaan yang meningkat, baik jangka panjang maupun jangka pendek melalui usaha manajemen kelompok yang kompeten dan mempunyai tujuan yang jelas.
B. PROSES MANAJEMEN
BERDASARKAN SASARAN :
1. Menentukan Sasaran yaitu
Proses pengambilan keputusan bersama karyawan didorong untuk mengambil peranan
yang penting dalam menyatakan ide.
2. Menspesifikasikan
Rencana Tindakanya merupakan rencana tindakan yang realitis disetujui oleh
manajer dan bawahnya, dan ditulis dengan teliti untuk penelaahan berkala.
3. Penelahaan Performa
merupakan suatu proses motorisasi oleh manajer secara berkala kepada bawahannya
untuk menelaah kemajuan terhadap sasaran. Penelaahan dilakukan minimal sekali
dalam setahun.
4. Koreksi dan
Adaptasi adalah Tindakan Korektif di ambil setelah penelaahan Performa.
C. MANFAAT PROGRAM MBO
( MANAGEMENT BY OBJECTIVES ) :
1. Memungkinkan
Individu mengetahui sesuatu yang diharapkan dari organisasi atau perusahaan.
2. Membantu dalam
perencanaan dengan membuat manager menetapkan tujuan.
3. Memperbaiki
komunikasi antara menajer dan bawahannya.
4. Proses pemisahan
yang wajar dengan memusatkan perhatian pada pencapaian.
D. PROSES ADAPTASI PADA LINGKUNGAN YANG BERUBAH :
D. PROSES ADAPTASI PADA LINGKUNGAN YANG BERUBAH :
1. Pengawasan terhadap
lingkungan eksternal dan Internal pada semua aspek yang perusahaan
berkepentingan.
2. Identifikasi
kesempatan lingkungan untuk dieksploitasi dan menghindari bahaya-bahaya.
3. Analisis kekuatan
dan kelemahan yang penting dalam penemuan dan penilaian strategi-strategi.
4. Identifikasi
Strategi untuk mencapai tujuan perusahaan.
5. Mengadakan suatu
proses manajerial yang diperlukan untuk meyakinkan bahwa semua strategi yang
diimplementasikan secara tepat.
E. PROSES PENYUSUNAN
PERENCANAAN :
1. Merumuskan Misi dan
Tujuan.
Usaha sistematis
formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran sasaran,
kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama
perusahaan yang bersangkutan.
2. Memahami Keadaan
Saat ini.
Perencanaan menyangkut
jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk
mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan
langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka
pendek dan sampai jangka panjang.
3. Mempertimbangkan
faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan
kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin
diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat
meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
4. Menyusun rencana
Kegiatan untuk mencapai Tujuan.
Tujuan dapat dicapai
dengan beberapa cara, diantaranya adalah :
a. Menyusun berbagai
alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
b. Menilai dan
membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
c. Memilih dan
menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara
alternatif-alternatif lain.
Perencanaan Strategik
( Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari
manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen
strategik.
F. KELEMAHAN -
KELEMAHAN PERENCANAAN STRATEGIK :
1. Perencanaan
Strategik tidak dapat menjamin perusahaan akan menghasilkan strategi yang paling
tepat, karena strategik tersebut ditentukan oleh manusia.
2. Keadaan lingkungan
yang berubah terus.
3. Perlawanan atau
resistensi Intern (prasangka-prasangka karyawan) karyawan lama biasanya sudah
terbiasa dengan sistem yang mana.
4. Mahal biayanya.
5. Penyusunan
Perencanaan Strategik itu sulit karena membutuhkan suatu tingkat maginasi yang
tinggi, kemampuan analisis, kreatifitas dan keuletan.
6. Perencanaan
strategik membatasi pilihan/alternatif, mengurangi inisiatif dalam suatu
jajaran alternatif yang berada diluar jangkauannya.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Manajemen strategik
dan Perencanaan strategik sangat penting bagi keberhasilan usaha karena kalau
strategik salah kemungkinan besar perusahaan akan mengalani kesulitan meskipun
perusahaan telah berusaha seefisien mungkin. Manajemen Strategik memberikan
pengarahan dan batas-batas untuk kegiatan operasional.
2. Perencanaan
strategik merupakan tulang punggung dari manajemen strategik karena merupakan
bagian terpenting dan langkah utama dalam memyelenggarakan suatu manajemen
strategik.
3. Perencanaan yang
intuitif dan perencanaan jangka panjang yang formal seharusnya saling mengisi
karena perencanaan yang formal dapat membantu manajer dalam mempertajam
masukan-masukan intuitif – antisipatif kedalam proses perencanaan. Perencanaan
formal akan lebih efektif apabila semua tingkatan manajemen mencakup
timbangan/intuisi mereka didalam merencanakan.
B. SARAN
Untuk dapat mencapai
tujuan masa depan suatu perusahaan maka perlu adanya perencanaan strategic dan
perencanaan operasional yang pelaksanaannya dapat berjalan saling beriringan
dan saling mengisi kelemahan masing-masing perencanaa.
DAFTAR
PUSTAKA
1. James. A.F. Stoner,
dan R. Edward Freeman, Management, Edisi Kelima, Jakarta: Intermedia, Prentice Hall.
2. Harold Koontz /
Cyril O’Donnell /Heinz Weihrich, Management, Edisi Kedelapan, Jakarta : PT.
Gelora Aksara Pratama.
3. Amin Widjaja
Tunggal, Manajemen Suatu Pengantar, Edisi Revisi, Jakarta : Rineka Cipta










0 komentar:
Posting Komentar